Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 83


[Chapter 83.]


[Masa lalu Kaori.]


[Silahkan Dibaca.]


Bel pulang berbunyi, Andy dan yang lainnya selesai dalam berlatih di klub musik. Lalu, mereka berkemas untuk kembali ke kelas masing-masing.


Andy, Yui, Yuka, Angel, Silvia, dan Kaori berjalan bersama. Sementara Yuna dan Arisa mereka kembali ke kelas dan lupa tujuannya menemui Andy.


“Jadi, kamu satu kelas dengan ku. Kenapa aku tidak pernah mengetahuinya.” Ucap Andy, lalu Kaori melepas ikat rambut nya, lalu mengambil kacamata.


“Inilah diriku jika di kelas, Andy.” Ucap Kaori, sementara Andy akhirnya paham. Perempuan ini menyamar di kelas.


“Julukanmu si pirang diam, karena tidak pernah berbicara dengan yang lainnya.” Ucap Yui, sementara Kaori hanya menunduk.


“Yuii.” Ucap Yuka dengan tajam, lalu Yui sadar dan segera melihat ke arah Kaori yang menundukkan kepalanya.


“Maaf, Kaori kalau aku menyinggung perasaanmu.” Ucap Yui, sedangkan Kaori menggelengkan kepalanya dan menaikkan kepalanya kembali.


“Tidak apa-apa, hanya saja julukan itu mengingatkan ku akan sesuatu.” Ucap Kaori yang memandang ke arah jendela.


Yui tahu bahwa dia sudah mengingatkan tentang masa lalunya Kaori, saat ingin berkata. Andy menyela.


“Kaori ingatlah masa lalumu, setelah itu ubah di masa depan nanti. Jangan membendungnya sendirian. Aku tadi, melihat nada dalam suaramu sedikit ada yang menahanmu. Kalau kamu punya masalah segera cerita, entah ke Aku atau Perempuan ku.” Ucap Andy tanpa melihat ke arah Kaori.


Sementara itu, Kaori diam lalu air mata keluar membasahi pipinya, Sayoko yang mengetahui itu segera memeluknya.


Semua perempuan Andy, menatap ke arah Andy dan berkata secara bersamaan.


“Sungguh kejam, membuat perempuan rapuh menjadi hancur.” Ucap mereka, sementara Andy menaikkan alisnya.


“Bukankah aku betul, dengan ucapanku?.” Ucap Andy, berhenti dan berbalik. Sementara semua perempuan memandang dengan tajam ke Andy, Yuka berkata.


“Tapi jangan secara kejam begitu. Dia itu dalam keadaan rapuh.” Ucap Yuka, sedangkan Andy menghela nafas, lalu berjalan ke arah Kaori.


Sayoko yang melihat Andy mendekat ke arahnya dan Kaori, dia langsung melepaskan pelukannya. Kaori sedikit terkejut, namun dia lebih terkejut lagi Andy memeluknya.


“Sudah, tenanglah. Aku tidak ada maksud kejam seperti itu. Hanya saja, aku dulu mengalami trauma yang sama denganmu.” Ucap Andy, sambil mengelus punggung Kaori.


Sementara, Kaori merasakan perasaan hangat. Serta Kaori pernah merasakan kehangatan tersebut. Lalu, dia teringat dengan masa lalunya.


Flashback.


Di sebuah taman.


Kaori berlari karena dia dikejar oleh seekor Anjing. Dia terus berlari sambil menangis. Saat, Kaori kelelahan berlari dia terjatuh, dia menangis semakin kencang.


Lalu, saat Anjing akan mendekati Kaori. Seorang anak laki-laki datang dan memukul Anjing tersebut. Anak laki-laki tersebut memandang ke arah Anjing dengan tajam.


“Pergi dari dia.” Teriak tegas anak laki-laki tersebut. Sementara Anjing sudah ketakutan dan pergi dari tempat tersebut.


Serasa sudah aman, anak laki-laki tersebut berbalik dan memeluk Kaori. Lalu,Kaori menangis di pelukan anak laki-laki tersebut.


“Huaaaa, aku takut.” Tangis Kaori dalam pelukan anak laki-laki tersebut. Sementara Anak laki-laki berkata.


“Tenang, kamu sekarang aman. Ada aku disini.” Ucap Anak Laki-laki tersebut, sambil menepuk punggung Kaori agar tenang.


Beberapa saat kemudian, Kaori sudah tenang. Lalu, anak laki-laki tersebut melepaskan pelukannya. Bajunya terlihat kotor sebab dari tangisan Kaori.


“Terimakasih, atas pertolongannya.” Ucap Kaori sambil menunduk malu, melihat banyak ingus di pakaian laki-laki tersebut.


“Ya, kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap Andy, sedangkan Kaori segera memegang pakaian anak laki-laki tersebut.


“Bisakah kita bermain bersama.” Ucap Kaori dengan mata yang berkaca-kaca. Laki-laki tersebut mengangguk.


Lalu, beberapa minggu mereka bermain bersama. Sampai hari itu, dimana laki-laki tersebut, melihat Kaori di bawa oleh orang yang berbaju hitam.


“Berhenti, lepaskan Kaori.” Teriak Laki-laki tersebut. Sedangkan, orang yang membawa Kaori tetap berlari. Anak laki-laki tersebut terus mengejar sampai jalan raya.


Saat melihat lampu pejalan masih hijau, Orang yang membawa Kaori segera menyebrang. Anak laki-laki tersebut, juga berlari mengejar orang tersebut.


Brakkkk.


Anak laki-laki tertabrak oleh sebuah mobil. Kaori meronta ingin keluar dari laki-laki berjas hitam tersebut.


Anak laki-laki tersebut menutup matanya, dan menyesal tidak bisa menyelamatkan Kaori. Serta, anak laki-laki tersebut tahu bahwa pria berjas hitam adalah seorang penculik anak-anak untuk diambil organ dalamnya.


Kaori benar-benar sedih melihat anak laki-laki yang dia sukai terbaring berlumuran darah di jalan. Sampai akhirnya dia pingsan.


Flashback end.


Kaori memeluk Andy dengan erat. Karena, rindu dengan kehangatan tersebut. Kaori berkata dalam hatinya.


‘Ini adalah kehangatan dan kenyamanan laki-laki itu.’ Batin Kaori, lalu perlahan menutup matanya karena lelah.


“Eh, Andy dia tidur.” Ucap Silvia, saat melihat Kaori. Andy kemudian melepaskan pelukannya dan melihat Kaori.


“Kau be-.” Ucap Andy, terpotong oleh suara Wanita di kejauhan.


“Apa yang kalian lakukan disini?. Serta, kenapa kamu memeluk perempuan lain lagi, Andy. Apakah masih kurang, dengan para Istrimu?.” Ucap suara tersebut, yang tak lain adalah Aria.


“Bukan begitu, sensei.” Ucap Sasha, sedangkan Aria memandang ke arah Sasha lebih tepatnya di cincin.


“Kau juga, istrinya. Huff kalian sungguh beruntung, sudah memiliki pasangan sejak dini.” Ucap Aria, akhirnya mengeluarkan keluhannya.


“Aria-sensei, jangan terlalu mengeluh. Bagaimana kalau menjadi salah satu dari Istriku?.” Ucap Andy terang-terangan, sedangkan yang lainnya tersenyum.


“Hah, memangnya kamu mau dengan Wanita sepertiku?. Aku sudah berumur 32 tahun loh.” Ucap Aria, sementara Andy memandang ke arah Sayoko.


Sayoko yang mendapat pandangan tersebut, paham dan bergegas menyangga Kaori yang tertidur. Andy, lalu berdiri dan berjalan ke arah Aria.


Sedangkan, Aria yang melihat Andy berjalan ke arahnya dia berkata.


“Apa yang ingin kamu laku-“ Ucap Aria terhenti saat Andy menutup mulutnya dengan mulut milik Andy. Aria terkejut, dan ingin lepas.


Lalu, Andy menyudutkan Aria di kaca lorong tersebut. Sementara itu, di belakang tempat Aria berdiri tadi. Tak jauh dari situ, terlihat guru olahraga yang mematung, melihat aksi Andy.


Andy mencium Aria dengan romantis, tepat di depan mata guru olahraga tersebut. Lalu Andy melepaskan ciuman tersebut. Aria berkata dengan keras.


“Apa yang kamu lak-“ Ucap Aria terpotong kembali oleh ciuman Andy. Sementara, Aria terkejut dan ingin melepaskan dirinya. Namun, Andy terlalu kuat sehingga dia menyerah dan akhirnya menikmati ciuman.


Guru olahraga melihat itu, serasa senyuman untuk memanggil menjadi hilang diganti dengan wajah datarnya. Wajah yang semula normal kita berubah menjadi merah karena marah. Dia menatap Andy dengan benci.


Sementara Andy, dia melepaskan ciumannya. Terlihat bahwa Aria terengah-engah, karena kehabisan nafas.


“Sudah tenang, bukan.” Ucap Andy, sementara Aria menatap Andy dengan tatapan meminta. Namun, Andy tersenyum dan berbalik ke arah Kaori.


“Andy, apa yang kau lakukan dengan gurumu. Kau harus ke BK nanti.” Ucap guru olahraga dengan marah. Sementara, Andy berbalik dan berkata.


“Diamlah, apakah kamu menjadi gila karena kutikung.”


[To be Continued.]


Promosi



satu lagi



Yuk di baca novel temanku.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.