
[Chapter 92.]
[Masalah Haruna.]
[Silahkan Dibaca.]
Pagi hari, jam 04.30.
Ryuto terbangun dari tidurnya, dia melihat ke samping kiri dan kanannya, dia melihat para istrinya tertidur di sampingnya.
“Apaan mereka baru saja 4 jam an, sudah pingsan semua.” Ucap Yuto, lalu bangun dari tidurnya ean dan turun dari tempat tidur.
Yuto ingat, semalam setelah Raul dan Sera pulang. Para istrinya menarik Yuto menuju ke kamarnya, lalu Yuto memberikan dua cincin untuk Arisa dan Yuna.
“Mereka berdua sudah kubuka segelnya, memang bagus sensasi yang masih rapat.” Ucap Yuto, lalu menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah lemari pakaian.
“Mungkin aku harus membeli hewan peliharaan dan menaruhnya di markas baru.” Ucap Yuto sambil mengambil pakaian olahraga dan memakainya. Kemudian, Yuto mendengar suara dari belakangnya.
“Kamu sudah bangun, sayang.” Ucap suara Wanita yang tak lain Aoi Kurokami, Istri dari Ryuto Kurokami. Dia baru saja bangun dan melihat Ryuto berganti pakaian.
“Ya, aku sudah bangun dan akan pergi berolahraga,” ucap Yuto, lalu Amy, Lilia, Miya, dan Nanami bangun dari tidurnya. Mereka meregangkan otot tangannya ke atas.
“Yuto, tunggu.” Ucap Aoi, lalu bergegas turun dari tempat tidur. Begitu juga ke empat Wanita yang lain. Kemudian, mereka segera memakai pakaian dan keluar ruangan menyusul Yuto.
Mereka berlima melihat Yuto melakukan olahraga kecil, lalu mereka memulai pemanasan sebelum lari pagi di halaman.
Sampai akhirnya mereka selesai lari pagi, kemudian Yuto memberikan makanan ke hewan peliharaan seperti biasanya.
Yuto dan ke lima istrinya pergi masuk ke dalam rumah, Yuto pergi menuju ke kamarnya dan berpapasan dengan istri lain.
“Pagi, Sayang.” Ucap para istrinya sambil berjalan menuju ke tempat makan, sementara Yuto menjawab.
“Pagi juga, Sayang.” Ucap Yuto sambil berjalan pergi menuju ke kamarnya. Sampai di kamarnya dia mengambil seragam dan pergi ke kamar mandi.
Sampai di kamar mandi, Yuto masuk dan mandi disana. Beberapa detik kemudian, para istrinya yang Wanita masuk ke dalam kamar mandi, akhirnya mereka mandi bersama.
Selesai mandi, mereka pergi menuju ke tempat makan. Di sana para istrinya yang lain sudah duduk di kursi makan. Maid pun juga menyiapkan makanan di meja makan.
Yuto dan yang lainnya duduk di kursi makan, lalu Yuto memandang ke semuanya dan mengangguk. Kemudian, mereka saling berkata.
“Selamat makan.” Ucap mereka secara bersama. Kemudian, mereka semua makan makanan yang sudah disediakan di meja makan.
Selesai makan, seperti biasa Yuto, Yui, Yuka, Sayoko, Sasha, Angel, Silvia, Arisa, dan Yuna pergi menuju ke sekolah. Sementara Miya dia akan berangkat nanti.
Amy, Lilia, Aoi, Nanami, dan para maid sudah bersiap-siap untuk pergi menuju ke restoran. Sedangkan Ren, akan berangkat bersama Miya nanti. Lalu mereka semua berangkat menuju tempat mereka masing-masing.
Di jalan, Yuto sedang memegang dagunya seperti orang yang sedang berfikir, Silvia melihat hal tersebut bertanya.
“Apa yang sedang kamu fikirkan, sayang?” ucap Silvia dengan penasaran. Sementara itu, Yuto yang mendengar pertanyaan Silvia menatap ke arahnya dan berkata.
“Sepertinya setelah kompetisi klub musik, aku harus mengajukan kelulusan.” Ucap Yuto membuat semua para istrinya menatap ke arah Yuto, lalu Sayoko berkata.
“Kenapa memangnya Yuto?” ucap Sayoko penasaran dengan pernyataan dari Yuto tersebut, kemudian Yuto menjawab.
“Aku harus mulai menciptakan perusahaan, atau mungkin aku hanya akan masuk di saat ujian saja.” Ucap Yuto, sementara itu Yui menjawab.
“Baiklah, aku akan minta ijin ke Miya nanti.” Ucap Yuto, dia tidak susah untuk minta ijin, karena istrinya kepala sekolah di tempat tersebut.
Lalu, di jalan mereka bertemu dengan Raul dan Sera. Kemudian, para istri Yuto membicarakan tentang hal tadi dengan Sera, sementara Raul juga mendengarnya.
“Lebih baik, begitu Yuto. Kamu hanya masuk disaat kamu ingin saja dan di saat ujian saja.” Ucap Raul, dia tahu situasi dengan Ryuto, dia memiliki banyak istri dan dia butuh penghasilan banyak, walaupun Ryuto berasal dari keluarga Kurokami.
“Nanti, akan kubicarakan dengan Miya.” Ucap Yuto, lalu mereka semua sampai di sekolah. Sayoko dan Sasha duluan pergi ke dalam sekolah.
Lalu, Yuto berpisah dengan Raul, Sera, dan Arisa. Sekarang dia berjalan ke arah kelas dengan Yui, Yuka, Angel, dan Silvia.
Saat masuk dia melihat Kaori sedang menatap ke arahnya. Lalu, Kaori berdiri dan berjalan ke arah Yuto, sementara Yuto duduk di bangkunya diikuti dengan Silvia dan Angel.
“Andy, bisa kita bicara berdua nanti saat istirahat?” ucap Kaori, sementara Yuto mengangguk, lalu berkata.
“Baiklah, nanti sebelum masuk ke klub.” Ucap Yuto, sementara Kaori tersenyum senang dan mengangguk kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya.
Bel masuk berbunyi, Aria masuk ke dalam kelas dan memulai pembelajaran di kelas tersebut.
Beberapa jam kemudian, bel istirahat berbunyi. Lalu, Aria keluar dari kelas diikuti para siswa yang ingin pergi ke kantin maupun ke tempat lain.
Yui dan Yuka berjalan ke arah bangku Yuto, Angel, dan Silvia. Lalu, Yui berkata kepada Yuto.
“Kita akan tunggu di klub musik, kamu bicaralah bersama dengan Kaori di atap.” Ucap Yui, dia tahu pembicaraan Kaori dan Yuto. Jadi, Yui menatap ke arah Angel dan Silvia.
Keduanya yang merasa ditatap membalas tatapan Yui, ketiganya mengangguk. Lalu, mereka keluar dari kelas.
Yuto kemudian menatap ke arah Kaori, mereka berdua seperti terhubung karena satu sama lain saling tatap. Yuto tersenyum lalu berdiri, begitu juga Kaori.
Mereka berdua keluar untuk pergi menuju ke atap sekolah.
Sampai di atap, Yuto dan Kaori duduk di sebuah bangku yang berada di atap tersebut. Lalu Yuto berkata.
“Jadi, ada apa Kaori?” ucap Yuto, sementara Kaori sedikit menunduk dan berkata dengan sedikit gugup.
“Itu, bisakah kamu membantuku tentang Ibuku.” Ucap Kaori, sementara Yuto menatap ke arah Kaori dan berkata dengan penasaran.
“Apa yang terjadi dengan Haruna?” ucap Yuto langsung menyebutkan nama Ibu Kaori. Sedangkan Kaori sedikit terkejut mendengar Yuto menyebut nama ibunya, namun dia segera berkata.
“Ibuku memiliki masalah dengan seseorang Yakuza, setiap pulang dari kantor, ibu selalu depresi entah kenapa, saat aku bertanya, kata ibuku ‘Perusahaan kita ditekan oleh yakuza, ibu disuruh untuk menjadi budak mereka. Maaf Kaori jika akhir-akhir ibu membuatmu khawatir.’ Itu ucapan dari Ibuku.” Ucap Kaori membuat Yuto mengerutkan keningnya.
“Yakuza mana yang menekan Ibumu?.” Ucap Yuto dengan nada yang sangat serius. Kaori pun berkata dengan nada serius.
“Yakuza Homaku, Yakuza yang berasal dari Osaka.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.