
[Chapter 183.]
[Geng Harimau.]
[Silahkan Dibaca.]
Markas Geng Harimau.
Di dalam markas tersebut, terdapat sebuah Dojo yang luas. Enam pilar berdiri dengan lambang Harimau berbagai bentuk.
Di Dojo tersebut, terlihat ada seseorang duduk lotus di ujung tengah Dojo, belakang orang tersebut lambang Harimau terpampang jelas.
Orang tersebut memejamkan matanya dan berhenti saat dia mendengarkan suara nafas dari arah pintu depannya.
Krekkkk.
“Lapor, Tuan. Ada seorang tamu dengan nama Ryuto Kurokami,” ucap orang yang datang tersebut, kemudian bertanya.
“Apa perintah anda, Tuan?,” orang tersebut bertanya dengan nada tenang dan sopan, dia menghormati orang yang duduk lotus tersebut.
“Bawa mereka ke ruang tamu, aku akan kesana segera,” ucap orang yang duduk lotus tersebut.
“Dimengerti,” orang yang melaporkan pergi meninggalkan dojo, orang yang duduk lotus mulai membuka matanya.
“Kurokami, apakah ini yang di maksud Kakek?” tanya orang yang duduk lotus tersebut, kemudian dia mengingat ucapan kakeknya.
Flashback
‘Jin, suatu saat jika kau bertemu dengan seorang dengan nama yang mempunyai arti Dewa Hitam, kau harus menuruti setiap ucapan orang tersebut,' ucap Kakek Jin.
‘Memangnya kenapa, Kek?’ tanya Jin dengan penasaran, karena dalam pandangannya, Geng Harimau miliknya adalah terkuat.
‘Karena, tanpa mereka dulu. Kita tidak sekuat dan sebesar sekarang,' ucap Kakek Jin, kemudian Jin paham.
Flashback end.
Jin yang duduk lotus, mulai berdiri dengan tegak, dia memiliki postur tubuh yang besar dan tinggi.
Jin berjalan keluar dari Dojo, dia pergi menuju ke arah ruang tamu, dia ingin menemui secara langsung pewaris Kurokami asli.
Di sisi Ryuto.
Ryuto melihat bahwa orang-orang di Geng Harimau begitu baik, Ryuto dan kelompoknya di bawa menuju ke ruang tamu.
Tiba di ruang tamu, Ryuto menatap ke arah interior. Sebuah ruang tamu yang bergaya alami.
Kemudian, Ryuto, June, Arisa, Silvia, Erika, dan Zero duduk di bawah dengan beralasan sebuah bantal.
‘Menurutku, mereka benar-benar mengikuti budaya kesopanan dari Jepang,' batin Ryuto, melihat dirinya duduk di sebuah bantal.
Kemudian, dia merasakan sebuah nafas langkah yang tajam. Dia tahu, bahwa nafas tersebut mirip Harimau.
Ke enam orang tersebut memang merasakan, namun tingkatan orang yang memiliki nafas Harimau rendah, hal tersebut membuat ke enam orang santai.
Srekkk.
Pintu di geser, kemudian terlihat sosok besar. Sosok tersebut tak lain ialah Jin. Ryuto menatap santai dan biasa.
Jin masuk dan menatap ke arah kelompok Ryuto satu persatu sampai akhirnya jatuh ke arah Ryuto.
Mata Jin membelalak saat kedua matanya bertemu, baru kali ini dia menemukan sosok yang mengerikan, bahkan Kakek yang dia takuti kalah ama Ryuto.
Jin segera menggelengkan kepalanya dan berjalan biasa ke arah kursi di depan Ryuto dan kelompoknya.
“Maaf, membuat kalian menunggu. Namaku adalah Jinku, ketua Geng Harimau,” ucap Jin, membuat Ryuto mengangguk.
“Maaf juga, kami datang tiba-tiba. Namaku adalah Ryuto Kurokami,” ucap Ryuto, kemudian di lanjutkan oleh istrinya.
“June Kurokami,” ucap June, memperkenalkan dirinya dengan sopan.
“Arisa Kurokami,” ucap Arisa, dia juga memperkenalkan diri dengan sopan.
“Silvia Kurokami,” ucap Silvia, sama seperti June dan Arisa, dia memperkenalkan diri dengan sopan.
“Erika Kurokami,” ucap Erika, ikut memperkenalkan diri dengan sopan, lalu keempat istri Ryuto berkata bersama.
“Kami adalah istri Ryuto Kurokami,” ucap mereka berempat, Jin dan beberapa orang yang berjaga terkejut.
‘Apa? Istri?’ batin Jin dan para penjaga tersebut, mereka benar-benar terkejut dengan informasi tersebut.
“Ehem, itu benar-benar mengejutkan ku,” ucap Jin, membuat ke empat istri Ryuto terkekeh mendengar hal tersebut.
“Yah, maaf telah mengejutkanmu, Jinku,” ucap Ryuto dengan santai. Sementara Jin mengangguk tak mempermasalahkan hal tersebut.
Jin memandang ke arah Ryuto, kemudian dia menstabilkan nafasnya dan menatap Ryuto dengan serius.
“Jadi, apa tujuan anda, Tuan? Tidak mungkin, hanya memperkenalkan diri, bukan?” tanya Jin, dia langsung ke intinya.
‘Menarik, aku suka dengan cara berfikirnya, segera ke inti, jangan bertele-tele,' batin Ryuto, kemudian berkata.
“Aku ingin Geng mu tunduk di bawah nama Kurokami,” ucap Ryuto, membuat para penjaga terkejut, mereka bersiap untuk bertarung.
Sementara itu, Ryuto dan ke empat istrinya dengan santai menunggu jawaban dari Jinku, Zero sendiri juga acuh.
“Anda ingin Geng Harimauku, berada di bawah nama Kurokami, anda ingin menjadi Tuan baru kami,” ucap Jin, dia menundukkan kepalanya.
“Tapi, Tuan. Apakah anda tahu, bahwa kami sudah dimiliki oleh keluarga terkaya no 1, yaitu keluarga Sasongko,” ucap Jin, menyelesaikan ucapannya sambil melihat ke arah Ryuto.
‘Apa yang kau akan ambil, walaupun kakek memintaku untuk mengikuti pewaris Kurokami, namun aku harus melihat, apakah dia penakut dan meninggalkan semuanya saat melawan orang yang lebih kuat,' batin Jin.
Jin melihat tatapan Ryuto yang santai, dia benar-benar terkejut. Jin harusnya melihat wajah Ryuto yang takut.
Namun, alih-alih takut, dia melihat Ryuto santai tak peduli dengan siapa lawannya pasti akan dihancurkan.
“Keluarga no 1?, Zero, apakah Indonesia benar-benar dijual?” tanya Ryuto, membuat Jin dan penjaga terkejut.
Jin tidak menyangka dengan ucapan dari Ryuto, bagaimana bisa berujung membeli Indonesia.
‘Orang ini benar-benar mengerikan, dia jika ingin dengan mudahnya mendapatkan. Kekuatan, harta, apapun itu, apakah ini definisi sebuah orang kaya?’ batin Jin.
“Belum, Tuan. Banyak yang mengira itu hanya iseng saja, bahkan pemimpin negara pun,” ucap Zero.
“Tapi, Alpha dan Eleven sudah bergerak menuju ke tempat Pemimpin tersebut, jika negosiasi dan kesepakatan batal, mungkin perang solusinya,” ucap Zero.
Ryuto memejamkan matanya, lalu dia bersandar di kursi tersebut. Kemudian, dia berkata.
“Perang kah, jika bisa dihindari, hindari saja. Kau minta Alpha dan Eleven bermain indah, retas seluruh stasiun internet Indonesia, tunjukkan kebusukan kepada warga,” ucap Ryuto.
Jin yang mendengar hal tersebut, dia melebarkan matanya. Dia tidak bisa berhenti untuk tidak terkejut.
‘Kurokami, benar-benar seperti julukannya, pewaris akan benar-benar kejam, jika sesuatu tidak bisa di berikan,' batin Jin.
Jin menghela nafas, kemudian dia menatap serius ke arah Ryuto yang sedang duduk dengan santai.
“Tuan, aku akan tunduk jika anda bisa mengalahkanku, aku tidak ingin kita tunduk pada orang yang lemah, itu akan menjadi aib bagi seekor Harimau,” ucap Jin.
Ryuto membuka matanya dan menatap Jin. Dia bisa melihat bahwa hal tersebut harus dia yang melakukan.
“Baiklah, tunjukkan lokasi kita bertarung,” ucap Ryuto, menyetujui tantangan dari Jin tersebut.
Jin mengangguk, lalu dia berdiri dan berkata dengan nada serius.
“Ikuti saya, Tuan,” ucap Jin, kemudian Ryuto berdiri, begitu juga ke empat istrinya, Zero sendiri sudah berdiri.
Mereka semua berjalan bersama mengikuti Jin yang mengarahkan mereka ke arah Dojo Geng Harimau tersebut.
Tiba di dojo, istri Ryuto duduk di samping beserta dengan Zero, beberapa orang dari Geng Harimau juga ada disana.
Ryuto dan Jin berada di tengah dan saling berhadapan, Ryuto memandang Jin dan berkata.
“Berubahlah,” ucap Ryuto tenang, namun dalam ucapan tersebut serius. Jin mengangguk, dia berubah.
Energi spiritual meletus, kemudian tubuh Jin membengkak. Dia terlihat berubah, menjadi seekor harimau emas setengah manusia.
“Aku sudah siap,” ucap Jin, suaranya menjadi berat akibat perubahan tersebut, kemudian salah satu anggota Geng Harimau maju.
“Pertandingan dimulai,”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.