Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 205


[Chapter 205.]


[Pemanasan.]


[Silahkan Dibaca.]


Halaman Istana Presiden.


Istri Ryuto tidak memakai senjata apapun, mereka melapisi tangan dengan energi spiritual, lalu membentuk energi tersebut menjadi apa yang mereka sukai.


Mereka semua memilih memanjangkan energi spiritual menjadi bilah yang sangat tajam, Ryuto yang melihat para istrinya bisa mengubah energi, dia tersenyum senang.


“Serang!”


Seketika para Undead berlarian ke arah istri Ryuto, 500 undead menyerang mereka, Erika dan Silvia melesat terlebih dahulu.


Wushh Wushh


Slashhhh.


Mereka menebas kepala undead tersebut, namun terlihat undead masih hidup dan tidak menghilang.


“Sepertinya kita harus menghancurkan mereka tanpa sisa,” ungkap Amy, selepas melihat pertarungan Erika dan Silvia.


“Itu benar, roh jahat kali ini sepertinya memiliki kemampuan Pemanggil undead,” Nina berkata dengan nada sedikit serius.


“Kalau begitu, mari kita bersenang-senang, anggap saja kita pemanasan sebelum santapan utama.”


Wushhh.


Haruna berkata, kemudian melesat dengan cepat ke arah para Undead. Para istri Ryuto tersenyum dan mulai melesat ke arah para Undead.


***


Ryuto menatap ke arah Undead yang sudah ditebas berkali-kali, jika masih ada sisa tubuh undead, mereka akan beregenerasi dan muncul undead lagi sesuai tubuh yang sudah di tebas.


“Hmmm, Undead ini meresahkan bagi prajurit laut ke bawah sebenarnya,” Ryuto mengetahui kelemahan dari para undead tersebut.


Dia kemudian menatap ke arah roh jahat yang terlihat menyeringai sambil melihat istri Ryuto menebas para undeadnya, Ryuto tersenyum kecut melihat hal tersebut, dia menggelengkan kepalanya.


“Batasan Undead hanya sampai 150.000, itu saja tidak lebih dari sebuah kota kecil, sungguh naif.”


***


Di sisi para istri Ryuto.


Seluruh istri Ryuto benar-benar senang melihat undead yang terus tumbuh dan menambah kembali.


1200, 1700, 2300, 4500, 7800.....


Mereka melihat para Undead terus berkembang dan menjadi bertambah terus-menerus.


“Seperti dugaan, Suami. Sepertinya mereka akan berhenti di angka 150.000,” ungkap Kaori, kemudian di tambahi oleh Sasha.


“Itu benar, yah kita hanya perlu menari dan menebas mereka, entah kenapa memotong mereka harus lebih kecil-kecil agar merasa senang.”


Beberapa istri Ryuto mengangguk setuju dengan Sasha, sebagian istri lainnya penasaran.


Mereka kemudian melesat dan menebas 2x dari tebasan sebelumnya, kedua kaki dipotong menjadi 12 bagian.


Slash Slash Slash Slash Slash Slash.


Slash Slash Slash Slash Slash Slash.


Selepas itu, mereka mulai menebas ke bagian tangan menjadi 12 bagian, sementara tubuh Undead menjadi kotak-kotak kecil.


Mereka merasakan sensasi aneh dan itu sangat menyenangkan, mereka tersenyum senang dan berkata bersama.


“Itu benar-benar menyenangkan.”


Beberapa istri Ryuto yang sudah melakukan hal tersebut pertama kali, tersenyum senang melihat saudari lainnya senang.


Seluruh istri Ryuto mulai melakukan pembantaian dengan sangat cepat, mereka benar-benar tidak peduli dengan jumlah Undead yang terus bertambah.


***


Roh jahat melihat hal tersebut, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ada yang masih sanggup menebas para Undeadnya sebanyak itu.


“Bagaimana bisa, tidak mungkin mereka bisa membunuh jumlah undead yang begitu banyak.”


Roh jahat tersebut menggertakkan giginya, dia tidak menyangka musuhnya kali ini sangat kuat dan itu perempuan.


Dia benar-benar merasa terhina, jika itu adalah perempuan yang melakukan hal tersebut, dia mulai mengingat betapa lcurnya perempuan seharusnya, betapa lemahnya makhluk tersebut.


Sampai akhirnya tiba, dimana dia melihat seorang perempuan yang menghancurkan seluruh hidupnya, perempuan yang membuat seluruh perempuan yang berada di dunia menjadi bangkit.


“Perempuan itu, aku paling benci dengan perempuan yang memiliki kedudukan sama dengan para laki-laki.”


Raung roh jahat tersebut, dia benar-benar marah mengingat kejadian hal tersebut, dimana dia terpojok oleh seluruh perempuan.


Mata bukan lagi kosong, melainkan mata pejuang yang menginginkan kemerdekaan, mata perempuan yang selalu menunjukkan ketidakmampuan dan kelemahan, berubah dalam sekejap menjadi berani dan pantang menyerah.


***


Ryuto menatap ke arah roh jahat yang berteriak dengan suara amarah, dia kemudian mengangkat bahunya, tidak peduli.


***


Roh jahat yang melihat para istri Ryuto, dia kemudian menatap ke arah Ryuto yang berdiri dengan tenang dan jauh dari pertempuran.


“Kalian para perempuan benar-benar buruk meninggalkan seorang laki-laki lemah sendirian, perempuan akan selalu perempuan, kecerobohan kalian tetap akan ada.”


Roh jahat kemudian mengangkat tangannya, dia juga mengingat dimana dirinya membunuh pembangkit para perempuan sebelumnya.


Aura jahat terkumpul di telapak tangannya, kemudian sebuah bola hitam terbentuk di telapak tangannya.


“Matilah kau,” teriak roh jahat tersebut, kemudian bola hitam melesat dengan cepat ke arah Ryuto.


***


Ryuto mendengar teriakan dari roh jahat, dia melihat ke arah roh jahat tersebut, kemudian melihat bola hitam melesat ke arahnya.


Ryuto mengerutkan keningnya melihat bola hitam bergerak lambat tersebut, dia sadar bahwa musuh meremehkan dirinya, dia tidak bisa tidak menunjukkan senyum mengejek.


“Dasar roh bodoh,” Ryuto berkata dan tidak memperhatikan bola hitam tersebut, dia kembali fokus ke arah para istrinya.


Bola melesat dan tiba di dekat Ryuto, namun bukannya meledak melainkan bola hitam utuh dan berhenti.


“Kembalilah ke Tuanmu.”


Wushhhh.


***


Roh jahat terkejut melihat serangannya berhenti, kemudian dia melihat serangannya kembali ke arahnya dan melesat 10x lebih cepat dari kecepatan awal.


“Sia-“ belum sempat roh jahat berkata, bola hitam tiba di dekatnya dan meledak dengan sangat keras.


Boooommmm.


***


Para istri Ryuto berhenti, bukan karena mereka terkejut dengan ledakan tersebut, melainkan mereka berhenti karena para undead yang mereka tebas menguap.


“Eh, apakah sudah puncak?” Lilia bingung, kemudian Yui menjawab dengan ekspresi senangnya.


“Sepertinya sudah,” ungkap Yui, kemudian dia menambahi ucapannya, “Ayo kita hilangkan seluruhnya, lalu mandi bersama.”


Istri lain dan mengangguk benar, mereka melanjutkan pembantaian dengan cepat bahkan mereka tidak terlihat sama sekali, karena sangat cepatnya.


***


Roh jahat yang terkena serangannya sendiri marah, dia benar-benar tidak menyangka dia akan terluka karena serangannya sendiri.


Namun, bukan hanya itu saja. Dia juga marah ketika melihat para istri Ryuto mulai membantai dengan sangat cepat.


Roh jahat tahu bahwa Undeadnya sudah berada di puncak jumlahnya, sekarang mereka akan menghilang sepenuhnya.


“Arhhh, lagi-lagi perempuan. Kalian harus mati seperti perempuan itu,” raung roh jahat, seluruh auranya terkumpul ke arah dirinya.


Selepas itu, terbentuknya bola hitam besar di depan roh jahat tersebut, kemudian bola hitam tersebut dilesatkan ke arah para istri Ryuto yang sudah selesai membasmi seluruh Undeadnya.


Wushhhhhh.


***


Ryuto yang melihat hal tersebut, tetap diam. Bagaimanapun juga serangan seperti itu tidak akan melukai para istrinya.


“Sepertinya orang itu punya dendam terhadap para perempuan,” ungkap Ryuto, dia benar-benar mendengar kata-kata kebencian dari roh jahat tersebut.


***


Para istri Ryuto melihat bola hitam besar melesat ke arah mereka.


Mereka menunjukkan senyum mengejek dan menghilang dari tempat, kemudian muncul di dekat roh jahat tersebut.


Bola hitam besar yang melesat terpotong tidak bersisa sama sekali, kemudian terlihat para istri Ryuto menusuk roh jahat tersebut.


Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.


“Entah kenapa, aku merasakan kebencian terhadapmu,” ungkap Lilia, kemudian Yuli menambahkan.


“Itu benar,” Yuli juga merasakan hal yang sama dengan Lilia, dia merasakan kebencian kepada roh jahat tersebut.


Roh jahat melihat dirinya di kalahkan oleh para istri Ryuto tidak terima, sebelum dia berkata-kata, dia menghilang menjadi butiran-butiran cahaya hitam.


Para istri Ryuto tersenyum karena sudah selesai menyelesaikan pemanasan tersebut, mereka berjalan ke arah Ryuto.


***


Tanpa mereka sadari, mereka telah dilihat oleh sosok perempuan di pohon beringin, sosok tersebut tersenyum dan menghilang menjadi butiran-butiran cahaya putih.


“Teruskan perjuangan kalian, kaum perempuan,” ungkap sosok tersebut, menghilang, kemudian secarik kertas terbang, yang bertulisan.


‘R.A Kartini.’


[To be Continued.]


Note : Selamat Hari Kartini, Guys.


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.