Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 239


[Chapter 239.]


[Kerusuhan Penjara Azkaban.]


[Silahkan Dibaca.]


Penjara tengah Laut, Azkaban. Selepas kejadian Cohza Akura yang melarikan diri dari penjara tersebut, sekarang Azkaban terjadi bencana yang lebih besar. Dimana seluruh tahanan melarikan diri dari Penjara tersebut.


“Bagaimana bisa mereka lolos.” Seorang Kepala Sipir berteriak ke arah para pasukannya. Seluruh pasukan diam, mereka tidak ada yang berbicara sama sekali. Pelarian tahanan secara besar-besaran membuat seluruhnya diam.


Kepala Sipir menatap ke arah pasukan, dia benar-benar terlihat marah dan penuh akan emosi. Salah satu pasukan maju dan berkata, “Seluruh tahanan lepas ketika kami semua menahan Cohza Akura dan Seida Mitsu keluar dari Penjara Azkaban, Pak.”


Seluruh pasukan benar-benar tertegun dan terkejut, ada seorang dari mereka yang berani berkata ketika Kepala Sipir marah. Mendengar salah satu pasukannya ada yang berbicara, Kepala Sipir itu menatap ke arah pasukan tersebut.


Kepala Sipir menatap dengan tajam, sementara Pasukan yang ditatap tetap terlihat tegap dan tidak takut sama sekali. Namun, tanpa diduga Kepala Sipir dengan cepat melayangkan kepalan tangannya ke arah pasukan tersebut.


Wushhhh.


Terlihat pasukan itu tetap tenang, akan tetapi perlahan sudut mulutnya naik menjadi sebuah seringai lebar. Dengan cepat, pasukan itu melakukan backflip. Namun, Kepala Sipir yang mengetahui hal itu menarik rambut dari pasukan tersebut.


Srekkkkkkkk.


Terlihat rambut panjat berwarna hitam ke coklatan keluar. Wajah pasukan itu terkoyak dan hancur, banyak yang terkejut akan hal itu. Mereka linglung ketika melihat wajah pasukan sebelumnya yang ternyata adalah seorang perempuan cantik mirip artis papan atas.


Perempuan dengan bibir merah yang menggoda, tubuh yang benar-benar terawat. Pakaian ketat berwarna hitam, belahan buah miliknya terlihat. Kepala Sipir menatap tajam ke arah perempuan itu, lalu berkata dengan suara berat. “Tahanan Level 4, Casana si Artis pembunuh.”


Casana menutup mulutnya, kemudian tertawa menggoda. “Fufufu~ aku sungguh benar-benar tersanjung, diingat oleh seorang Kepala Sipir.” Para pasukan mulai mengeluarkan pistol mereka satu persatu. Namun, ketika seluruh pasukan menarik pelatuknya, tidak mengeluarkan satupun peluru.


Kling Kling Kling.


Seluruh pasukan menatap ke arah Casana yang membuang banyak peluru dari tangannya. Mereka semua melebarkan matanya ketika melihat hal itu. Namun, beberapa detik kemudian pandangan seluruh pasukan menghitam.


“Casana, kau lama sekali membunuh mereka semua.” Terdengar suara dari arah belakang para pasukan. Kepala Sipir melihat seluruh pasukannya mati, kemudian pandangannya beralih ke asal suara tersebut.


“Hm, aku ketinggalan satu, yah.” Sosok orang terlihat, Kepala Sipir melebarkan matanya namun pandangan miliknya seketika menghitam. Dia tidak tahu kapan serangan musuh mengenainya. “K..au...”


Brukkk.


“Berly, kau menggangguku.” Casana cemberut terhadap sosok tersebut. Perlahan sosok itu menampakkan dirinya. Terlihat seorang pemuda dengan masker hitam dan jaket hitam. Di belakang jaket hitam miliknya terdapat sebuah lambang yang sama dengan Casana.


“Casana jangan mulai lagi.” Sebuah suara berasal dari pipa atas. Casana menatap ke arah asal suara itu dan berkata, “Kai, huff baiklah.” Casana cemberut dan menendang sebuah batu kecil di dekatnya dan berjalan duduk di atas Kepala Sipir.


Batu yang ditendang oleh Casana melesat ke arah sosok yang berdiri di dekat pipa jalan keluar. Sosok tersebut menangkap batu itu dengan ringan. Kemudian, dia menghancurkan batu tersebut menjadi sebuah debu pasir.


“Casana, Berly, Kai, Arza, mari kita berkumpul terlebih dahulu.” Sosok lain muncul dengan membawa sebuah lembaran yang besar, sosok itu membuka lembaran tersebut dan terlihat judul tertulis di lembaran besar tersebut. ‘Peta Dunia.’


Casana yang duduk di atas Kepala Sipir menatap ke arah Sosok membawa lembaran tersebut. Dia berdiri dan berjalan ke arah sosok itu. Begitu juga sosok yang bernama Kai juga melompat dari atas pipa.


Terlihat sosok kai, memiliki wajah rata-rata dengan warna kulit sedikit gelap. Di mata kanannya terlihat ada garis tebasan pedang lurus secara vertikal. Fisik miliknya terlihat seperti orang pantai, berotot sedang namun kuat.


‘Penjahat Tingkat 4, Kai sang Monster Pantai Utara.’


Sosok yang berdiri di pipa dengan nama Arza, juga ikut berjalan ke arah Sosok yang membuka lembaran kertas besar tersebut. Dia berjalan dengan langkah yang keras. Perlahan-lahan sosok itu mulai terungkap.


Terlihat orang besar dengan tubuh yang kekar dan berotot mirip seperti Tentara perang. Baju dengan warna hijau muda, hijau tua, dan hitam terpadu menjadi satu. Pakaian itu terlihat ketat sampai menampilkan tubuhnya yang berotot penuh.


‘Penjahat Tingkat 5, Arza Dewa keadilan dari Indonesia.’


Ke-4 orang tersebut berjalan bersama menuju ke arah sosok yang membawa lembaran kertas besar, yang tak lain ialah Peta Dunia. Lampu seketika menyala dan perlahan menampilkan sosok orang tersebut.


Terlihat, seorang Pemuda dengan tubuh berotot ramping, kulit miliknya cerah. Pemuda itu memakai sebuah masker berwarna putih. Iris matanya berwarna merah, sementara rambut miliknya panjang dan warna hitam. Anting emas tiga di sisi kanan dan kiri telinganya. Setiap jari miliknya terdapat cincin Emas.


‘Penjahat Tingkat 5, Karzhan Dewa Perang berdarah.’


Ke-5 orang itu berbeda namun memiliki satu hal yang sama yaitu sebuah lambang di pakaian maupun celana mereka. Lambang dengan Dewa kematian membawa sebuah Sabit. Kemudian, di bawahnya tertulis kata, ‘Hell.’ Artinya adalah Neraka.


Ke-5 orang itu menatap ke arah Peta Dunia. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengerutkan keningnya. “Dunia sudah berubah, sekarang berubah menjadi Kerajaan.” Casana menatap Peta itu dengan ekspresi datar.


“Informasi yang kudapatkan, Dunia dikuasai oleh Dua Kerajaan, Kurokami dan Star.” Berly berkata dengan nada serius. Sementara itu, Kai masih menatap ke arah wilayah dari kedua Kerajaan tersebut.


“Kurokami menguasai Blue? Hmm, benar-benar mengejutkan.” Kai sedikit terkejut melihat wilayah Kurokami yang berada di Blue. Casana dan Berly menatap ke arah hal itu. Sementara itu, Karzhan memandang dengan dingin. “Kurokami, nama yang tidak asing dan juga terlalu sombong.”


Arza sendiri hanya menatap, dia tidak banyak bicara. Karzhan menatap ke arah Casana, Berly, Kai, dan Arza. “Target sudah dikonfirmasi, mari kita hancurkan Kerajaan Kurokami. Bagaimanapun juga disana terlihat ada yang menarik.”


Ke-4nya mengangguk, lalu mereka ber-5 berjalan keluar dari Aula utama dan pergi menuju ke arah pintu keluar Penjara Laut Azkaban. Rute mereka benar-benar bebas dari pantauan seluruh Pasukan yang sudah ditempatkan di Penjara Laut Azkaban.


“Tunggu kami, Kerajaan Kurokami. Kalian akan musnah di Dunia ini.”


***


Jalan Tokyo, Mobil Limosin melaju dengan santai menuju ke arah Kediaman Kurokami. Dalam mobil itu terdapat seorang pemuda dengan berbagai perempuan. Pemuda dan perempuan itu ialah Ryuto dan para istrinya.


“Sepertinya akan terjadi sesuatu dalam waktu dekat.”


[Data Istri Ryuto : Lily Kurokami.]


Lily adalah seorang Budak keluarga Vincent. Namun, dia sudah diselamatkan oleh Ryuto dan menjadi Maid kediaman Ryuto. Namun, bagi Ryuto seluruh yang berada di dalam kediamannya adalah keluarga, dia tidak membedakan sama sekali. Alhasil Lily menjadi istri Ryuto tepat saat di Bali.


(Nama : Lily Kurokami.)


(Umur : 21 Tahun.)


(Tingkat : Prajurit Alam tahap 9.)


(Kondisi : Senang, Hamil, bahagia, puas.)


(Persentase mencintai Ryuto : 100%.)


[To be Continued.]


Note : Telat update ada urusan di RL


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.