
[Chapter 46.]
[Melawan Anggota Mafia Ular.]
[Silahkan Dibaca.]
Andy melesat dengan cepat menuju ke tempat Mafia Ular. Karena, Malam hari, jadi kendaraan sepi. Andy, bisa leluasa dalam berkendara.
Beberapa menit kemudian, Andy sudah tiba di sebuah Bar. Andy memarkirkan mobilnya agak jauh dari bar, dia keluar dan mengunci mobilnya.
Andy pun berjalan menuju ke bar, dengan santainya. Tidak ada yang menghalanginya, karena Bar tersebut buka malam, jadi banyak pengunjung yang bukan Mafia Ular, yang berada di Bar tersebut.
Andy, masuk dan duduk di bangku dekat dengan peracik minuman, atau bisa dikatakan pembuat minuman. Andy lalu membeli minuman.
Lalu, peracik pun memulai membuat Bir yang diinginkan Andy. Selesai, membuat. Sang peracik minuman menyerahkan minuman tersebut ke Andy.
“Terimakasih.” Ucap Andy, hanya dibalas anggukan oleh peracik. Lalu, Andy berbalik dan melihat bar tersebut, lampu berwarna-warni berputar, lalu musik diputar.
‘Bisa dibilang mirip sih dengan Indo.’ Batin Andy, kemudian ada seorang Perempuan yang duduk di sebelah Andy, lalu berkata.
“Hai, apakah kau baru disini.” Ucap Perempuan tersebut, menyapa Andy yang berada di sebelahnya. Lalu menatap ke Pembuat minuman.
“Seperti biasa, Barley.” Ucap Perempuan tersebut, Si Pembuat minuman mengangguk lalu memulai membuat minuman. Andy, yang merasa di sapa berbalik dan menatap ke arah Perempuan tersebut.
“Yah, bisa dibilang begitu.” Ucap Andy, sambil tersenyum ramah. Sedangkan, Perempuan tersebut sedikit tersipu melihat senyuman Andy, lalu berkata.
“Benar berarti tebakanku. Oh ya, namaku June. Seperti biasa, aku kesini untuk menghilangkan beban fikiranku.” Ucap Perempuan yang bernama June, lalu minuman pun di hidangkan di depannya.
“Terimakasih.” Ucap June, si pembuat minuman seperti biasa hanya mengangguk, lalu melanjutkan pekerjaannya. Andy pun bertanya.
“Apakah segitu beratnya fikiranmu?. Oh juga, namaku Ryuki.” Ucap Andy, berbohong dengan namanya. Karena, Andy merasa June juga bukan nama Perempuan tersebut.
“Ya, begitulah. Kau bukankah masih pelajar jika dilihat-lihat?.” Ucap June, sambil meminum Birnya. Sedangkan, Andy tersenyum dan menjawab.
“Kau benar. Aku masih pelajar.” Ucap Andy, juga meminum Birnya. June, tidak menatapnya dan hanya berkata sambil tersenyum.
“Enaknya, kaum pelajar zaman sekarang.” Ucap June, sedangkan Andy menjawab sambil tersenyum.
“Sama saja, bukankah kau juga masih pelajar?.” Ucap Andy, sedangkan June sedikit terkejut dengan ucapan Andy.
“Oh, tidak. Aku sudah lulus Universitas 3 Tahun yang lalu, jadi kamu harus memanggilku Onee-san.” Ucap June dengan bangga. Lalu, kemudian mereka tertawa pelan bersama. Namun, tawa mereka berhenti saat ada suara.
“Oh, ada Perempuan Manis disini. Bagaimana kalau, kita minum bersama.” Ucap suara tersebut, Andy dan June melihat orang tersebut, namun Andy fokus di baju dan punggung tangan orang tersebut. Di kedua tempat tersebut, terdapat lambang ular berwarna hitam.
‘Oh, akhirnya muncul juga satu anggotanya.’ Batin Andy, lalu June yang melihat itu berasal dari Mafia Ular. June menjawab dengan datar.
“Maaf, aku tidak tertarik. Aku sudah minum bersama dengan Laki-laki sebelah ku.” Ucap June, seketika orang Mafia tersebut, menatap ke arah Andy.
“Apakah dengan Bocah ini. Cih, Bocah kurus ini. Hahahaha.” Ucap anggota mafia tersebut, sambil tertawa. Lalu, kemudian melanjutkan ucapannya.
“Oi, bocah. Menyingkirlah dari situ, biar kakak ini menemani, Perempuan ini.” Ucap AMU 1 (anggota mafia ular.), Sedangkan Andy hanya tersenyum dan mengabaikannya.
Melihat tingkah Andy, June menahan tawanya. Banyak pengunjung juga menahan tawanya, sedangkan AMU 1 wajahnya memerah karena marah. Lalu menatap ke arah Andy dengan tajam.
“Oi, bocah. Kau berani menghinaku kah, kau tahu aku adalah Anggota Mafia Ular.” Ucap AMU 1 tersebut, lalu melihat Andy hanya diam, dia pun melanjutkan dengan ejekan.
“Takut kan, kau. Tapi, aku bisa memaafkan mu, setelah jilat kakiku ini.” Ucap AMU 1, sambil mengangkat kakinya di kursi.
Sedangkan Andy, hanya minum dan mengabaikannya, June sudah tidak bisa menahan tawanya, alhasil dia tertawa pelan. Begitupun para Penonton, namun saat mendengar nama ‘Mafia Ular’ mereka segera diam.
Sedangkan AMU 1 tersebut. Emosinya sudah memuncak dan lepas, dia dengan marah berteriak, sambil memukul Andy.
“B*jingan, beraninya kau mengabaikan ku!.” Raung AMU 1, melayangkan pukulan dengan cepat ke arah kepala Andy. Sedangkan, Andy yang merasakan pukulan akan tiba, dia mengangkat tangan kirinya.
Bughh.
Tangan Andy, menahan pukulan AMU 1 tersebut, lalu mencengkram dengan kuat. Sedangkan, June sedikit terkejut melihat Andy bisa menahan pukulan itu, sedangkan AMU 1 meringis kesakitan.
‘Sial, Cengkraman anak ini begitu kuat.’ Batin AMU 1, berusaha melepaskan diri dari cengkraman Andy. June terkejut melihat usaha AMU 1 melepaskan cengkraman Andy.
Andy, kemudian melepaskan cengkraman tangannya, lalu terlihat AMU 1 mundur beberapa langkah, sambil memegang tangannya yang sakit.
“Ups, maaf apakah sakit?.” Ucap Andy, dengan senyuman mengejeknya, sontak semua pengunjung yang bukan Mafia Ular, bergegas pergi keluar saat melihat akan ada pertarungan.
Sedangkan, June dia tetap berada di tempat. Dia mengamati pertarungan ini, June tidak takut dengan Mafia Ular, dia tertarik dengan pertarungan ini nanti.
“Sial, oi kau apakan teman kami, Hah.” Ucap AMU 3 datang dengan marah, saat melihat AMU 1 terluka. Andy, kemudian melihat setiap ruangan. Andy melihat ada sekitar 100 AMU disana.
“Oh, aku lihat-lihat tidak ada sama sekali Boss kalian. Padahal, aku ingin membuat perhitungan dengan Bos kalian.” Ucap Andy, dengan berani. AMU terlihat wajahnya menghitam.
Mereka menatap ke Andy, dengan marah. Sedangkan, June terkejut dengan keberanian Andy tersebut, dia benar-benar tertarik.
“Oi, Bocah jaga bicaramu. Kau ingin membuat perhitungan dengan Bos kami, apakah kau meremehkan dirinya.” Ucap AMU 56. Andy menatap mereka secara datar dan berkata.
“Kalian semua lemah.” Ucap Andy, seketika 20 AMU berlari menuju ke Andy, dan melayangkan pukulannya.
“Si*lan, terima ini.” Ucap AMU 1, melayangkan pukulan kembali. Setelah tangannya sudah sembuh. Andy, menghindar dengan menunduk.
Kemudian, Andy menendang dengan kaki kanannya, tepat kepala AMU 1, lalu AMU 2 dan AMU 3 melayangkan pukulan, dari depan Andy.
Andy, menghindar ke arah samping, dan memukul Perut AMU 2. Kemudian, melayangkan tendangan terbalik ke arah Kepala AMU 3 dengan cepat.
Bughhh Bughhh Bughh.
Ketiga AMU jatuh tak sadarkan diri ke tanah, namun ke 17 AMU tidak peduli, mereka melingkari Andy, untuk membuat Andy tidak bisa kabur.
“Hebat juga kau, bocah. Bisa membuat mereka bertiga pingsan, tapi kamu akan mati setelah in-“ Ucap AMU 4 terpotong oleh Andy yang melompat dan menendang dirinya.
Andy, tidak tinggal diam, saat melihat AMU 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 melayangkan pukulan dan tendangan. Andy backflip satu kali, kemudian melihat tendangan dan pukulan sudah selesai.
Andy, kemudian melompat dan menendang tepat kepala mereka semua.
Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.
Keenam AMU mundur beberapa langkah sambil memegang kepala mereka yang terasa pusing. Andy, yang melihat mereka memegangi kepalanya, dia tersenyum.
Lalu, melihat ada serangan dari belakang, Andy menggunakan pukulannya memukul tepat serangan tersebut.
Ctarrrr.
Suara botol pecah, karena tinjuan Andy. Namun, tinjuan Andy tidak berhenti sampai disitu, dia memukuli AMU 11 dengan cepat.
Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.
Lalu, Andy melihat keenam AMU yang memegangi kepalanya mulai sadar dari pusingnya. Andy, mengambil serpihan kaca dari botol tersebut, lalu melemparnya.
Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.
Serpihan kaca tersebut, tepat mengenai titik dimana membuat mereka terkejut dan tak sadarkan diri. Lalu, Andy melihat AMU 12 – AMU 20, mulai maju menyerangnya.
Andy, tersenyum lalu menunduk, kemudian melompat dan melayangkan tendangan berputar secara Horizontal. Ke 9 AMU terkejut dan tidak bisa mengelak, mereka semua terkena tendangan tepat, perut mereka.
Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.
Ke 9 AMU mundur beberapa langkah, sambil memegangi perut mereka yang sakit, Andy yang meliha itu tidak tinggal diam.
Dia berlari ke arah AMU 12, kemudian menggunakan lututnya, menyerang ke arah wajah AMU 12 tersebut.
Bughhhh.
“Aghhhh.” Ucap AMU 12, terjatuh tidak sadarkan diri di tempat. Andy, tidak berhenti disitu. Dia kemudian, menendang AMU 13, yang berada di dekat AMU 12.
Bugh.
Andy terus menendang memukul, tepat kepala mereka. Sampai akhirnya AMU 20 pingsan di tempat. Lalu, memandang ke arah AMU lain yaitu AMU 21-100.
“Sungguh lemah.” Ucap Andy, sedangkan AMU 21-100, mereka terkejut dengan hal yang mereka lihat. Lalu, menjadi hitam kembali saat mendengar ucapan Andy.
June di sisi lain, dia terkejut melihat aksi pertarungan Andy, dia tidak berharap bahwa Andy benar-benar bisa mengalahkan ke 20 AMU tersebut.
‘Siapa sebenarnya, Ryuki ini?.’ Batin June, dengan menyebut nama samaran dari Andy.
Di sisi Andy, melihat ke arah 80 AMU yang masih duduk. Kemudian 30 orang berdiri, sambil membunyikan suara tangan dan kepalanya.
Krak krak.
Suara tulang tersebut terdengar jelas di ruangan tersebut, karena mereka mengeluarkan suara bersama. Lalu, mereka 30 AMU, melesat ke arah Andy sambil teriak.
“Bunuh, Bocah itu!.” Teriak salah satu AMU, mereka berlari menuju Andy. Sedangkan, Andy tersenyum dan melesat ke arah AMU tersebut sambil teriak tidak jelas
“Orraaaa!.” Teriak Andy, lalu saat mereka sudah dekat. Andy melompat dan memukul tepat kepala dari AMU 21.
Bugh.
AMU 21 jatuh tak sadarkan diri di tempat. Andy melihat berbagai pukulan ke arahnya. Andy dengan mudah menghindari, serangan tersebut.
Andy bisa menghindari serangan tersebut, karena Andy melihat serangan tersebut sangat lambat, lalu Andy berfikir.
‘Apakah, ini Kungfu China. Tapi ini mirip seperti Kultivator.’ Batin Andy. Namun, mengabaikannya karena sekarang dia harus mengalahkan musuhnya tersebut.
Andy, melihat serangan dari AMU 21 – 30, secara melingkar. Andy kemudian, menunduk dan menendang kaki mereka. Sehingga mereka kehilang keseimbangan dan jatuh.
Andy, melihat mereka satu per satu jatuh, namun saat dia ingin memukuli satu per satu kembali, Andy merasakan sebuah serangan dari samping.
Andy, kemudian menghindar ke belakang dan melihat bahwa serangan itu adalah Pemukul bisbol besi. Andy, kemudian menendang pemukul tersebut, tepat kepalanya.
Bughhhh.
Pemukul bisbol terlepas, Andy menangkapnya kemudian menghantamkan Pukulan itu kebawah dengan Energinya.
Boommmm.
Ledakan, pukulan tersebut membuat lantai disana terlihat seperti jaring, semua AMU terkejut melihat itu, mereka tidak bisa tidak menelan air ludah mereka.
Glekk.
Hanya ada satu kata difikiran mereka. ‘mengerikan.’ Kini mereka tahu bahwa Anak muda di depan mereka tidak selevel dengan mereka, salah satu AMU segera mengambil telponnya.
Dia segera menelpon, Boss Mafia Ular dengan cepat. Andy, membiarkan mereka menelpon Bosnya. Namun, Andy melihat bahwa sisa dari, AMU berdiri dan berkata.
“Kami akan menghalangi mu, sampai Bos kami tiba.” Ucap AMU 100. Lalu, kemudian memerintahkan semuanya untuk menyerang Andy.
“Serang, dia. Walaupun kita bukan levelnya, terpenting halangi dan buat dia sibuk. Sampai Bos kita datang.” Teriak AMU 100. Seketika AMU yang masih berada di dekat Andy, mulai mengeroyoki Andy.
Andy, hanya dengan mudah menghindari dan memukul. Setiap AMU yang menyerang. Andy, dengan santai melawan mereka.
Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh.
Tak lama, kemudian. Hanya tersisa 20 EMU yang masih berdiri dengan ketakutan. Andy, melihat mereka dan duduk di bangku.
“Cih, sisa 20. Kapan Bos kalian muncul?.” Ucap Andy, dengan mudah. June disisi lain terkejut, melihar Andy begitu mudahnya melawan 80 AMU tersebut.
AMU 81 – 100 sudah tidak peduli lagi. Mereka segera melesat ke arah Andy yang lengah karena duduk. Andy, tetap menatap mereka sambil tersenyum.
“Majulah, akan kuladeni kalian.” Ucap Andy, dengan nada provokasi nya. 20 AMU tersebut. Geram, Marah, Takut, dan Sedih jadi satu. Mereka bingung harus bagaimana.
Namun, saat mereka akan di dekat Andy. Mereka berhenti, dan tiba-tiba terjatuh. Tidak bisa bergerak.
Mereka lalu melihat ke arah sebuah pecahan kaca di sekitar kaki mereka, seketika mereka sadar bahwa mereka sudah kalah. June yang masih duduk di bangku konter, ingin menghampiri Andy. Namun berhenti saat mendengar sebuah suara.
“Siapa yang melakukan ini semua!.” Teriak marah seseorang yang masuk ke dalam Bar. Lalu, orang tersebut melihat ke arah Andy yang sedang duduk di antara para anak buahnya yang terkapar tak sadarkan diri.
“Kau, kah Anak muda, yang membuat anak buahku. Tidak sadarkan diri?.” Ucap orang tersebut yang tak lain ialah Bos Mafia Ular, Yuchi sang Manusia Ular.
Andy, kemudian menatap ke arah Yuchi tersebut. Lalu, matanya yang semula datar dan tidak peduli, berubah menjadi cerah.
“Oh, akhirnya aku bertemu seseorang yang memiliki seni bela diri.” Ucap Andy, saat melihat sebuah Energi berwarna Hijau keunguan di sekitar Yuchi.
“Oh, kau juga ahli Bela diri. Nak, aku tidak tahu. Kami menyinggung apa, tapi kau sudah melakukan hal yang paling tidak bisa terima.” Ucap Yuchi, melepaskan bajunya.
Energi yang berada di Yuchi menyebar dengan cepat, Andy juga melepaskan Energinya. June di sisi lain, terkejut dengan Energi keduanya. Dia hanya melapisi dirinya dengan Energi miliknya, agar tidak terpengaruh.
Wushhh Wushhh.
Di belakang Yuchi terlihat Siluet Ular hijau yang besar. Sedangkan, siluet di belakang Andy, seperti Yin dan Yang.
Keduanya saling menatap, Yuchi dengan ekspresi ingin memangsa, sedangkan Andy ekspresinya datar. Setelah itu mereka berdua melesat bersama.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thanks you Minna-san.