Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 82


[Chapter 82.]


[Menenangkan satu Sekolah.]


[Silahkan Dibaca.]


Andy dan guru olahraga sudah berada di tempat untuk pertandingan, mereka melakukan posisi untuk awalan.


“Mulai.” Teriak siswa yang menjadi wasit tersebut. Lalu, Andy dan guru olahraga langsung terjun. Namun, Andy sedikit kurang cepat untuk awalan.


Bukan dia tidak sengaja, tapi dia melakukan itu dengan sengaja agar dia benar-benar mempermalukan balik guru olahraga tersebut.


Saat melihat, guru olahraga sudah berada di depan. Andy dengan santai berenang seperti biasa, namun mata para penonton melihat Andy seperti berenang sangat cepat.


Yui, Yuka, Angel tertawa pelan. Namun, itu juga berhasil mengundang pertanyaan dari para siswa. Lalu, siswa perempuan di dekat Yui bertanya.


“Kenapa, kalian tertawa? Apakah kalian tidak khawatir dengan Andy?.” Ucap perempuan tersebut.


“Hehehe, bukan itu. Kami tidak khawatir kepada Andy, kami sudah tahu Andy pasti menang. Tapi, kami tertawa karena Andy sengaja membuat guru itu berenang dulu, lalu Andy mengejar guru tersebut.” Ucap Yui, sementara perempuan tersebut mengangguk.


Para siswa akhirnya paham, kenapa keempat istri Andy begitu tenang. Mereka berempat benar-benar percaya dengan Andy.


Di sisi pertandingan, Andy memimpin pertandingan tersebut. Lalu, Andy sampai terlebih dahulu dan melihat bahwa guru olahraga masih di tengah jalan.


Guru olahraga tiba di samping Andy dengan wajah muramnya. Lalu, keduanya naik ke daratan. Kemudian, guru olahraga tersebut berkata.


“Kalian semua berenanglah sesuka hati, guru sedikit tidak enak badan.” Ucap guru olahraga tersebut, pergi tanpa menunggu jawaban dari para siswa.


Namun, saat dia sudah berbelok pergi dari kolam renang. Dia mendengar banyak siswa tertawa, guru olahraga tersebut menggertakkan giginya.


“Si*lan, awas saja kau bocah. Pulang nanti, akan kubunuh. Baru kali ini aku malu dengan seorang siswa.” Ucap guru olahraga tersebut, lalu dengan cepat pergi menuju ke kantornya.


Di sisi Andy, semuanya tertawa melihat kepergian guru olahraga. Lalu mereka semuanya, terjun untuk berenang di kolam renang.


“Hahaha, selamat Andy, telah memalukan guru tersebut.” Ucap siswa A sambil tertawa.


“Hahahaha, wajahnya seketika menjadi muram.” Ucap siswa B sambil tertawa dengan keras.


“Kau benar, entah kenapa aku juga puas melihat wajah guru olahraga tersebut.” Ucap siswa C.


Sementara, Andy tersenyum dan mengangguk. Lalu berkata dengan santai.


“Aku tidak suka juga melihat guru olahraga tersebut, pandangannya mengarah ke perempuan dan menunjukkan senyum mesum dibalik senyum normal.” Ucap Andy.


Seketika, para siswa benar-benar terkejut, namun mereka senang. Dengan adanya Andy siswa tidak akan dilecehkan oleh guru olahraga tersebut.


Beberapa jam kemudian, bel istirahat berbunyi. Semua siswa kelas 2-B keluar kolam dan pergi ke tempat ganti.


Mereka semua berganti dari pakaian olahraga menjadi Seragam. Lalu, semua pergi menuju ke kelas maupun kantin.


Andy, dihampiri Yui, Yuka, Angel, dan Silvia. Mereka berlima pergi ke kantin bersama. Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Sayoko dan Sasha.


“Andy, kita ke klub musik.” Ucap Sayoko, sementara Yui, Yuka, Angel, dan Silvia terkejut. Lalu, Yui berkata.


“Apakah Andy ikut klub musik?.” Ucap Yui sedangkan Sayoko menjawab sambil menganggukan kepalanya.


“Iya, tapi dia melatih klub musik tersebut. Karena, akan mengikuti kompetisi di Osaka.” Ucap Sayoko, lalu keempat istri Andy tersebut tersenyum cerah.


“Bisakah kami ikut menuju ke klub musik?.” Ucap Yuka, lalu Sayoko mengangguk dan berkata.


“Ayo, kita menonton.” Ucap Sayoko, lalu mereka berenam pergi sambil menarik Andy menuju ke klub musik.


Dalam bayang-bayang terlihat ada 4 pasang mata yang melihat hal tersebut, lalu bayang-bayang tersebut mengikuti keenam orang yang membawa Andy.


“Arisa, apakah kamu yakin bahwa kamu menyukai Andy?.” Ucap sosok bayang tersebut. Sementara bayang lainnya, adalah Arisa.


“Itu benar, Yuna-senpai. Aku menyukainya sudah sejak makan bersama dengan Sera, Raul, dan Angel.” Ucap Arisa, lalu bertanya.


“Aku memang tertarik, namun Ibuku sudah menjadi Istrinya.” Ucap Yuna, dengan sedih. Arisa kemudian menarik dan berkata.


“Jangan menyerah, Andy saja mengambil ibu darii Yui dan Yuka juga.” Ucap Arisa, sementara Yuna terkejut, namun dia tidak ingin sekali pandang dan jatuh cinta. Dia ingin mengalam keromantisan seperti pacaran.


“Apakah Andy tidak ingin seperti pacaran atau apa gitu, Arisa?.” Ucap Yuna, sementara Arisa menatap Yuna aneh.


“Kau ingin pacaran daripada menikah, Yuna?. Apakah kamu sehat?.” Ucap Arisa, sedangkan Yuna menatap datar ke arah Arisa.


“Apa maksudmu dengan itu?. Aku juga ingin menikah.” Ucap Yuna, sementara Arisa mengangguk dan berkata.


“Terus kenapa kamu ingin pacaran, kalau Andy lebih milih Menikah. Sedangkan, kita mencintainya dan Andy juga, intinya kita benar-benar mencintainya. Tapi, kalau kamu ada niat untuk pergi mengkhianati dirinya, lupakan untuk dekat dengan Andy,” Ucap Arisa.


Lalu, dia pergi meninggalkan Yuna yang terdiam berfikir. Sementara, Yuna berfikir kembali. Dia jelas tahu bahwa semenjak melihat Ibunya bahagia dengan Andy, dia juga ingin merasakannya.


“Baiklah, diterima atau tidak. Terpenting aku akan mencoba.” Ucap Yuna, dengan cepat berlari menyusul Arisa yang menuju ke tempat klub musik.


Di sisi Andy, dia sekarang melihat ke arah lima orang yang memegang alat musik masing-masing. Andy pun berkata.


“Kalian sudah bagus, dalam satu hari kalian sudah berubah.” Ucap Andy, sementara ke limanya terduduk dengan lelah.


“Istirahatlah, aku akan membuat kalian rileks.” Ucap Andy, lalu berjalan ke arah piano yang dipakai oleh Akari.


Andy memainkan soundtrack 'Konoha Peace.’ Mereka yang mendengar nada dari piano Andy, berbaring di lantai, menikmati suasana sebuah desa yang indah.


Mereka melihat berbagai anak-anak bermain dan berlarian, Ibu-ibu yang sedang belanja dan sedang melakukan kegiatan berkumpul.


Sayoko, Sasha, Yui, Yuka, Angel, dan Silvia benar-benar terpesona dengan keindahan desa tersebut. Mereka juga merasakan hembusan angin yang menyejukkan.


Satu fikiran yang terlintas di benak mereka semua ‘Apakah aku sedang bermimpi?. Tapi mimpi ini sangat nyata dan indah.’


Juga karena pintu dibuka sedikit oleh Arisa membuat suara piano dari Andy, keluar dari ruangan. Semua siswa dan guru menjadi sejuk dan santai.


Beban di fikiran mereka menjadi menghilang, mendengar suara nada dari piano Andy. Di hati mereka hanya bisa berkata ‘Nyaman.’


Andy masih melanjutkan kembali, dengan Soundtrack ‘Konoha Peace kedua.’ Nada yang lembut membuat semuanya tersenyum.


Nyaman dan tentram, hati menjadi damai. Mereka semua rileks, mendengar suara melodi dari Andy. Namun itu semua terhenti di kala Bel Masuk berbunyi.


Kriiinnngg.


Andy yang bermain terhenti, lalu mengerutkan keningnya.


‘Bukankah, ruang ini kedap suara?.’ Batin Andy, lalu melihat ke arah pintu, dia melihat Arisa dan Yuna yang sedang bingung.


“Kalian berdua masuklah.” Ucap Andy, menyadarkan semuanya. Lalu, Arisa dan Yuna masuk dan menutup pintunya.


“Arisa, Yuna kesini duduk disini.” Ucap Yuka, keduanya mengangguk lalu berjalan ke arah Yuka. Andy pun melanjutkan kembali.


[To be Continued.]


Promosikan karya teman



satu lagi



Yuk di baca Novel karya temanku.


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.