Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 84


[Chapter 84.]


[Mengantar Kaori.]


[Silahkan Dibaca.]


Guru olahraga mendengar itu, geram. Dia berfikir berani-beraninya seorang murid berkata seperti itu kepada guru.


“Kamu..” Ucap Guru olahraga tersebut, dia marah dan benci. Dia menatap Andy dengan penuh kebencian, dia lalu berbalik dan pergi.


“Awas saja, kamu.” Ucap Guru olahraga tersebut pelan, namun Andy bisa mendengar ucapan tersebut. Andy menatap punggung guru olahraga tersebut.


‘Berani mengusik Keluargaku, nyawa adalah gantinya.’ Batin Andy berbalik dan berjalan ke arah Kaori yang tertidur.


“Kita pergi ke kelas terlebih dahulu,” Ucap Andy dengan tenang. Sayoko, Yui, Yuka, Sasha, Silvia, dan Angel mengangguk.


Andy berbalik dan menatap ke arah Aria. Andy tersenyum, lalu berkata dengan lembut dan nyaman.


“Sensei, kalau kamu benar-benar ingin menjadi Istriku, pergilah ke rumahku.” Ucap Andy berjalan pergi sambil menggendong Kaori.


Sementara itu, keenam istri Andy mengikuti Andy dari belakang. Aria melihat dan mendengar ucapan Andy, tidak bisa tidak memerah.


‘Apakah tidak masalah, aku menjadi miliknya? Aku tahu aku mencintainya, tetapi apakah aku cocok dengannya?,' batin Aria menggelengkan kepalanya.


“Coba saja nanti, aku akan pergi ke rumahnya.” Ucap Aria, lalu berjalan pergi menuju ke parkiran sekolah untuk mengambil mobilnya.


Di sisi Andy, dia berjalan bersama keenam Istrinya menuju ke kelas 2-B. Sampai disana, Yui mengambil seluruh tas saudarinya serta tas Andy.


“Baiklah, mari kita pulang.” Ucap Andy, berjalan pergi bersama keenam Istrinya. Mereka keluar dari sekolah dan melewati pintu gerbang.


Di jalan, Andy berjalan dengan santai sambil menggendong Kaori, sementara para istrinya saling berbicara di belakang, sampai sebuah suara bel mobil berbunyi.


Tiinn.


Seluruhnya berhenti dan melihat ke arah mobil tersebut. Andy dan keenam Istrinya tersenyum melihat mobil tersebut, lalu kaca mobil turun.


“Para saudari, ayo kita pulang dulu. Biarkan Andy, mengantarkan Kaori terlebih dahulu,” Ucap Wanita yang mengendarai tersebut, yang tak lain Istri Andy yang lain, Miya.


Yui, Yuka, Angel, Sayoko,, Sasha, dan Silvia saling memandang dan mengangguk. Lalu, Sayoko menjawab mewakili keenam perempuan tersebut.


“Baik, kak Miya.” Ucap Sayoko, lalu keenam istri Andy masuk ke dalam Mobil. Lalu, mereka menatap ke arah Andy. Miya pun berkata.


“Sayang, kami pulang dulu. Kamu antarkan Kaori sampai rumah.” Ucap Miya, lalu menyalakan Mobilnya dan berkata.


“Kami pergi dulu, sayang.” Ucap Miya, lalu melajukan mobil tanpa mendengarkan jawaban Andy. Sementara Andy, menatap mereka tak berdaya.


“Hufff, mereka selalu begitu.” Ucap Andy, lalu menggelengkan kepalanya. Andy menatap ke arah Kaori yang masih tidur.


‘Sarah, berikan petunjuk rumah Kaori,’ Ucap Andy dalam hati, dia benar-benar lupa menanyai hal penting tersebut.


[Ikuti tanda petunjuk arah tersebut, Tuan.]


‘Baiklah, terimakasih Sarah.’ Ucap Andy dalam hati, lalu berjalan mengikuti petunjuk arah. Andy berjalan, banyak yang menatapnya.


Mereka menatap Andy, ada yang merasa romantis, benci, dan banyak lagi. Andy mengabaikan tatapan tersebut.


Sarah sebagai System paham, akan hal tersebut. Jadi dia mengarahkan jalan yang benar-benar tidak terlalu banyak orang.


Beberapa menit kemudian, Andy tiba di depan rumah yang megah. Andy benar-benar terpana, rumah di depannya mirip dengan rumahnya.


“Jadi, Kaori putri orang kaya kah?.” Ucap Andy mengangguk-anggukan kepalanya. Kemudian, Andy didatangi oleh seorang penjaga.


“Maaf, ada keperluan apa disini?.” Ucap Penjaga tersebut, merasa heran ada laki-laki seumuran dengan nonanya.


“Aku mengantarkan Kaori.” Ucap Andy, sedangkan Penjaga terkejut. Lalu, melihat di punggung Andy. Disana terlihat Nona penjaga tersebut tertidur di punggung Andy.


“Jangan berisiklah, bawa aku masuk. Dia itu masih tidur, jika bangun bagaimana.” Ucap Andy, lalu penjaga itu sadar bahwa dia salah.


“Baiklah, mari masuk Tuan.” Ucap Penjaga tersebut, lalu membukakan pintu gerbang. Andy dan penjaga masuk ke dalam.


“Rito, apa yang terjadi, kenapa kamu berteriak?.” Ucap seorang Wanita yang keluar dari rumah, karena teriakan dari penjaga tersebut.


Wanita tersebut sampai pintu dan melihat Laki-laki tampan beserta dengan putrinya tidur di punggungnya.


“Kaori, tunggu kenapa Kaori tidur di punggungmu?.” Ucap Wanita tersebut dengan serius dan penuh menyelidik. Andy melihat ke arah Wanita tersebut.


‘Kenapa dia mirip seperti Kaori versi dewasa. Tidak, tidak Andy jangan dulu.’ Batin Andy, sambil menggelengkan kepalanya. Lalu, dia menatap ke arah Wanita tersebut.


“Maaf, bu. Kaori tertidur karena habis menangis.” Ucap Andy dengan jujur dan lurus, namun Wanita tersebut terkejut dengan ucapan Andy.


“Kenapa dia menangis? Beritahu aku, nak.” Ucap Ibu Kaori dengan khawatir, sementara Andy mengerutkan keningnya dan berkata.


“Bukankah lebih baik, aku bawa dia ke kamar dulu. Setelah itu, kita bisa berbicara dengan mudah?.” Ucap Andy, seketika Wanita tersebut sadar.


“Baiklah, ikuti aku. Rito kamu bisa kembali.” Ucap Wanita tersebut, lalu berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah.


Andy yang menggendong Kaori juga ikut masuk. Di dalam, mereka berjalan menuju ke kamar Kaori. Sampai di pintu kamar Kaori, mereka masuk ke dalam kamar.


Banyak boneka besar dan berwarna pink di berbagai kamar, Andy melihat kamar itu benar-benar ciri khas dari kamar seorang Perempuan.


Andy membaringkan Kaori di tempat tidur, dia juga melepaskan sepatu Kaori. Lalu, menaruhnya di rak sepatu. Ibu Kaori melihat itu tersenyum, lalu pergi menuju ke dapur menyiapkan minuman.


“Aku pergi ke dapur terlebih dahulu, kamu duduk saja di ruang tamu.” Ucap Ibu Kaori, sedangkan Andy menjawab.


“Baik, Tante.” Ucap Andy, lalu berjalan dan duduk di sofa ruang tamu. Dia melihat ke sekitar ruangan, dia mengangguk dengan dekorasi ruang tamu tersebut.


“Jadi, bagaimana Kaori bisa menangis?.” Ucap suara yang tak lain Ibu Kaori sambil membawa nampan berisi 2 gelas dan 1 teko berisi minuman.


Ibu Kaori menaruh nampan tersebut, entah kenapa fokus Andy bukan ke nampannya. Andy tahu bahwa Ibu Kaori sengaja menunjukkan lekuk tubuhnya.


“Dia mengingat kembali masa lalunya.” Ucap Andy, lalu Ibu Kaori mengisi gelas tersebut dengan minuman, sambil dia duduk di sofa.


“Oh, masa lalu kah?. Memang sih, itu adalah masa dimana Kaori benar-benar trauma.” Ucap Ibu Kaori tahu yang dimaksud masa lalu.


“Aku tahu masa lalu Kaori, tapi aku bingung cara agar dia bisa lepas dari trauma tersebut.” Ucap Ibu Kaori, sementara Andy menatap dalam ke arah Ibu Kaori.


“Kenapa, anda sendiri yang memikirkan Kaori? Suami anda kemana?.” Ucap Andy, membuat Ibu Kaori tersebut menatap Andy dengan sedih, lalu tersenyum terpaksa.


“Suamiku menceraikanku.” Ucap Ibu Kaori tersebut, sedangkan Andy terkejut. Lalu, Ibu Kaori menyerahkan air minum ke Andy.


“Silahkan dinikmati.” Ucap Ibu Kaori.


“Terimakasih.” Ucap Andy, lalu meminum air minuman tersebut. Selesai meminum minuman tersebut, Andy menatap ke arah Ibu Kaori.


“Sungguh enak, minuman ini. Terimakasih, serta kenapa kamu tidak mencari suami lain. Kau tahu, mengurusi putri sendiri, apalagi belum mengurusi diri sendiri, bukan kah itu berat, apalagi kamu adalah Wanita.” Ucap Andy, mengubah nada panggilan dari formal menjadi santai.


“Mana ada yang mau denganku, aku sudah mencoba mencari, tetapi banyak laki-laki menolakku, saat aku bilang memiliki penyakit.” Ucap Ibu Kaori. Lalu, dia lupa satu hal.


“Maaf, belum memperkenalkan diri, namaku Haruna.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, dan Vote.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.