Sistem Kekayaan - 10 Detik

Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 195


[Chapter 195.]


[Langkah awal.]


[Silahkan Dibaca.]


Gedung Presiden.


Ryuto dan para istrinya tiba di Gedung Presiden, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, tatapan kagum dan tertarik tersirat dalam mata mereka.


Mereka melihat Ryuto naik ke atas Mimbar, kemudian terlihat seluruh para orang-orang yang hadir diam, Ryuto kemudian berkata.


“Terimakasih telah menyambut kehadiranku, perkenalkan namaku adalah Ryuto Kurokami, lalu para perempuan yang berada di belakangku, seluruhnya adalah istriku.”


Hening, seketika hening saat Ryuto membuka dengan kejutan bagi mereka semua, mereka terkejut dan melebarkan mata mereka.


“Juga untuk para penduduk Negara ini, kalian jangan khawatir. Sebentar lagi, kalian akan merasakan perubahan yang akan memuaskan.”


Ungkapan Ryuto, membuat seluruh warga Indonesia menjadi lebih penasaran, para artis bahkan orang elit penasaran, penonton dari kalian bawah sampai atas juga lebih penasaran.


Ryuto mengakhiri pidatonya, kemudian dia turun dan mulai bergabung dengan para istrinya.


Seluruhnya berjalan dengan lancar, sampai sesi jamuan berakhir, kemudian para tamu perlahan-lahan mulai pergi, karena acara sudah selesai.


Ryuto menyambut mereka dengan ramah, bahkan orang-orang dari Negeri asing, dia sambut dengan ramah, walaupun itu adalah hanya kamuflase belaka.


Seluruu tamu hilang, sekarang tinggal Ryuto dan para keluarga miliknya, mereka semua berkumpul di ruang rapat Gedung Presiden.


(Note : Keluarga Ryuto adalah istrinya, Maidnya, dan pasukannya. Ortunya belum dibangkitkan, sementara anak-anak dan keluarga Kurokami lainnya tetap di Jepang.)


“Zero, seperti biasa. Mulai bergerak malam ini,” Zero mengangguk selepas mendengar ucapan Ryuto.


“Eleven, kau bersama dengan Alpha, rombak ulang kemiliteran, jika ada pemberontak atau pembantu korupsi disana, bunuh.”


Eleven memandang ke arah Alpha, lalu keduanya memandang ke arah Ryuto dan mengangguk secara bersamaan.


“Kalian bertiga, apakah perlu bantuan pasukan kalian?” tanya Ryuto, sambil menyandarkan kepalanya dan menatap ke arah ke tiga pemimpin pasukan tersebut.


“Tidak, Tuan,” ketiganya berkata dengan nada tegas, Ryuto mengangguk senang dengan ketiganya.


Ryuto kemudian memandang ke arah pasukan yang hadir di Gedung Presiden, mereka hanya ada beberapa, sebagian dari mereka masih berada di luar Jakarta bahkan luar Jawa.


“Aku punya misi untuk kalian, menyebarlah ke seluruh Panti Asuhan, kemudian berdiskusilah kepada Pemimpin Panti, tentang.....” Ryuto menjelaskan seluruhnya.


Ryuto pertama kali, akan membuat para orang miskin atau tidak mampu, menjadikan mereka hidup lebih normal.


Ryuto juga meminta para pasukan mulai memeriksa jalanan, jika ada orang yang masih sehat dalam berfikir bawa mereka ke tempat yang bagus, jika orang yang sudah tidak sehat dalam berfikir, atau gila buang ke rumah sakit.


Ryuto memberikan kepada beberapa pasukan yang akan memberantas orang gila, pil kesehatan fikiran.


Pil tersebut memiliki keistimewaan tertentu, pil tersebut akan memurnikan jiwa bahkan fikiran orang yang meminumnya, mereka akan sadar dan mulai bisa berfikir dengan jernih.


Efek samping dari pil tersebut, orang yang mengonsumsinya tidak akan merasa ada beban fikiran, mereka bisa memroses dan dengan cepat mencari solusi.


“Kita fokuskan ke anak-anak miskin terlantar, juga para gelandangan, karena mereka lebih bisa dianggap cepat setia di banding lainnya.”


Tepat, Ryuto selalu mengikuti kata-kata klasik, beri orang tak mampu makanan dan tempat tinggal layak, mereka akan setia dan lebih dipercaya.


“Baiklah, kalian boleh bubar dan kerjakan misi tersebut,” tegas Ryuto, seluruh pasukan dengan cepat bergerak selepas memberi penghormatan.


Sekarang di ruangan tersisa Ryuto, para istrinya, Maid, dan ketiga Pemimpin pasukan.


Ketiga pemimpin pasukan berdiri, mereka memberi penghormatan dan keluar, walaupun tidak di perintah keluar, mereka sudah mendapatkan misi jadi harus di selesaikan dengan cepat tanpa di suruh.


Ryuto mengangguk, kemudian sisa istrinya dan maidnya. Ryuto menatap ke arah mereka sambil tersenyum.


“Sepertinya, Malam ini akan ada tamu spesial,” para istrinya yang mendengar hal tersebut, mereka tersenyum bahkan Maid juga tersenyum.


“Bagaimana kalau kita, berkeliling Gedung Presiden ini?, yah bisa dibilang Istana Presiden,” ajak Ryuto, membuat Istri dan Maid senang.


“Baik,” mereka berkata secara bersama, kemudian mereka keluar dari ruang rapat di Istana Presiden tersebut.


(Note : Gedung Presiden sekarang kuubah Istana Presiden.)


***


Di sebuah kediaman, lebih tepatnya sebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan kerja seseorang.


Di sana berdiri seorang laki-laki dan menghadap ke arah luar jendela, di luar terlihat awan hitam berkumpul untuk membuat hujan.


Laki-laki tersebut berbalik dan menatap ke arah kertas yang berada di meja tempatnya bekerja.


Di kertas tersebut terlihat jelas nama Kurokami, atau bisa dibilang kertas tersebut ialah file tentang keluarga Kurokami.


“Aku akan menantikan perubahan yang akan terjadi besok, semoga saja berubah ke hal baik, bagaimanapun Indonesia sudah sangat gelap.”


Laki-laki tersebut mulai duduk dan mulai mengerjakan file-file yang berada di laptopnya.


Dalam file tersebut terlihat, sebuah nama perusahaan yang terkenal, perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis dan pariwisata.


‘Perusahaan Alson Smith.’


***


Di tempat kediaman Sasongko, menjadi ricuh dan keributan besar terjadi disana, terutama di sebuah ruangan kerja milik Kepala keluarga.


“B*jingan kecil, walaupun dia pemimpin Negara baru, bukan berarti dia harus bergerak secepat ini,” marah kepala Keluarga Sasongko tersebut.


“Tuan, kita sudah mengalami kerugian sebesar 30% atau bisa di bilang 10 Milyar Rupiah,” ungkap Sekretaris mereka.


“Argghh, seluruh aset yang kujaga selama 5 tahun lenyap dalam seketika, bagaimana dengan keadaan keluarga Yudistira?” tanya Sasongko.


Sekretaris tersebut memberikan file terkait keadaan milik keluarga Yudistira, Sasongko menerima dan membacanya.


‘Bagaimana bisa, mereka tahu akan penyelewengan uang dan banyak hal lagi, apa yang aku dan Ridwan lakukan seharusnya tidak diketahui.’


Sasongko dengan marah melempar file berkas milik Yudistira tersebut, dia benar-benar marah sekarang terhadap Ryuto.


Sekretaris yang melihat hal tersebut, dia menatap datar seperti biasa, namun dalam hatinya dia benar-benar senang melihat Tuannya marah.


‘Rasakan itu, inilah karma asli. Aku benar-benar berterimakasih kepada anda, Pemimpin Negara.’


***


Di jalan yang ramai, terdapat sebuah mobil hitam yang sedang terjebak dalam kemacetan lalu lintas.


“Sial sial sial, kita pergi ke Istana Presiden, beraninya dia menuduh tanpa bukti, kita harus cepat,” ungkap kesal seorang pria tua, yang tak lain ialah, Kepala keluarga Yudistira, Ridwan Yudistira.


Dia gelisah bercampur dengan amarah besar, amarah miliknya tersebut terkait dengan orang yang baru saja dia sambut pagi tadi, orang tersebut ialah Ryuto.


***


Seluruh keluarga, bahkan seluruh Artis juga terkejut dengan pergerakan cepat Ryuto, mereka merasa bahwa Pemimpin Negara baru bukan orang sembarangan.


Ada orang yang senang dengan sikap seperti itu, ada juga orang yang tidak senang dengan hal tersebut, mereka yang tidak senang ialah para koruptor.


Informasi terkait keluarga besar tersebut, benar-benar sangat cepat menyebar, itulah Indonesia. Mereka cepat menerima informasi dan pintar dalam mencari informasi.


Di Istana Presiden, halaman luas dan sebuah pohon beringin berusia lebih dari 1000 Tahun berdiri, disana terdapat sosok pria dengan songkok abu-abu dengan lencana Garuda.


Sosok tersebut memakai sebuah kacamata hitam, di atas saku baju miliknya terdapat sebuah lencana Presiden.


“Negeri yang kuperjuangkan dan kubebaskan dari perbudakan, kini mulai akan berubah berkat Pemuda itu, walaupun Pemuda tersebut bukan asli dari Indonesia.”


Ungkap sosok tersebut, kemudian menghilang dari Pohon beringin tersebut.


[Promosikan milik Teman.]


[Reinkarnasi ke Dalam Dunia Sihir.]



[Kesayangan Sang Pewaris.]



[To be Continued.]


Note : Bagaimana dengan penulisaan baruku? Lebih nyaman dibaca kah?


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thanks you Minna-san.