
Menjelang maghrib Kiyara dan Dave sudah berada di rumah mereka, bahkan keduanya sudah wangi karena baru saja selesai mandi plus-plus. Kini mereka berdua, bertiga dengan Mommy Sita tengah duduk bersama di ruang keluarga sembari memakan camilan yang di bawa Kiyara dari cafenya. Duduk santai sembari menunggu adzan maghrib berkumandang.
“Kalau seumpama Daddy kamu meminta Mommy tinggal di rumah terpisah dengan kalian, apa kalian setuju?”
“Tidak.”
“No.”
Kiyara dan Dave menjawab dalam waktu bersamaan, membuat wanita paruh baya itu menyunggingkan senyumnya. “Kompak sekali kalian ini, tapi Mommy akan tetap tinggal di rumah Daddy kalian selama beberapa bulan agar kalian juga bisa merasakan bagaimana hidup berdua saja, tanpa ada Mommy yang merecoki kalian,” ucap Mommy Sita.
“Kenapa harus begitu, Mom … aku dan Mas Dave suka dan senang bisa tinggal satu rumah dengan Mommy, Kiyara bisa belajar banyak dari Mommy,” ucap Kiyara.
“Bukan begitu Sayang, Mommy hanya ingin kalian merasakannya saja pasti rasanya akan berbeda saat Mommy di sini atau tidak ada di sini bersama kalian. Mommy tahu kalian sudah sama-sama dewasa dan juga Mommy sangat beruntung kalian tidak seperti pasangan muda lainnya yang malah merepoti orang tua atau mertuanya dengan masih menumpang segalanya di rumah orang tua atau mertua, kalian berbeda, semua sudah kalian atur sedemikian rupa sampai Mommy yang belum jadi Nenek-nenek ini pun sudah bisa kalian tanggung di sini, kalian rawat dengan baik, tetap menghargai Mommy meski pun Mommy tidak bisa memberikan apapun pada kalian,” ucap Mommy Sita.
Dave, tersenyum lembut, dia tahu pasti bagaimana kekhawatiran Mommynya dulu ketika mendapati teman atau
tetangganya yang diperlakukan buruk oleh anak dan menantunya, belum lagi tontonan serial ikan terbang yang begitu membuatnya semakin ketar-ketir. Lalu kejadian yang sempat heboh di perumahannya dulu, ketika keluarga sebelah rumah di sana mendadak viral karena unggahan video dari anak bungsu keluarga tersebut yang merekam kegiatan kakak ipar pertamanya yang selalu semena-mena pada orang tuanya dan hanya menumpang hidup seperti benalu.
“Mommy, tenang saja. Jangan samakan aku seperti si Yayan itu, dia menantu yang tak baik untuk Bi Nini dan Pak Yanto tapi memang salah si Wida juga dia tak bisa memberi contoh dan memberi tahu bagaimana seharusnya memperlakukan orang tua, sudahlah Yayan itu hidup menumpang di rumah Pak Yanto dan Bi Nini, tapi masih tak tahu diuntung juga dengan selalu membuat Bu Nini seolah seperti Baby sitter anaknya, juga adik Wida yang nomor dua itu juga diperlakukan sama. Dia belum mampu untuk membina rumah tangga tapi memaksakan diri, jatuhnya malah jadi beban bagi Pak Yanto dan Bi Nini, karna harus menanggung keperluan menantu dan cucunya juga. Tapi Mommy, tenang saja aku sudah berjanji pada Ayah dan Bundanya Kiyara untuk menyenangkan dan membahagiakan Kiyara semampuku, dan aku juga akan banting tulang untuk memberi penghidupan halal yang layak untuk istri dan anak-anakku kelak. Aku juga belajar banyak dari Bang Dafa, dia imam panutanku Mom, membawa anak orang dengan terhormat masuk ke dalam keluarganya, memperlakukan dengan baik dan selalu mengajarkan harus saling mengasihi dengan anggota keluarga yang lain juga, sekarang meskipun Bang Dafa tinggal di rumah Ayah dan Bunda tapi itu semua atas kemuan beliau, tapi Bang Dafa juga senang bisa tetap di sana karena dengan begitu Bang Dafa bisa memantau kesehatan orang tuanya yang sudah semakin berumur,” jelas Dave.
“Kamu tahu, Mommy sangat mengkhawatirkan hal itu apalagi sebelum kamu menjadikan Kiyara istrimu. Tapi sekarang Mommy yakin Kiyara akan mampu menyayangi Mommy dan Daddy dengan tulus seperti pada orang tuanya sendiri. Bagaimanapun harapan orang tua di masa tuanya memang berkumpul dengan anak-anak dan cucu-cucunya, tapi dalam artian yang menyenangkan tidak seperti keluarga Bi Ninik dan Pak Yanto itu, dimana semakin tua mereka malah diperalat oleh menantu yang tak tahu diuntung itu, untung saja sekarang si Wida itu sudah bercerai dengan Yayan, meski kamu tahu sendiri dalam 3 tahun pernikahannya mereka sudah dikaruniai 2 anak yang hanya berbeda setahun itu, meski begitu mereka tetap menyayangi cucu-cucu mereka dan membantu merawat dengan senang hati karena tidak lagi merasa di bebani oleh mantan menantunya itu,” terang Mommy Sita.
“Mommy jangan khawatir aku akan selalu menjadi anak dan menantu yang baik untuk kalian semua. Mommy juga harus tahu, menantu Mommy ini sangat berpikir panjang ke depan … dia juga sama seperti Mommy khawatir akan takdir di depan sana seperti apa, tapi Mommy tahu dia selalu bilang pada Dave untuk tidak meninggalkan orang tua atau menaruh orang tua ke panti jompo apapun yang terjadi, tinggal bersama orang tua adalah pilihan Kiyara, tapi bukan untuk menyusahkan seperti Wida dan Yayan itu, Kiyara ingin tetap tinggal bersama orang tua sama seperti yang dikatakan Bang Dafa kepadaku, ingin menjaga orang tua secara langsung, memantau kesehatannya, dan tentu saja memberi ruang dan waktu yang lebih banyak agar orang tuanya itu bisa bermain dengan cucu-cucu mereka, tidak menjadikan mereka baby sitter loh ya Mom tapi memberi kebebasan untuk saling menyenangkan antara cucu dengan nenek dan kakeknya,” ucap Dave sembari memegang tangan istrinya.
“Intinya Mom, meski kami serumah dengan orang tua jangan sampai kami merepotkan dan masih meminta penghidupan dari orang tua, ibarat kata itu orang tua yang ikut kita, bukan kita yang ikut orang tua karena itu dua hal yang berbeda. Kalau kita ikut orang tua, itu berarti kita masih seperti anak kecil belum layak jadi pasangan suami istri, tapi kalau orang tua ikut kita berarti kita sudah dewasa dengan memikul tanggung jawab itu, kita yang menyenangkan orang tua bukan lagi orang tua yang berjuang untuk kesenangan anak-anaknya.”
Mommy Sita terharu mendengar ucapan menantunya, betul yang Kiyara katakan ‘orang tua ikut kita dengan kita
ikut orang tua’ adalah dua hal yang berbeda meski sama-sama akan hidup dalam satu atap yang sama.
“Mommy, senang sekali mempunyai menantu sepertimu Sayang. Sudah seperti anak sendiri, tapi tolong izinkan Mommy tinggal sama Daddy dulu ya sebelum kita semua berangkat ke Jerman, banyak hal yang harus Mommy dan Daddy perbaiki dan juga kami ingin memberikan waktu untuk kalian berdua lebih sering bersama, janji tidak selamanya tinggal di sana nanti rumah yang di beli Daddy rencananya akan digunakan sebagai rumah singgah anak-anak kurang mampu,” jelas Mommy Sita.
“Baiklah, Mom Dave mengizinkan Mom … tapi dengan satu catatan, jangan pernah telat minum obat dan harus ingat selalu jadwal ke rumah sakit,” ucap Dave dengan tegas dan diakhiri dengan senyuman lebarnya.
“Terima kasih, Nak … Mommy janji.”
.
.
Hai readers sehat selalu ya, semoga selalu diberkahi kesehatan dan rezeki yang baik. Jangan lupa untuk selalu mendoakan orang tua ya, baik yang masih ada ataupun yang sudah tiada. Salam dari Othor untuk orang tua hebat di luaran sana, kalian semua luar biasa!!!