Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Comberan


AUTHOR POV


“Aunty, Ya Tuhan … Aunty benar-benar sakit dan semakin terlihat kurus. Astaga, ini siapa gendut sekali dan lihatlah pakainnya sangat kuno.”


“Jaga bicaramu, Nov,” tegur salah satu pria pada teman perempuannya yang awalnya sengaja mereka ajak ikut untuk menjenguk Mommy Dave.


“Ish, aku hanya bertanya kenapa Aunty di jaga oleh orang seperti ini dan apa ini, kenapa Aunty juga memakai penutup kepala seperti perempuan itu kenakan?” tanya Novi menggebu-gebu.


“Ini namanya kerudung, Nona,” jawab Kiyara dengan tenang.


Novi, mengangguk-anggukkan kepalanya lalu tangannya dengan cepat meraih tangan Dave menggenggamnya dengan erat, sampai membuat Kiyara memalingkan wajahnya karena kedekatan suaminya dengan gadis berpakaian minim itu, yang memperlihatkan badan langsing dan mulusnya, membuat jiwa insecurenya meronta-ronta.


“Lepaskan !, bukankah aku sudah bilang kau boleh ikut menjenguk Mommyku asal kau bisa menjaga batasanmu pada laki-laki yang beristri,” ucap Dave dengan nada dinginnya sembari melepas tangan yang melingkar di bahunya itu lalu berjalan kesisi Kiyara.


“Ah, kau bohong … saat kita masuk bahkan hanya ada wanita gendut ini dan Aunty saja, tak ada istrimu yang katamu sangat cantik itu, yang ada hanya pengasuh Aunty.”


Deg …


Kiyara, terkesiap mendengar penuturan teman kuliah Dave yang menganggapnya hanya pengasuh Ibu mertuanya. Hatinya menjerit sakit, tapi dengan kekuatan dan keyakinan atas kasih sayang dan cinta Dave, Kiyara berani menatap tajam satu-satunya wanita yang ikut dalam rombongan kawan Dave itu dan di balas tatapan sengit tak kalah tajamnya oleh Novi.


“Sorry, Nona … wanita gendut ini adalah istri SAH dari Dave. Memang saya tidak cantik di mata Anda dan mungkin yang lainnya juga, tapi setidaknya saya SANGAT CANTIK di mata suami saya yang tidak memandang fisik adalah segala-galanya,” ucap Kiyara dengan tegas, meski di awal nada bicaranya sempat bergetar tapi semua perlahan hilang saat genggaman tangan suaminya dan Ibu mertuanya seolah menenangkannya.


Suasana, terasa tegang membuat ke-empat teman laki-laki Dave kikuk di buatnya karena salah mengira. Awalnya mereka memberi kejutan pada Dave karena membawa Novi yang dulu sempat dekat dengan Dave sewaktu kuliah, tapi karena Dave selesai kuliah terlebih dahulu membuat hubungan itu kandas sebelum dimulai, membuat teman-teman Dave berinisiatif saat ini, tapi mereka lupa mengecek tentang kehidupan Novi beberapa tahun belakang ini, karena Novi yang dulu sangat berbeda dengan Novi yang mereka kenal sekarang.


“What’s ? Hahaha, seleramu benar-benar turun Dave,” ucap Novi, membuat Mommy Dave yang sedari tadi menjadi penonton langsung ikut angkat bicara.


“Dasar Mulut Comberan ... Jaga ucapanmu, jangan menghina menantu saya. Lebih baik kamu pulang dan carilah pakaian yang pantas untuk mengunjungi orang sakit, karena ini bukan bar.”


Deg …


“Sialan, niat hati ingin menggoda anaknya malah dikatain,” ucap Novi dalam hati, yang mengira semua laki-laki sama saja yang hanya suka dengan itu dan itu.


“Ayo, ikut aku.”


Novi, digelendeng paksa oleh Jasson … teman Dave, yang memang sangat tak suka dengan Novi karena menurutnya Novi adalah gadis yang penuh kepura-puraan saja selama ini.


“Sorry, Dave, Aunty, dan.”


“Istriku, Kiyara,” sambung Dave dan Kiyara segera menangkupkan tangannya di depan dada.


“Salam kenal Kiyara, sorry dengan sikap dan tingkah laku teman kami tadi,” ucap Kelvin, lalu mereka satu persatu berkenalan dengan Mommy Dave dan Kiyara.