Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Memaafkan


"Nak, kamu di sini?" ucapnya lirih.


Sementara, Dave dia hanya diam tapi tidak dengan langkah kakinya yang semakin mendekat. Dan ketika telah tiba di hadapan sang Daddy, tangannya terulur memegang telapak tangam Daddynya untuk ia salimi dengan begitu takzim, bohong jika ia tak merasakan rindu pada ayah biologisnya ini, tapi mau bagaimana lagi kekecewaannya melebihi rasa rindunya.


Dave, juga melakukan hal yang sama pada Ayah Akbar ... lalu duduk tepat di samping calon mertuanya itu (kalau jadi 🤣).


"Ayah, di sini ya jangan pergi," kata Dave ketika melihat pergerakkan dari sebelahnya.


"Baiklah."


Pembicaraan serius akhirnya terjadi juga hari itu, mengabaikan rasa sedih, kecewa, dan amarahnya, Dave terus berbicara serius meminta pengertian Daddynya, bahwa semua tak lagi sama, setelah luka bertahun-tahun itu bukan hanya menggores, hati melainkan sudah menancap sempurna di dalam sana, memang betul jika tak ada manusia sempurna di dunia ini tapi jangan lupa juga tak ada manusia sepemurah hati itu ketika sudah terluka terlalu dalam.


Dan puncaknya adalah ketika sang Mommy, memilih hidup bersamanya saja itu berarti sang Mommy sudah benar-benar lelah dan sakit, sehingga memilih pergi dan meninggalkan. Sekarang, dia tak mungkin menyatukan keduanya kembali hanya demi keluarga yang terlihat utuh tapi pada kenyataannya hanya kumpulan orang-orang yang berpura-pura tertawa dan tersenyum.


"Sorry, Dad ... luka kami masih belum sembuh, sekalipun nanti kita bisa menjadi satu lagi tapi apa terpikir oleh Daddy, bagaimana nanti kita menjalani hidup ke depannya? Mommy dan aku mungkin akan hidup dalam bayang-bayang su'udzon pada Daddy ketika mungkin saja Daddy melakukan kesalan sekecil apapun itu," ucap Dave lirih, sungguh demi apapun ini bukanlah hal yang mudah, berbicara seolah memutus ikatan darah tapi bukan itu, dia hanya ingin melindungi hati kedua orang tuanya agar tak saling menyakiti lagi. dan hidup dalam kepura-puraan.


"Dan lagi, kita tetap bisa bertemu Dave, tetap anak Daddy dan Mommy tetap ibu dari anak Daddy meski bukan lagi istri Daddy. Hidup harus tetap berlanjut, Dad ... berbahagialah dengan pilihan Daddy, kami pun akan berbahagia dengan pilihan kami."


Pandangan, lelaki yang tak lagi muda itu mengembun, semua salahnya ... jelas semua adalah salahnya, berkhianat dan melepas ikatan suami istri dengan perempuan yang sudah memberinya anak ... menyakiti hati kedua orang yang ternyata sangat berarti dalam hidupnya. Tapi, semua sepertinya sudah terlambat, meski maaf sudah ia kantongi tapi tidak dengan kembali.


Betul kata sang anak, daripada saling menyakiti lagi lebih baik mengikhlaskan apa yang sudah ia lepas sendiri, bertahun-tahun lalu ini. Memulai hari dengan lebih memaknainya lagi.


"Iya, Dad ... pasti ... paasti semua yang sudah terjadi akan jadi pembelajaran bagi Dave, Dave juga tak ingin anak-anak Dave, kelak merasakan apa yang Dave rasakan, sebisa mungkin Dave, akan memberinya keluarga yang utuh, keluarga yang bisa menjadi tempatnya pulang merebahkan semua lelah dunia luar. Dan, Dave sama Mommy juga mau minta maaf sama Daddy, maaf jika selama ini kami belum bisa menjadi anak dan istro yang baik buat Daddy."


"No, no, no ... kalian nggak salah, kalian nggak ada salah ... semua pure kesalahan Daddy yang tergoda wanita lain."


"Semua orang jelas ada salahnya, Dad ... huffft ... sekarang Daddy tinggal di mana?" tanya Dave mengalihkan perhatian.


"Emh, itu ..."


.


.


.


Hai, readers mohon maaf ya jika upnya nggak pernah rutin. Hampir satu tahun ini, lagi sibuk menata kehidupan di dunia nyata, mulai dari dunia perskripsian sampai jadi fresh graduated yang nyari kerjaan, terima kasih yang tetep setia sama cerita Kiyara, meski yang baca baru sedikit tapi aku tetep seneng makasih ya support dan doanya. Sehat dan bahagia selalu kalian di mana pun berada.


Oh, ya aku juga mau sampein berita kalau ada karya baru, judulnya TAKDIR ARUNA ... ini lebih sering update karena ini cerita lama yang belum pernah aku up, beda sama cerita Kiyara yang bener2 masih anget dari otak, hehehe. Semoga kalian suka yaa ...