Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Usaha Lagi


Author Pov


***


Pada akhirnya Dave, memakan sarapannya dengan muka cemberut akibat ulah Mommynya, usaha tembak menembak harus gagal pada percobaan pertama. Tapi tenang, stok usahanya masih banyak dalam otaknya yang cemerlang.


"Mom, Dave udah selesai. Bisa pinjem Kiyaranya bentar nggak Mom, mau aku ajak keluar sebentar nyari cimol, cireng, tahu gejrot, dan sebangsanya. Mommy, tunggu di rumah Kiyara nanti kita makan di sana bareng-bareng," ucap Dave melancarkan usahanya lagi.


"Nggak, kenyang kamu? baru sarapan udah mau ngemil yang berminyak?" tanya Mommy Dave, yang memang sangat tahu bagaimana tabiat anaknya yang suka ketat dengan makanan, nggak sembarangan makan ini itu yang sekiranya nggak baik untuk tubuh.


"Makan dikit aja Mom, nanti. Ini sebenernya titipan Bang Dafa sih, istrinya ngidam tapi Bang Dafa nggak bisa keluar rumah istrinya lagi lemes tadi muntah-muntah terus," jawab Dave.


"Serius, Teh Asti muntah-muntah terus Kak?" tanya Kiyara, karena seingatnya tadi Kakak Iparnya itu sedang baik-baik saja.


"Iya, tadi sewaktu Kakak mau pulang, keluar kamar nyariin Abang kamu sama mukanya pucet banget."


"Ya udah Kak, ayo berangkat," ajak Kiyara dengan semangat.


Dave, tersenyum penuh arti sembari menganggukkan kepalanya.


"Mommy, juga mau siap-siap ke sana. Mommy, mau bawa ladu juga, kemarin katanya Asti mau itu tapi belum keturutan," ucap Mommy Dave.


"Iya, Mom ... belum keturutan, inget aja Mommy teh," jawab Kiyara.


"Hehehe, Mommy akan selalu ingat soalnya ... hitung-hitung gladi resik manjaain orang hamil biar nanti kalau mantu Mommy hamil, Mommy udah punya sertifikasi Nenek yang siap siaga."


"Mom, astaga ... jangan mulai deh, Dave masih belum siap nikah dalam waktu dekat."


" Jodoh nggak ada yang tahu, Dave. Udah ah sana berangkat."


Dave, hanya bisa mengangguk pasrah. Berlalu bersama Kiyara menuju parkiran rumah.


"Naik, motor aja ya Ki, kita nyari di taman kompleks aja biasanya masih ada yang mangkal di sana."


"Iya, Kak nggak apa-apa naik motor aja ... kita nyari sekitaran sini aja."


"Oke."


Keduanya kini sudah berada di atas motor matic keluaran terbaru milik Dave, berjalan pelan menuju taman kompleks.


" Iya, parkir situ aja nanti kita ke sisi taman lainnya sambil jalan aja nyari jajanan lainnya."


"Oke, Kak."


Beruntung pagi setengah siang itu, mereka berdua menemukan berbagai jajanan yang memang mereka tuju.


"Kakak, mau lanjutin obrolan yang tadi, Ki," ucap Dave saat sudah mendudukkan tubuhnya di kursi taman, menunggu jajanan mereka di siapkan oleh pedagang kaki lima.


"Iya, Kak ... silakan aja."


"Ehm, Kakak mau bilang ... kalau Kakak sebetulnya udah lama suka sama kamu, emh ... dan apa kamu mau jadi kekasih Kakak?" tanya Dave dengan detak jantung yang sudah tak karuan dibuatnya.


Sementara, Kiyara ... gadis itu masih terpaku, kaget, senang, dan tak menyangka kejadian ini akan terjadi pada kisah hidupnya, lelaki yang ia kagumi tiba-tiba menyatakan cinta padanya. Membuat ribuan kupu-kupu bereerbangan di dalam perutnya.


"Kakak, serius suka sama aku? Aku kayak gini loh Kak?" tanyanya setelah ia sudah bisa mengontrol rasa bahagianya, bagaimana pun dia sadar diri bahwa jika dilihat dari segi fisik maka akan banyak orang yang menghujatnya. Tapi, rasa suka, cinta, dan sayang tak pernah salah melabuhkan rasanya, terlebih hanya karena fisik belaka.


"Memangnya kamu kenapa?"


"Ya, begini ini Kak," ucapnya sembari menunjuk tubuhnya sendiri.


"Kenapa? Kamu cantik, baik, dan penyayang ... Aku rasa hidup dengan kamu sampai tua adalah anugerah terindah apalagi nanti bakal ada anak-anak kita yang lucu dan tentunya sholeh sholehah."


"Kak, serius ih. Nggak malu apa kalau dilihat orang masak bule kayak Kakak mau sama yang kayak aku."


"Percaya sama aku Ki, rasa yang aku punya itu tulus dari hati yang paling dalam. Aku sayang, suka, cinta sama kamu apa adany kamu, kalau masalah fisik kita bisa berjuang sama-sama, percaya sama Kakak nanti kita bisa perjuangin sama-sama, meskipun Kakak nggak pernah nuntut ini itu sama kamu jujur Kakak terima kamu apa adanya karena Kakak pun bukan orang yang sempurna, tapi kalau semua kemauan kamu Kakak pasti turutin yang penting demi kebaikkan diri kamu. Dan satu hal yang musti kamu ingat, Kakak bilang gini bukan mau ngajakin kamu pacaran tapi mau ngajak kamu ke jenjang yang lebih serius, jadi seumpama kamu nerima Kakak, nanti Kakak bakal langsung minta izin ke Ayah sama Bunda kamu."


"Kakak serius banget, aku bingung mau jawab apa ... jujur aku dari dulu nggak pernah mau pacaran, maunya yang bener-bener serius, dan diusia aku yang sekarang Kakak tiba-tiba bilang kayak gini."


"Karena Kakak tahu kamu nggak bakal mau diajak pacaran Ki, mangkannya Kakak nunggu sampai sekiranya kamu siap, gimana Ki? Kakak diterima nggak nih?"


Kiyara, tersenyum sembari meneteskan air matanya sedikit, sungguh dia terharu dengan apa yang dia alami hari ini rasanya benar-benar seperti mimpi indah yang menjadi kenyataan.


"Bismillah, iya Kak ... Kiyara mau jadi calonnya Kak Dave."


"ALHAMDULILLAH ... YEEEEYYY ... YA ALLAH TERIMA KASIH ... YA ALLAH."