Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
OTW


Pesawat yang ditumpangi Kiyara, Dave, Mommy Sita, dan Daddy Jeff kini sudah mengudara di langit Singapura menuju Indonesia. Ya hari ini, lebih tepatnya sore ini mereka sedang melakukan perjalanan kembali ke Indonesia setelah memenuhi keinginan Mommy Sita setelah keluar dari rumah sakit 3 hari lalu.


Mereka berkeliling menjelajah Singapura di hari ke-2, meski tak banyak tempat yang mereka kunjungi tapi cukup


menyenangkan bagi semuanya, terutama Kiyara yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Singapura. “Makasih, ya Mas …,” ucap Kiyara yang kini sedang menyandarkan tubuhny di dada bidang suaminya.


“Makasih untuk?”


“Segalanya … aku seneng banget nikah sama kamu, hehehe,” sambung Kiyara, membuatnya mendapat hadiah cubitan gemas dari sang suami.


“Sama-sama, Sayang … Mas juga seneng nikahin kamu, seneng banget malah. Emh, gimana kemarin suka jalan-jalannya?”


Kiyara mengangguk antusias. “Seneng banget, Mas meskipun nggak banyak tempat tapi rasanya tetap menyenangkan … di Design Orchad kamu manjain aku banget beliin aku ini itu, sampek baju hamil juga padahal aku belum hamil … tapi yang paling ngeselin pas di Lau Pa Sat … Mas terus-terusan beli makanan enak, sampek aku khilaf jadinya makan buanyaaaaaak banget, hemm naik deh timbangan aku,” keluh Kiyara dan di sambut gelak tawa oleh Suaminya.


Ya, mereka melakukan jalan-jalan ke dua tempat saja tapi cukup menyenangkan bagi Kiyara yang baru pertama kali berlibur di Singapura, bagaimana tidak senang jika di tempat Design Orchad dia di manjakan sang suami dengan membeli berbagai macam produk unggulan khas negara Singapura itu. Meski masih terhitung baru, Design Orchad memiliki standartnya tersendiri bagi para pelancong maupun warga lokal karena di tempat itu menyediakan lebih dari 100 merek lokal Singapura, mulai dari pakaian, aksesoris, perlengkapan rumah, yang ke semuanya hasil karya desainer lokal Singapura. Dan Dave, sangat banyak membelikan istinya berbagai macam barang di


tempat itu. Belum lagi, rooftop  Design Orchad memiliki kebun yang sangat nyaman dan bisa menghilangkan sejenak rasa lelah seusai belanja, di atap gedung itu juga ada kafe hideen gem, Alchemis café yang memanggang kopi mereka sendiri, dan tentu saja café-café ini sangat terkenala di kalangan milenial untuk bersantai di taman terbuka dengan pemandangan Orchad Road langsung di bawahnya.


“Hahaha, sengaja biar kamu nggak pelit sama tubuh kamu sendiri, Sayang. Toh kita jarang makan banyak seperti itu, tak masalah sesekali saja, dan kapan lagi coba kita makan-makanan enak di Singapura ini, apalagi Lau Pa Sat atau pasar lama itu memang salah satu surganya street food Singapura, jadi ya aku nggak mau sia-siain waktu aku pas datang ke sana.”


Kiyara, menganggukkan kepalanya, membenarkan apa yang dikaakan suaminya. “Iya, sih Mas … makanannya juga banyak yang halal ya, jadi nggak worry hehehe.”


“Iya, Mas … emh, kalau dulu aku udah pernah ke negara deket-deket Indo aja sih Mas, pas Ayah  sama Kak Dafa belum sesibuk sekarang. Ke Korea sama Jepang, tapi terakhir pas SMA kelas satu itu, itu pun gegara aku ikut lomba yang ke Jepang itu, kalau yang pure liburan ya cuma yang ke Korea itu.”


Dave, mengusap pucuk kepala istrinya. “Hebat banget sih, istrinya Mas. Terus sekarang ini lagi mau kemana, ayo nanti kita wujudkan sama-sama,” ucap Dave.


“Makasih, Mas … Emh, sebetulnya Kiyara udah lama mau umroh … tapi belum kesampean hehehe … soalnya pas Mommy sama Daddy lagi ke sana, selalu aja ada hal yang tidak terduga di sekolahan yang mengharuskan Kiyara tetep di sini dan Kak Dafa yang paling kasihan karena harus jagain aku, tapi dia nggak pernah ngeluh.”


“Ya sudah, nanti kita ajak keluarga kamu dan keluargaku untuk umroh bersama, nanti aku cari travel atau tanya-tanya Ayah biar dapat yang amanah.”


“Serius, Mas … dua keluarga bareng umrohnya?”


Dave, mengangguk yakin. Memang dia juga sebetulnya menginginkan ini sejak lama, sejak hatinya lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. Umroh bersama.


“Tapi, kita tunggu El sedikit lebih besar biar enak nanti di sana, bisa fokus.”


Kiyara, menganggukkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukkannya pada Dave. “Terima kasih, Mas.”


“Sama-sama, Sayang … ayo tidurlah … Mommy saja sudah tidur sedari mendudukkan tubuhnya di kursi pesawat ini.”


“Siap, Bos.”