Sayap Patah Si Gendut

Sayap Patah Si Gendut
Pernikahan


POV Dave


Gemerlap bintang di langit Singapura malam ini, mengingatkanku pada kejadian yang sudah hampir satu bulan berlalu. Saat, permintaan Mommy yang dengan tulus memintaku agar segera menghalalkan Kiyara karena banyak sebab, pun kedatangan Ayah Akbar dan Bunda Alana malam itu seolah menjadi jawaban atas permintaan dan doa-doa yang beliau panjatkan untuk kebahagiaanku di masa sekarang dan masa depan.


Tak berselang lama dari malam itu, aku dan Kiyara SAH menjadi pasangan suami istri yang sah di mata agama dan hukum, sebuah impianku semenjak luka tusuk di perutku perlahan mengering beberapa tahun yang lalu. Menghilang demi memperbaiki diri dan muncul kembali untuk memperjuangkan cinta yang lama kupendam sendirian. Cinta pertama yang tidak berdasar pada rupa dan nafs*u, tapi pada ketulusan hati dan cantik tingkah laku serta perangainya, perempuan yang insyaAllah bisa menjadi madrasah pertama bagi anak-anakku kelak, aamiin.


**


Flashback


“Saya terima nikah dan kawinnya Kiyara Wulandari binti Akbar Amri Rasyidi, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.”


“Bagaimana saksi?”


“SAH … !”


“SAH …!”


Kata sah menggema di dalam masjid perumahan, degup jantung yang semula berdentum kencang kini perlahan stabil beriringan dengan ucapan syukur yang terdengar begitu tulus terucap dari orang-orang terdekat yang sengaja di undang untuk menghadiri acara pernikahanku dan Kiyara yang serba dadakkan.


Suara bisik-bisik terdengar jelas di telingaku, ah benar saja Kiyara datang di iringi oleh Bunda dan Mommy yang terlihat sangat bahagia dengan pernikahan ini, terlebih Mommy meski mukanya masih terlihat pucat tapi tak mengalahkan binar bahagia yang terlihat begitu memancar. Dan semakin dekat langkah kaki itu, membuat jantungku kembali berdegup cepat melihat Kiyara yang di dandani sebegitu cantiknya, semakin menawan hatiku yang memang sudah terjerat di dalam kubangan cintanya.


“Selamat, Nak … jaga anak Bunda ya,” ucap Bunda berbisik padaku sebelum pada akhirnya kembali ke tempatnya semula, sedangkan Mommy hanya tersenyum lembut dengan binar mata yang teramat bahagia lalu mengikuti langkah Bunda.


Kemudian kami menandatangani buku nikah kami, mendapat ucapan dari penghulu dan saksi serta Ayah Akbar yang sekarang resmi menjadi Ayah mertuaku, sosok lelaki yang aku kagumi.


Khutbah nikah yang disampaikan oleh Ustadz Hayat, benar-benar menjadi petuah bagiku untuk memulai biduk rumah tangga ini bersama wanita yang aku cinta dan sayangi, wanita yang tak ragu sama sekali menikah denganku padahal kondisiku dan Mommy saat ini benar-benar dalam keadaan yang sangat sulit untuk di jabarkan, tapi perempuan ini malah menerima kami dengan tangan terbuka lebar malah membantu meringankan beban yang berada di pundakku ini.


“Terima kasih, Sayang,” ucapku tulus.


“Terima kasih kembali, Kakak Sayang,” balasnya.


Acara berlanjut kemudian, tanpa adanya pelaminan hanya ada tenda kecil yang di bawahnya terdapat meja-meja dan kursi yang sudah di tata seapik mungkin, untuk tamu undangan makan-makan di acara pernikahan sederhana kami, meski tak bisa mengabulkan pernikahan di hari jumat seperti pernikahan impian Kiyara, tapi hampir semua konsep yang ada mengusung apa yang diinginkan gadisku ini. Bahkan, tadi pagi nasi kotak yang sengaja akan di bagikan di jalan-jalan dan di rumah singgah sudah tersebar di jalanan pusat Bandung.


“Sana, bawa istrimu pulang ke rumah … Mommy, mau istirahat di sini dulu sama cucu Mommy, sebelum Mommy berangkat berobat dan akan kangen berat dengan bayi menggemaskan ini,” kata Mommy yang membuatku berjingkat kaget karena terlalu fokus memerhatikan istriku yang sedang bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya.


“Iya, Mom … aku akan membawa Kiyara ke rumah, sekalian untuk berganti pakaian toh, tamu kita sudah hampir pulang semua,” jawabku lalu beranjak dari dudukku menuju Kiyara berada.


**


RUMAH DAVE (SEBRANG RUMAH Kiyara)


“Kak, kenapa kita ke sini? Kenapa nggak ke kamar Kiyara aja, di sana juga ada kamar mandi buat kita bersih-bersih,” ucap istriku ini tak tahu saja jika ini adalah salah satu modus pengantin baru.


.


.