
Pada akhirnya kita di hakimi oleh apa yang tidak bisa di ubah - Niji Hyuga
Bagaiman dengan Rafa? bagaimana dengan Quenby? dapatkah mereka melihat pelangi setelah hujan? adakah tersisa sedikit kebahagiaan di penghujung senja?
Adakah cinta sejati yang bisa merubah kebencian menjadi kasih sayang untuk Rafa?
💓💓💓💓💓💓💓
Tantangan Beby
Di ruang bawah tanah gedung perusahaan Rava. Nampak seorang pria tengah di hajar anak buah Rava.
"Ampun pak Rava, ampun!" seru seorang pria yang duduk tersungkur di lantai tak berdaya. Wajahnya di penuhi noda darah.
"Kau menggelapkan uang hanya untuk bersenang senang dengan wanita simpananmu, dan kau sama sekali tidak berpikir anak istrimu di rumah?" Rava menatap tajam ke arah wanita simpanan pria tersebut, menangis sesegukan duduk di sudut ruangan tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
"Maafkan aku, Pak. Maafkan aku.." ucap wanita itu semakin ketakutan saat anak buah Rava mengambil video tubuh wanita tanpa busana itu.
"Maaf kalian bilang? mengapa baru sekarang kalian menyadari kesalahan saat maut di ujung mata. Kemarin kemarin kalian kemana? ahahahaha! lucunya manusia, meminta maaf dan mau bicara jujur saat semua telah hancur. Tapi aku menyukainya!" Ungkap Rava tertawa menyeringai.
"Joe! panggil Rava.
"Saya Bos!" sahut Joe.
"Eksekusi dia!" tunjuk Rava ke arah pria yang sudah tidak berdaya. "Jangan tinggalkan jejak!"
"Siap Bos!" sahut Joe, lalu menyeret tubuh pria itu keluar dari ruang bawah tanah.
"Cris!!" panggil Rava lagi.
"Bos!" sahut Cris.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" Rava tersenyum menyeringai menatap kearah wanita itu yang semakin ketakutan.
Cris menganggukkan kepalanya, lalu berjalan mendekati wanita itu. Satu persatu Cris membuka pakaiannya. Sementara Alex mengambil video adegan panas Cris dan wanita itu.
Meski wanita itu terus memohon kepada Rava. Namun Rava tidak memperdulikannya, Rava menikmati ketakutan dari wanita tersebut. Alex yang mengambil video itu ikut tertawa, semua itu di lakukan Rava untuk menekan dan menakut nakuti korbannya nanti, kebanyakan korbannya mati bunuh diri karena tidak kuat menanggung malu.
"Tidak perlu ingin menjadi yang terbaik, tidak perlu hidup untuk selalu menjadi benar. Tidak menyakiti orang lain itu sudah cukup baik!!" seru Rava tertawa terbahak bahak melihat wanita itu di gilir oleh tiga anak buah Rava sekaligus.
"Klontrangg!!" suara barang jatuh dari balik pintu ruangan. Rava melihat seseorang mengintip lalu berlari.
"Aku tidak menduga, ternyata Rava seperti itu. Sangat mengerikan, semoga dia tidak melihatku." Ucap Beby terus berlari.
"Bukkk!!"
Beby hampir saja terjatuh karena menabrak dada Rava yang sudah berdiri di hadapannya Rava menarik pinggang Beby lalu mendekapnya dengan erat. Beby berusaha untuk lepas namun usahanya sia sia.
"Aku tidak menyangka, kau ternyata pria brengsek!!" umpat Beby tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Apa kau tidak takut padaku? bagaimana kalau kau mengalami hal seperti itu?" tanya Rava
"Pada dasarnya setiap orang itu baik, mungkin kau salah minum obat? hahaha!" Beby tertawa dan mencoba untuk tenang, menyembunyikan rasa takutnya.
"Kau memang beda, tapi aku mau tahu. Sejauh mana kau bertahan dengan keberanianmu itu.." Rava melepaskan dekapannya.
"Oya? berani kau bertaruh denganku?" tantang Beby.
"Aku suka, baru kali ini ada wanita yang menantangku. Seberapa tangguh kau bisa bertahan, Beby." Jawab Rava tersenyum sinis.
"Kau pikir aku takut?" tantang Beby lagi.
Rava maju lebih dekat dengan Beby, hingga gadis itu terpojokkan di dinding. Rava mendekatkan wajahnya dan berkata.
"Aku berikan apapun yang kau mau, uang, kedudukan, perusahaan? kau tinggal minta dan kupastikan, aku tidak akan ingkar janji." Rava tersenyum sinis, lalu mencium bibir Beby sekilas.
"Kurang ajar!" pekik Beby, lalu menampar wajah Rava.
"Plakkk!!"
Rava hanya tersenyum lebar, mengusap pipinya, lalu menghirup aroma tangan Beby di telapak tangannya membuat gadis itu begidik ngeri.
"Aku tunggu setiap kejutan darimu Beby." Kata Rava lalu beranjak pergi dari hadapan gadis itu.
"Bodoh! bodoh! bodoh!" rutuk Beby memukul kepalanya sendiri. "Kenapa aku menantang pria gila itu!"
Jika berkenan, ikuti kisah selanjutnya di- The Billionaire secret. Terima kasih buat semua reader yang setia mengikuti kisah dalam novel ini.