PSYCHOPATH BABY BOY

PSYCHOPATH BABY BOY
POV AVRAM-ELENA


17 tahun yang lalu.


Avram berdiri di depan pusara ayahnya yang baru saja di tembak mati oleh ketua naga hitam bersama seorang anak perempuan yang baru saja berusia 4 tahun. Avram baru saja pulang dari luar negeri mengobati putrinya yang memiliki penyakit kanker darah langka sejak ia di lahirkan hingga ibunya meninggal.


Avram sendiri tidak mengetahui pasti mengapa ayahnya di bunuh. Sementara kakak tirinya yang bernama Enzi Alexi Ortama hanya bisa bersenang senang dengan kekayaan yang di tinggalkan ayah mereka. Bahkan Enzi tidak memberikan sepeserpun uang hasil warisan semrntara Avram sangat membutuhkan uang itu.


Setelah puas memgunjungi makam ayahnya, Avram memutuskan untuk menemui kakak tirinya itu bersama putrinya yang baru berusia 4 tahun yaitu Elena.


Namun sesampainya di rumah, Avram mendapati kakaknya hendak melenyapkan bayi yang masih merah dalam sebuah keranjang. Avram yang tidak tega, mencegah tindakan kakaknya itu.


Enzi yang licik dan psikopat, memiliki rencana busuk untuk menyingkirkan Avram supaya tidak menagih harta warisan yang seharusnya milik Avram.


Enzi meminta Avram untuk merawat bayi itu untuk membalaskan dendamnya kepada naga hitam yang telah membunuh ayah mereka. Selain itu, Enzi menekan Avram supaya melakukan serangkaian pembunuhan terhadap beberapa orang, yaitu Albert, dan dua wanita yang di duga selingkuhan Enzi.


"Kau tidak punya hati!!" seru Avram.


"Kau tidak perlu ikut campur, mana mungkin aku menikahi Lendra dan membawa bayi sialan ini!" balas Enzi


"Dia darah dagingmu!!


"Aku tidak perduli! dia bukan anakku, itu hanyalah sebuah kecelakaan, aku sedang mabuk!" Jelas Enzi. "Sekarang kau pergi bawa anak ini, terserah mau kau apakan, kau berikan pada binatangpun aku tidak perduli!" perintah Enzi.


"Baiklah, tapi kalau kau ingkar janji. Jangan salahkan aku, jika suatu hari nanti, kau mati di tangan putramu sendiri." Ancam Avram.


"Aku tidak perduli, lebih baik kau buang anak ini!"


"Aku setuju!" sahut Enzi.


Demi putrinya yang bernama Elena, demi kesembuhannya. Avram menerima tawaran itu, lalu ia membawa pergi bayi itu ke rumahnya dan di rawat hingga usia 10 tahun.


Saat Avram hendak melancarkan aksinya, ia menitipkan Elena kepada sahabatnya yaitu Sheblak. Kemudian Avram mulai mencari keberadaan ketua naga hitam, hingga takdir membawanya bertemu dengan Quenby.


Segala cara ia lakukan dari rencana A sampai rencana D. Namun semua rencana itu selalu di gagalkan Quenby. Hingga akhirnya Avram merubah rencananya dan mulai mendekati Quenby hingga memunculkan tokoh tokoh yang memang tidak di perlukan Avram hanya untuk mengecoh Quenby.


Setelah ia mengalami berbagai kegagalan, apalagi bayi yang ia rawat dengan penuh kasih sayang yang bernama Rafa memiliki kecerdasan dan selalu ikut campur. Akhirnya Avram menghadirkan Elena supaya Rafa jatuh cinta padanya dan bisa di kendalikan. Lagi dan lagi, Avram harus mengalami kegagalan.


Hari demi hari rasa cinta tumbuh di hati Avram, tapi ia terlanjur membuat situasi semakin menyulitkannya. Terlebih Elena bukannya membantunya tetapi malah membantu Rafa. Terlebih ia mendapati fakta, ternyata seblak dan Livian juga Rey orang suruhan Enzi untuk menghancurkan Quenby dan dirinya sendiri.


Akhirnya Avram merubah rencanaya dan menikahi Quenby untuk melindungi Rafa dan Quenby. Di saat Avram ingin hidup tenang bersama Quenby dan Rafa, tekanan datang dari Enzi dan Livian, Rey juga Sheblak, mereka akan membongkar kedok Avram dan memasukkannya ke dalam penjara.


Sebelum mereka membongkar kedok Avram. Elena dan Avram merencanakan pembunuhan Livian, Rey dan Sheblak dengan meletakkan bom waktu di dalam mobil.


Elena yang tidak ingin ayahnya masuk penjara lagi, akhirnya berusaha melimpahkan kesalahan Avram kepadanya. Ia rela menyerahkan kehormatannya dan berpura pura kalau dia tidak mencintai Rafa hanya untuk mempermainkannya saja. Namun Avram tidak sekuat itu, ia tidak tahan melihat putrinya tersiksa. Lalu Avram membuat drama kalau dia berselingkuh dengan wanita lain, setelah itu meninggalkan Indonesia dan kembali ke Taiwan.


Namun kejahatan tetaplah kejahatan, serapi apapun membungkus bangkai tetap akan tercium juga. Rafa berhasil menemukan Avram dan Elena hingga kematian menjemput mereka berdua. Tapi setidaknya, Avram sudah menyelesaikan tugasnya meski itu buruk. Di sisi lain ia berhasil melindungi Rafa dan Quenby, di sisi lain Rafa sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap Avram.


Sementara Enzi sendiri tidak berada di Taiwan, ia sudah bahagia bersama istri dan putranya menjadi orang no 1 di asia. Enzi sudah tidak memikirkan tentang Rafa atau Quenby lagi.


Begitu juga dengan Rafa, ia tidak ada niat untuk mencari ayahnya. Bahkan ia tidak ingin melihat wajah ayahnya seperti apa. Bagi Rafa saat ini hanyalah Ibunya, hanya Quenby yang dia butuhkan tidak ada yang lain.