PSYCHOPATH BABY BOY

PSYCHOPATH BABY BOY
Lost yourself


Dulu aku berpikir hidupku adalah sebuah tragedi. Tapi sekarang aku sadar, ternyata hidupku hanya komedi - Joker-


Setelah berada di markas berhari hari, Rafa terus mengumpulkan semua informasi. Tidak perduli ia harus memulainya dari awal. Hilangnya Avram secara bersamaan dengan Elena. Membuat Rafa semakin curiga, namun ia tidak mau terjebak lagi dalam lingkaran setan yang sudah mereka ciptakan seolah olah apa yang terjadi adalah kasus yang membingungkan.


Misteri hilangnya Avram dan Elena seakan akan sudah di atur seseorang untuk menarik Rafa kembali ke kota tersebut. Di sisi lain, ia harus menerima kenyataan Quenby yang semakin hari semakin parah amnesianya.


Berdasarkan semua informasi yang berhasil ia kumpulkan. Ada beberapa 6 target yang akan dia datangi dan hancurkan. Rafa tidak perduli lagi salah atau benar. Yang saat ini ia lakukan adalah memancing dalangnya keluar, Avramkah? atau Avram dan Elena?


Sebelum Rafa berangkat menuju targer pertama, ia menyiapkan bahan peledak dan senjata api ke dalam tas ransel. Setelah itu ia menyiapkan makan malam terlebih dahulu untuk ibunya. Setelah selesai, ia bawa makan malam Quenby ke kamarnya.


"Mom, ini makan malammu." Kata Rafa seraya meletakkan nampan di atas meja.


"Kau siapa nak?" tanya Quenby menatap aneh ke arah Rafa.


Rafa menarik napas dalam, rupanya amnesia Quenby tengah kambuh.


"Aku bodyguardmu Mom.." jawab Rafa tersenyum lalu duduk di samping Quenby.


"Tapi kau tampan sekali nak?" tanya Quenby mengusap pipi Rafa.


"Memangnya bodyguard tidak boleh tampan?" Rafa tertawa kecil mendengar perkataan Quenby.


"Andai aku memiliki putra sepertimu.." sahut Quenby menangkup wajahnya sendiri sambil tersenyum tipis. "Tapi kenapa kau memanggilku Momy?"


"Bukankah kau menginginkan putra sepertiku? anggap saja aku putramu." Jawab Rafa, matanya berkaca kaca. Setiap kalimat yang di ucapkan Quenby membuat hati Rafa semakin sedih.


"Baiklah, kau boleh panggil aku, Momy!"


Rafa menganggukkan kepalanya, lalu berdiri tegap, dan berlalu begitu saja dari hadapan Quenby, menuju kamarnya mengambil tas ransel yang berisi bahan peledak. Setelah itu ia bergegas keluar dari kamarnya. Baru saja sampai di halaman markas, terdengar Quenby memanggilnya.


"Rafa!


Rafa menoleh ke belakang, nampak Quenby menjelma sosok wanita yang dulu ia kenal. Celana panjang hitam, jaket yang pas ditubuhnya, dan senjata api terselip di pinggangnya.


"Momy?"


"Aku ikut bersamamu, bukan kau yang melindungiku. Tapi aku yang akan melindungimu!" ucap Quenby tersenyum tipis.


"Siap bos!" sahut Rafa tertawa lebar. Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil.


Rafa menoleh ke arah Quenby, menganggukkan kepalanya. Quenby memutar musik cukup keras, bunyi jedak jeduk musik terdengar mengentak entakkan telinga bersamaan mobil melaju meninggalkan markas. Sepanjang jalan di iringi lagu, Quenby menggerakkan kepalanya mengikuti irama musik remix. Rafa tertawa melihat Quenby yang terlihat bahagia meski amnesia sambil menyetir mobil


Look, if you had one shot, one opportunity


Dengar, jika kau punya satu peluang, satu kesempatan


To seize everything you ever wanted, one moment


Untuk dapatkan apa saja yang kau inginkan, satu kali


Akankah kau menggunakannya, atau melepaskannya?


His palms are sweaty, knees weak, arms are heavy


Telapak tangannya berkeringat, lututnya lemah, lengannya berat


There's vomit on his sweater already, mom's spaghetti


Ada muntahan di jaketnya, sisa spageti ibu


He's nervous, but on the surface he looks calm and ready


Dia gugup, tapi dia tampak tenang dan siap


To drop bombs, but he keeps on forgettin'


Tuk mengguncang, tapi dia terus saja lupa


What he wrote down, the whole crowd goes so loud


Apa yang tlah dia tulis, teriakan penonton semakin keras


He opens his mouth, but the words won't come out


Dia membuka mulutnya, tapi tak terdengar satu kata pun


He's chokin' how, everybody's jokin' now


Dia tercekik, semua orang tertawa


The clock's run out, time's up, over, BLOW!


Jarum jam terus berputar, waktu habis, selesai, DOOM


Snap back to reality, oh, there goes gravity


Kembali ke kenyataan, oh, ada gravitasi


Oh, there goes Rabbit, he choked, he's so mad


Oh, begitulah Kelinci, dia tersedak, dia sangat marah


But he won't give up that easy, no, he won't have it


Eminem- Lost yourself