PSYCHOPATH BABY BOY

PSYCHOPATH BABY BOY
Kekaguman


Setelah puas bermain, Quenby mengajak mereka pulang. Namun Elena menolak pulang bersama, dengan alasan dia hendak menemui saudaranya. Akhirnya Rafa dan Quenby pulang berdua.


"Momy, Dad di mana?" tanya Rafa.


Dad menemani Ayahmu mengurus Bu Anna." Jawab Quenby dengan tatapan fokus ke jalan.


"Bu Anna, memangnya Bu Anna separah itu?" tanya Rafa tidak mengerti.


"Entahlah, aku tidak terlalu memperhatikan. Tadi aku di larang ikut masuk ke ruang UGD, padahal setau aku, Anna baik baik saja." Ungkap Quenby.


Rafa terdiam, ia menoleh ke arah Quenby. "Mengapa Momy sekarang menjadi selemah ini? apa yang terjadi dengan Momy?" ucap Rafa dalam hati. "Aku merasa momy tidak baik baik saja bukan karena kanker, ah sudahlah Rafa. Hentikan pikiran burukmu, biarkan momy tenang.."


"Tiiitttttttt!!!"


Tiba tiba saja Quenby rem mendadak, rafa hampir saja terbentur kepalanya andai tidak menggunakan sabuk pengaman.


Mereka berdua menatap ke depan. Nampak sorot lampu mobil membuat pandangan mereka silau. Quenby melepas sabuk pengamannya, lalu keluar dari pintu mobil di ikuti Rafa. Mereka berdua berdiri menatap ke arah sekelompok pria, di tangannya menggenggam balok kayu berukuran sedang.


Salah satu pria maju ke hadapan Quenby dan Rafa. Tertawa terkekeh menatap tajam mereka berdua.


"Selamat datang, dan akhirnya kita berjumpa di sini Nona Quenby!" sapa pria itu.


"Hok Cay?" sapa Quenby.


"Ternyata ingatanmu masih tajam Nona, bagaimana dengan kemampuanmu? apakah kau sehebat dulu? tanya Hok Cay dengan nada cemooh.


"Apa maumu?!" tanya Quenby.


"Tentu saja nyawamu, kau pikir aku mau hartamu? hahaha!" Hok Cay tertawa terbahak bahak.


"Rafa sembunyi sayang!" kata Quenby menarik tangan Rafa mundur ke belakang.


"Serang!" perintah Hok Cay pada Anak buahnya.


"Hiyaaaatt!!


Dua pria langsung maju mengayunkan baloknya ke arah Quenby. Dengan sigap Quenby menghindar, lalu kaki kanannya menerjang dua pria itu sekaligus hingga terpental dan menabrak mobil yang terparkir di tengah jalan. Quenby menoleh ke samoing, melayangkan tinju ke wajah pria yang berlari ke arahnya menggunakan sikut.


"Bukkk! pria itu tersungkur ke jalan.


Rafa yang sedari tadi diam memperhatikan setiap gerakan Quenby yang lemah semakin menguatkan kecurigaannya kalau Quenby tidak baik baik saja bukan karena kanker. Awalnya Rafa masih bisa diam memperhatikan Quenby melumpuhkan satu persatu musuhnya, namun saat Hok Cay dan dua anak buahnya yang lain menyerang Quenby bersamaan, membuat Rafa tidak tinggal diam.


Rafa berteriak kencang sambil berlari ke arah mereka.


"Momyyy!!!"


Kedua kaki Rafa menerjang Hok Cay tepat mengenai dadanya. Hok Cay terpental bersamaan dengan tubuh Rafa yang twrjatuh ke jalan aspal. Rafa kembali bangkit dan menyerang dua pria lainnya menggunakan balok yang ia pungut di jalan lalu ia hantam kepala pria tersebut hingga ambruk.


Sementara Rafa kembali menghadapi musuh yang tersisa satu lagi berikut Hok Cay yang masih merasakan sakit di dadanya. Melihat Rafa tengah menghabisi anak buahnya. Hok Cay berdiri, mengambil baloknya lalu berjalan mendekati Quenby. Ia ayunkan balok dari arah belakang. Namun Rafa yang mempeehatikan Quenby meski ia tengah bertarung, segera berlari mendekati Quenby dan berteriak.


"Momy awas!"


'Bukkk!!"


Terjangan kaki Rafa tepat mengenai wajah Hok Cay, hingga terjungkal bersamaan dengan tubuh Rafa yang hampir saja jatuh membentur jalan aspal andai kedua tangan Quenby tidak ada.


"Momy.." ucap Rafa menatap wajah Quenby yang berkeringat.


"Sayang, kau tidak apa apa?" tanya Quenby.


Rafa bangun dan menggenggam erat kedua tangan Quenby yang di gunakan untuk menahan kepala Rafa lalu menciumnya.


"Tidak apa apa sayang, ayo kita pergi dari sini!" Quenby bangkit lalu menarik tangan Rafa masuk ke dalam mobil.


"Biar aku yang menyetir." Kata Rafa.


"Apa kau bisa?" tanya Quenby.


"Percaya padaku, Mom!' sahut Rafa.


"Baiklah sayang!"


Rafa mulai melajukan mobilnya meninggalakn lokasi, namun Hok Cay yang masih belum puas ia bangkit dan masuk ke dalam mobil mengejar mobil milik Quenby.


Rafa yang menyadari hal itu, ia mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Begitu juga dengan Hok Cay yang berusaha mensejajarkan mobilnya.


"Brakkkkk.


Mobil milik Quenby di tabrak dari arah belakang. Rafa hampir saja menabrak mobil yang ada di depan, ia membuang stir ke kanan lalu mendahului mobil yang ada di depannya. Kejar kejaran di jalan raya tidak dapat di elakkan lagi. Hok Cay berhasil mensejajarkan mobil. Sebelum pria itu menabrakkan mobilnya, Rafa lebih dulu sigap menghantam mobil milik Hok Cay hingga oleng kesamping dan menabrak pengendara lainnya.


"Brakkk!!


Jalan raya yang awalnya tenang berubah terjadi tabrakan beruntun dari mobil Hok Cay hingga mobil lainnya. Rafa terus melajukan mobilnya dan menatap ke belakang lewat kaca spion lalu tersenyum puas.


"Rasakan, matilah kau!" ucapnya pelan.


Quenby yang sedari tadi diam memperhatikan kemampuan Rafa hanya bisa tersenyum kagum dan mengingatkannya akan masa lalu.


"Kau benar benar mirip sepertiku.." ucap Quenby.


Rafa menoleh ke arah Quenby sekilas dan tertawa kecil.


"Apa yang terjadi dengan Momy? kenapa Momy menjadi lemah? aku harus mencari tahu." Gumam Rafa dalam hati.