Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Terjebak di waktu yang tepat.


BAB 94.


"Aku tidak menyangka, ternyata Wanita yang kini ada di samping ku, adalah Wanita yang hebat, wanita yang dewasa, wanita yang penuh dengan perhitungan !! " Puji Mahesa sambil mengeratkan Pegangan nya.


"Andai saja kita sudah mempunyai ikatan yang lebih dengan dari ini Ann !! Pasti saat ini kita akan berbuat lebih dari sekedar berpegangan Tangan, dan kamu akan merasakan kasih sayang dan kenyamanan yang benar-benar tulus. " Gumam Mahesa dalam hati nya.


Anita tidak tau sampai kapan diri nza akan terkurung di dalam Lift itu, walaupun Mahesa terlihat tenang, Mahesa terus memutar otak nya. karna udara di dalam Ruangan Lift semakin pengap.


"Tuan ?? Apa kah ini masih lama !! " Tanya Anita pada Mahesa.


Mahesa melihat Anita sudah lemas. " Tenang ya Ann, sebentar lagi !! " jawab Mahesa.


Anita mencoba menjauh dari tubuh Mahesa, Anita memang membutuhkan senderan saat ini, saat Anita harus menerima kenyataan yang pahit.


Tapi Anita merasa takut Mahesa tidak nyaman, dan ada rasa tidak enak jika ingin menjauhi Anita, jadi Anita dengan cepat menjauh daei tubuh Mahesa.


"Tetap lah seperti ini Ann, kenapa kau hendak menjauh dari ku ?? Apa aku tidak senyaman saat kau dekat dengan kekasih mu itu ?? " Ucap Mahesa berkecil hati.


Anita di buat bingung dengan Pertanyaan Mahesa. " Maksud Tuan bagaimana ?? saya hanya tidak ingin, Tuan menganggap saya sebagai wanita Gampangan, lagian Tuan itu atasan saya, saya tidak pantas seperti ini. pada atasan saya !! " Ucap Anita, tidak mampu melepaskan Tangan nya dari genggaman tangan Tuan Mahesa.


"Apa kita perlu memantapkan hati kita Masing-masing Ann ?? aku pun tidak tau, Perasaan apa ini. " Ucap Mahesa semakin hangat pada Anita.


"Ma-maaf Tuan, sungguh saya tidak mengerti. sungguh ... jika Tuan melakukan ini karna simpatik pada saya, saya tidak perlu itu Tuan. Maaf jika sikap Replek saya membuat Tuan tidak nyaman !! " Ucap Anita terus menyangkal bahwa kini hati dan pikiran nya, mengatakan bahwa Tuan Mahesa mencintai nya.


Karna menurut Anita, untuk menerima cinta atau pun mencintai Laki-laki lain, itu tidak akan mudah untuk sekarang ini. meskipun tidak dapat di pungkiri diri nya memang butuh kasih sayang itu. pikir Anita mungkin ini yang di katakan dengan kata-kata munafik.


Mahesa memposisi kan tangan nya pada Pinggang Anita. " Ann, saya yang bawa kamu datang ke dalam pelukan saya. karna memang saya menginginkan nya !! jika kamu beranggapan ini karna Nafsu, bisa di bilang seperti itu, kita Manusia normal. tapi sungguh saya tidak pernah menganggap kamu sebagai wanita murahan, kamu berani mendekat pada saya !! itu karna kita ada rasa saling nyaman, asalkan kita tau batasan kita sebagai Dua insan yang belum terikat dalam suatu pernikahan. Saya tau kamu Paham Ann !! " Ucap Mahesa semakin membawa Anita ke dalam pelikan hangat nya.


Anita semakin tidak mengerti dengan situasi ini, pikiran Anita ingin menolak perlakuan Tuan Mahesa, tapi diri nya enggan menjauh dari posisi nya sekarang.


Sungguh pelukan Tuan Mahesa lebih hangat dari Pelukan Gilang, mungkin karna Hubungan nya dengan Gilang selaku banyak rintangan, sehingga Anita lebih sering merasakan ketidak tenangan saat bersama dengan Gilang.


Tapi Anita tidak mau mengatakan bahwa diri nya sudah melupakan Gilang, atau bahkan membanding-banding kan Gilang dengan Mahesa.


Gilang akan tetap menjadi Laki-laki yang masih Anita cintai saat ini, Mungkin dalam hal merelakan Anita bisa melakukan nya apa lagi bersangkutan dengan kebaikan, tapi untuk hal melupakan Anita masih butuh waktu.


Mahesa menatap dalam Anita, dan Anita tidak mampu memalingkan pandangan nya pada Mahesa,


"Aku akan menjadikan mu milik ku seutuh nya Ann, walaupun aku tau kamu masih butuh waktu !! aku akan menunggu sampai waktu itu tiba !! Dan aku akan membantu mu, untuk melupakan kekasih mu itu. " Gumam Mahesa dalam Hati nya.


"Terima kasih atas semua nya Tuan, saya sangat berterima kasih, karna di saat-saat sulit seperti ini, Tuan menemani saya. Entah bagaimana jika saya terjebak di sini seorang diri !! " Ucap Anita, Anita tidak ingin menanyakan perasaan Tuan Mahesa terlebih dahulu. karna itu akan membuat Anita terjebak nanti nya.


Mahesa ingin sekali mengutarakan Hati nya saat ini, namun entah kenapa ada sesuatu yang menahan nya untuk tidak mengatakan nya saat ini.


Mahesa mulai berdiri, dan meletakan Tubuh Anita di sudut ruangan Lift itu. Mahesa akan mencoba membuka pintu Lift itu secara manual menggunakan tangan nya. Tidak jarang Tuan Mahesa berteriak, Mahesa merasa Lift yang ia naiki terjebak di bagian Gedung yang kosong, sehingga tidak ada orang yang mengetahui nya.


Mahesa terus berteriak dan menendang-nendang pintu Lift itu.


"Tu-tuan !! " Ucap Anita lemas, Anita berusaha untuk berdiri.


Mahesa melirik, dengan cepat Mahesa menangkup Tubuh Anita yang hendak terjatuh. Sudah Mahesa duga Anita saat ini sudah mulai ke habisan Nafas nya, karna tidak ada Oksigen yang masuk.


"Ann, Rilex ... santai !! jangan cemas, yakin sebentar lagi kita akan keluar dari sini. Ayo lah Ann, kamu kuat !! " Ucap Mahesa membelai lembut pipi Anita.


Anita sudah merasa sesak, "Tu-an Anak saya !! " Ucap Anita mengingat Nara.


Anita sangat cemas, hingga dia berpikir dia tidak akan selamat, pikiran Anita hanya tertujy pada Anak nya.


"Kamu harus atur nafas kamu dengan baik Ann, kita akan selamat, kita akan menemui Nara nanti nya !! jangan cemas !! " Ucap Mahesa sangat dalam pada Anita.


Mahesa menatap Anita, kini Anita ada di dalam dekapan Mahesa dengan Tubuh Anita setengah berbaring. dengan dalam Tatapan mereka berdua saling bertaut.


Sehingga tarikan kuat pun, saling mereka rasakan satu sama lain, Anita tidak bisa berbuat apa-apa selain mengatur nafas nya dengan baik. Berbeda dengan Mahesa, wajah Mahesa semakin mendekat pada wajah Anita.


Deru nafas Mahesa semakin terasa oleh Anita, Anita yang merasakan wajah Mahesa semakin mendekat, lambat laun bibir Tuan Mahesa sudah menyentuh Bi*ir mungil Anita.


Anita membulatkan mata nya sempurna, desiran hangat mulai menjalar di dalam tubuh kedua nya, Mahesa tidak bisa menahan saat Wajah nya semakin mendekat dengan wajah Anita.


Kini peraduan cinta antara kedua nya, seakan di pertemukan, di pertemukan untuk pertama kali nya.


Namun naas saat Mahesa ingin menyatukan sentuhan Bi*ir nya lebih dalam lagi, Suara ketukan dan teriakan terdengar dari luar pintu lift itu.


Mahesa seketika menjawab teriakan suara di Luar sana, Mahesa kembali menaut kan pandangan mya pada Anita, wajah Anita kini berubah warna menjadi merah, sungguh malu yang Anita rasakan saat ini.


Mahesa hanya tersenyum penuh Arti pada Anita. " Kita akan segera keluar Ann !! " Bisik Mahesa pada Anita.


Baik Anita ataupun Mahesa, merasakan ada yang mengganjal di antara perasaan nya masing-masing, "Kenapa bantuan nya datang di saat tidak tepat sih. " Ucap Mahesa kecil, namun dapat di dengar oleh Anita.


Anita tersenyum geli mendengar ucapan Mahesa, " Loh kenapa Tuan, jadi tidak suka. jika bantuan itu sudah datang ?? " Ucap Anita pada Mahesa.


Mahesa menatap instens pada Anita, " Aku yakin kau pun merasakan nya, dan aku yakin kau pun tau jawaban nya !! " Jawab Mahesa berhasil membuat Anita tersipu malu di hadapan nya.


Anita dan Mahesa tersenyum dan tak mampu merasakan lebih dalam lagi perasaan mereka masing-masing, karna itu akan membuat mereka jadi salah tingkah.