Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Rencana yang gagal.


BAB 65.


Anita menggenggam Tangan Gilang erat.


"Sayang, Jangan pelihara rasa curiga itu dalam Hubungan kita !! Percaya lah pada ku, Jika aku harus terlihat dekat dengan Tuan Mahesa, itu hanya sebatas Rekan kerja. Aku tidak mungkin seenak nya saja keluar Masuk Perusahaan Orang lain sayang !! Aku tau kamu Bukan lah Orang Biasa, kamu bukan hanya sekedar Tukang Ojek saja !! Tanpa kamu Jelas kan. Aku tau Kamu bukan Orang dari kalangan Bawah. Tapi aku tidak Perduli itu, Dan aku tidak mau tau, kamu Anak siapa !! Dan aku tidak mau tau Berapa banyak Perusahaan yang kamu miliki saat ini !! Yang aku tau, Kamu adalah Tukang Ojek kesayangan ku. " Ucap Anita lembut di hiasi senyuman manis di wajah nya.


Gilang tidak Percaya dengan apa yang Anita kata kan pada nya, Ternyata Gilang salah. Selama ini Anita memang sudah Yakin Bahwa Gilang bukan dari kalangan Biasa.


Gilang tersenyum penuh bahagia, Sampai-sampai Gilang berkaca-kaca sedikit di mata nya.


Wajah Kesal Gilang, seketika Berubah menjadi Berseri.


"Maaf Sayang, bukan Maksud aku Untuk tidak Jujur. Tapi aku bisa liat mana yang tulus dan mana yang tidak !! jika aku terlihat seperti Orang biasa seperti ini. " Ucap Gilang sambil memegang erat kembali Tangan Anita.


"Jadi mulai sekarang Stop ya ?? Jangan ada Curiga di Antara kita !! Aku percaya sama kamu, tapi kamu juga harus percaya ya sama aku !! " Jawab Anita tersenyum tulus pada Gilang. " Etsss .... satu lagi !! Tetap lah jadi Tukang Ojek ya ?? Jangan Jadi Tuan Gilang di hadapan ku !! " Sambung Anita sambil mencondongkan Wajah nya lebih dekat pada Gilang.


"Iya sayang, Tapi aku tidak janji ya ?? Aku memang tidak sanggup, kalau harus lihat kamu dengan Laki-laki Lain. " Ucap Tegas Gilang.


"Ya sudah kalau begitu, Nikahin Aku, secepat nya !! Jadi aku akan Sah jadi Istri mu. Dengan Begitu, Aku yakin tidak akan ada Laki-laki lain yang deketin aku. " Ucap Anita menahan tawa nya.


Gilang membulat kan Sempurna Mata nya, saat melihat Anita sangat serius mengatakan nya.


"Itu yang aku mau Ann, tapi itu tidak akan mudah Ann. " Tatapan Gilang menjadi sendu dan Gugup pada Anita.


Seketika Anita Tertawa puas. " Sayang aku bercanda !! Ko wajah mu ke Takutan Gitu sih, Tenang aku tidak akan meminta mu secepat itu !! " Ucap Anita terus tertawa.


Gilang hanya terdiam di Bungkus dengan senyuman kesedihan di wajah nya.


Makanan Pun sudah Di hidang kan, Gilang dan Anita pun segera menyantap Makanan Enak nan Mahal itu.


Walau Anita hanya bercanda Mengatakan nya, namun Gilang akan memikirkan kata-kata Anita, dan mewujudkan nya menjadi sebuah kenyataan.


...----------------...


BANDUNG.


Tuan Guruh yang mendapati Penjelasan dari Anak Buah nya, Kini semakin Geram saat tau Perusahaan Yang memperkerjakan Anita sangat Membela Anita, dan Tidak mau mengeluarkan nya.


Tuan Guruh Memukul meja di hadapan nya sangat keras, Sehingga Semua Orang yang ada di Ruangan itu Bergidik di Buat nya.


"Sudah lah Pah, jangan Bikin Masalah ini semakin melebar kemana-mana. Mamah yakin Pemilik perusahaan itu, Bukan Orang yang biasa!! Papah Jangan jadi kan Emosi Papah, sebagai Alat untuk menghancurkan Diri Papah sendiri, Apa Papah sadar !! dengan Di Suruh nya Anak Buah Papah ke perusahaan itu, Itu bisa menyebabkan Kehancuran Buat Papah !! " Ucap Ibu Mayang menasehati Suami nya dan Menenangkan nya


"Mamah cukup !! jangan Ikut campur sama Urusan Papah, Papah Tidak takut sekali pun Harus ber urusan dengan Pemilik Perusahaan itu !! Yang Papah mau hanya Gilang bisa meninggalkan Wanita itu !! " Bentak Tuan Guruh pada Istri nya, Ibu Mayang.


Tuan Guruh mencerna Perkataan Istri nya.


Dan Tuan Guruh, mengerti akan Maksud Istri nya itu, Bukan Anita lah yang harus menjauhi Gilang. Tapi Gilang yang harus menjauhi Anita.


Ibu Mayang dan Tuan Guruh memikir kan bagaimana cara nya Agar Gilang mau bertunangan dengan Glenka, dan meninggalkan Anita.


Dalam Keheningan Itu, Ada suara yang membuat Tuan Guruh Jengah di Buat nya.


"Ma-maaf Tuan-Nyonya, Na-nasib Teman-teman saya bagai mana ?? " Ucap Laki-laki, yang beruntung berhasil Lolos dari Hukuman Tuan Rama.


"Diam Kamu !! " Teriak Tuan Guruh, Frustasi di buat nya.


Ibu Mayang menjawab ke khawatiran Laki-laki ituh. " Nanti Biar Roy yang mengurus nya. "


Roy adalah Pengacara keluarga Gilang.


"Ta-pi Nyonya, kalau Teman-teman saya Benar-benar di jadi kan Santapan Oleh para Buaya itu, bagai mana ?? " Laki-laki itu kembali ber ucap. tanpa memperdulikan Tuan Guruh yang sedang Geram.


"Jika Mereka menjadi santapan Buaya, Maka kamu juga harus mau jadi santapan Buaya itu. Agar kalian Bisa bersatu kembali di dalam Perut Buaya itu. " Celetuk Ibu Mayang sambil menahan Tawa nya.


Sebagian Orang yang ada di Ruangan itu pun tertawa Pelan.


"Diam !!! " Teriak Tuan Guruh, mengusir Cepat Laki-laki itu.


Semua Orang di Ruangan itu, tidak ada yang benari menatap Tuan Guruh, walau pun hanya sekilas saja.


"Gak !!! Gak !! Gilang, Papah Tidak akan membiarkan Kamu Bersatu dengan Anita mu itu !! Papah tidak mau, Kamu Tidak akan Bahagia Nanti nya. Kenapa kamu Lang ?? ko gak mau sama Glen !! Dia Wanita Jelas-jelas mempunyai Masa depan yang bagus, Kenapa kamu selalu tidak sepaham dengan Papah Lang. " Gumam Pak Guruh mengeluh dalam hati nya.


Begitu pun Ibu Mayang, Ibu Mayang memikir kan Hal yang sama, dengan yang di pikirkan oleh Suami nya.


Hingga akhir nya keputusan pun di ambil dan di sepakati oleh Pak Guruh dan Ibu Mayang.


Pak Guruh dan Ibu Mayang akan Berangkat ke jakarta, Untuk menemui Anita dan Berbicara langsung pada Anita.


Namun Ibu Mayang menyerankan Pada Suami nya, Agar memakai cara halus !! saat berbicara pada Anita.


Tuan Guruh semakin jengah pada Keadaan, Hingga Membuat dada nya terasa Nyeri oleh Keras kepala Gilang.


"Sudah .. Pah, Sudah !! Istirahat aja Dulu. Papah jangan Terlalu Cape dan banyak Pikiran. Kalau Jantung Papah kumat lagi Bagai mana ?? " Ucap Ibu Mayang sambil membantu Suami nya berbaring di atas sofa yang sedang ia Duduki.


"Ini bukan Perkara Mudah Pah, Ini soal Perasaan, Rasa yang nyata namun tidak terlihat. Akan Susah untuk mengalahkan nya !! " Gumam Ibu Mayang dalam hati nya.