Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 174


"Nak sebenar nya apa yang terjadi ? " Tanya orang tua Anita.


Tuan Rama sudah pamit pulang sebelum kedua orang Tuan Anita tiba.


"Pah ... aku memutuskan untuk pisah dengan Mas Mahesa. " Jawab Anita lirih seraya menundukan kepala nya.


"Apahhh ? kamu sadar Nak ? kenapa ? bukan kah selama ini kalian bahagia ? " Cerca Ayah Anita.


"Sabar Yah, kenapa sayang ? " Tanya Ibu Anita lembut.


"Maaf kan Anita Ayah-Ibu, sungguh aku pun sebenar nya tidak ingin gagal untuk ke dua kali nya, pasti ini sulit bagi kalian, tapi apa daya Bu keadaan sudah tak memungkin kan aku dan Mas Mahes bersatu. " Jawab Anita lembut.


"Iya Nak, Ibu paham. Kamu lihat Ayah dan Ibu menjalani rumah tangga sampai sekarang bukan tidak ada masalah, masalah pasti ada Sayang, tapi kami coba untuk memecahkan masalah itu bersama-sama, tenang lah Nak. kita bicarakan baik-baik ya ? " Bujuk Ibu Anita, belum tahu apa akar permasalahan nya.


"Iya Bu, Anita tahu bahkan Anita paham tentang pahit dan manis nya rumah tangga, walaupun Ayah dan Ibu sering ada masalah, tapi masalah itu bukan karna Ayah mengkhianati Ibu bersama wanita lain kan ? " Jawab Anita merasa bersalah pada kedua orang tua nya karna harus gagal untuk kedua kali nya.


Kedua Orang tua Anita syok dan saling menatap satu sama lain.


"BERENGSEK ......kenapa kamu tidak mengatakan nya tadi Nak, mungkin Ayah akan memberi nya pelajaran, meskipun itu harus di depan Ayah nya. " Murka Ayah Anita menyesal sudah membiarkan Mahesa pergi begitu saja di hadapan nya.


Ibu Anita kini pilu, ia hanya menangis memikirkan kisah hidup anak nya yang harus bercerai untuk ke dua kali nya.


"Jangan Yah, Anita yakin Papah Rama pasti akan memberi Mas Mahes pelajaran, yang akan membuat nya jera. " Timpal Anita tidak ingin jika Ayah nya sampai memukul Mahesa.


"Sabar ya sayang, Kenapa gak cerita sama Ibu ? kenapa kamu pendam sendiri, apalagi saat kamu hamil besar"Isak tangis Ibu Anita mengecup kening Anita.


"Jangan menangis Bu, aku semakin bersalah melihat nya. " Pinta Anita pada Ibu nya.


Sementara Mahesa kini sedang duduk tertunduk di sofa rumah Orang tua nya.


"Loh kenapa Nak ? " Tanya ibu Inggrit saat menyadari keberadaan Mahesa.


Mahesa tidak menjawab dia hanya menjambak rambut nya sendiri.


"Nak kenapa ? bilang sama Mommy, Kenapa ? jangan begini. " Bentak Ibu Inggrit khawatir.


"A-aku Mom ..... Arrrrgggghhhhhh ... " Jawab Mahesa yang di akhiri dengan teriakan dan tangisan.


Saat Ibu Inggrit sibuk menenangkan Mahesa, Tuan Rama duduk menyaksikan usaha seorang Ibu menenangkan Anak nya.


Dan Ibu Inggrit terus menenangkan anak nya.


Setelah beberapa lama, Tuan Rama tertawa dan bertepuk tangan.


"Papah. " Ucap Ibu Inggrit masih dengan wajah khawatir namun ia kaget akan kehadiran suami nya itu.


"Bagaimana ? ini kan yang kamu mau ? " Ucap Tuan Rama sambil duduk santai di atas Sofa


"A-apa Maksud nya Pah, sungguh aku ti-tidak mengerti. " Ibu Inggrit pura-pura tidak mengerti dan pesikap polos.


"Jadi ini yang kamu maksud dengan ke suksesan Mahesa ! ini yang kamu maksud kebahagiaan Mahesa yang kamu inginkan Hah ? " Bentak Tuan Rama pada Ibu Inggrit.


"Maksud nya apa Pah ? kenapa Papah bentak-bentak Mommy sih ? " Ibu Inggrit masih pura-pura tidak tahu.


"Mom, Papah sudah muak dengan semua nya, sekarang apa yang sudah kamu awali kamu juga yang harus menyelesaikan nya. Kamu yang sudah buat Mahesa kehilangan istri dan anak nya, ambisi kamu untuk menghancurkan rumah tangga Anak mu sendiri kini sudah berhasil. Apa kamu akan tanya bagaimana cara menyelesaikan masalah yang kamu buat sendiri Hah ? " Bentak Tuan Rama.


Ibu Inggrit terdiam dan terus memandangi Mahesa.


"I-iya Pah. " Jawab Ibu Inggrit.


"NIKAHKAN MAHESA DENGAN AMEL. " Jawab Tuan Mahesa dengan geram nya.


"Apah Pah ? " Jawab Mahesa sontak terbangun dari duduk nya.