Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Perasaan Ragu Anita


BAB 47.


Setelah keluar dari Cafe itu, Anita melepaskan genggaman Tangan Nya saat menarik Tangan Gilang dengan Paksa tadi.


Gilang hanya terdiam, Yang Gilang tau Anita saat ini sedang marah Pada nya karna kejadian Di dalam cafe tadi.


Anita membelakangi Gilang, sambil memasang Helm untuk bersiap menaiki Motor Gilang, untuk segera Pulang meninggalkan Cafe itu.


Gilang mencoba membujuk Anita untuk tidak marah pada nya. "Ann ?? " Ucap Gilang sambil meraih Tangan Anita.


Anita tidak menoleh sedikit Pun pada Gilang.


Anita kini kesal Atas Sikap Gilang pada Waiters perempuan tadi.


Gilang tidak mendapat kan Respon sama sekali dari Anita.


Gilang menghela Nafas panjang nya, "Ann jangan Marah, Aku Sungguh Tidak Sengaja !! Tadi kamu Melamun Ann, aku hanya berniat mengagetkan Mu, Namun Waiters Itu tidak sengaja menyenggol ku, Aku Sungguh Tidak sengaja !! " Ucap Gilang dengan Sungguh-sungguh meminta Maaf.


Deg !!! Hati Anita berdegup. " Kenapa Aku harus marah Karena Sikap Manis nya pada Waiters itu, Gilang benar. Harus nya aku Marah karna Dia Tadi mencium ku, walau pun itu karna Ketidak sengaja'an !! " Gumam Anita dalam Hati nya. "Apa Aku cemburu pada Waiters itu ?? Aduh kalau sampai Gilang tau Bahwa Marah Ku ini bukan Karna Dia mencium ku, Bisa-bisa Gilang Tau kalau Aku Menyimpan Perasaan yang sama Pada nya !! " Sambung Anita Dalam Hati nya.


"Pulang yu Lang, Hari sudah Sore !! " Jawab Anita Pada Pertanyaan Gilang. Sambil melepas kan Pegangan Tangan Gilang.


Gilang mengerti Kalau Hal ini Bisa membuat Anita sangat Marah pada nya, Gilang menuruti Kemauan Anita untuk segera Pulang.


Gilang Mulai melajukan Kendaraan nya, Membelah Kepadatan Kota Jakarta pada Sore Hari.


Tidak Ada Kata keluar dari Anita atau Pun Gilang.


Gilang hanya meratapi penyesalan nya saja, "Anita Pasti Marah Besar Pada ku, Itu terjadi Di Muka Umum, Anita Pasti Malu Saat Tau semua Mata tertuju pada Diri nya !! " Gumam Gilang dalam Hati nya.


Setiba Nya Di depan Rumah Anita, Gilang Masih Belum mendengar Permintaan Maaf diri nya itu, di terima Oleh Anita.


Anita Memberikan Helm nya Pada Gilang. " Terima Kasih Lang. Maaf Selalu merepotkan Mu !! " Ucap Anita Dengan Senyuman Kecil nya.


Gilang hanya menatap Lirih pada Anita, "Ann Maaf kan Aku. " Kata Itu kembali keluar lagi Mulut Gilang.


Anita bisa membaca Sebuah Penyesalan Dalam Diri Gilang, melalui Tatapan nya. Mata Gilang sangat Sendu. "Lang Maaf kan aku jika aku besikap Munafik seperti ini !! Aku Tidak Bermaksud mempermainkan Mu, Tapi aku belum yakin dengan Perasaan ku ini !! " Gumam Anita Masih dalam Hati nya.


"Tidak Apa Lang, Itu kan Terjadi karna Ketidak sengaja'an. Jadi Lupakan saja !! " Jawab Anita dengan Senyuman yang sulit untuk di artikan oleh siapa pun.


"Tapi Ann, jangan Anggap kejadian Itu karna aku seolah-olah telah merendahkan mu, walau pun itu ketidak sengaja'an Tapi Aku tidak pernah menganggap mu Seperti itu, aku sayang kamu Ann !! " Ucap Gilang masih dengan Tatapan Sendu nya.


"Aku tau itu Lang, jangan Khawatir ya ?? Aku masuk dulu, kamu hati-hati di jalan !! " Jawab Anita, menepuk lembut tangan Gilang.


Dan Anita membalikan Badan nya dari hadapan Gilang menuju Rumah nya, Ada perasaan tak tega pada Gilang.


"Ann aku sayang kamu !! " Jawab Gilang saat Anita sudah Mulai melangkah pergi di hadapan nya.


Anita membalikan badan nya, dan Tersenyum pada Gilang, setelah itu Anita bergegas masuk kedalam Rumah nya.


Gilang terdiam melihat Nanar kepergian Wanita yang sangat ia cintai, dengan Rasa takut dan penyesalan nya, Walaupun Kini Gilang Telah mendengar Anita sudah memaafkan nya, Gilang masih saja merasa Bersalah akan Hal itu.


"Aku memang sangat Menginginkan Nya Ann, Tapi Tadi, itu memang cara yang Salah !! " Keluh Gilang, Gilang Pun Berlanjut Melajukan kendaraan nya Untuk segera Pulang.


Gilang menggereyitkan alis nya. " Papah !! " Gilang segera Menekan Tombol Hijau dan menggeser kan nya ke Arah Atas.


"Assalammualaikum Pah ?? Apa Papah Sehat ?? " Ucap Gilang Menyambut Sambungan Tlp itu.


"Papah tunggu di Bandung sekarang, Jika kamu masih mau liat Papah Hidup !! Tut .. Tut .. tut " Sambungan Tlp itu langsung Terputus.


"Ancaman Apa lagi sih Pah ?? Gilang sudah cape !! " Keluh Gilang dalam Hati nya, sambil melihat ke arah Rumah Anita.


"Ann, aku ke bandung dulu Ya ?? Kamu jaga Diri Baik-baik !! Maaf ... " Ujar Gilang masih menatap Rumah Anita.


Gilang Pun Pergi meninggalkan Rumah Anita dengan Hampa.


Gilang Akan Segera Pulang ke Rumah nya, dan Bersiap Untuk pulang Ke kampung halaman nya.


Sesampai nya di Rumah, Gilang langsung Bersiap, Gilang merasa Tidak enak badan Saat itu, Hingga Gilang mengajak Pak Joko untuk mengantar nya Pulang ke Bandung, menggunakan Mobil Kebesaran nya.


Mobil AlpHard 3,5 Q A/T warna Hitam Metalic.


Saat Pak Joko sudah Siap mengantar Gilang, Gilang Pun keluar dari Rumah nya, menuju Mobil Yang akan mengantar nya Pulang.


Pak Joko Adalah Pegawai sekaligus Supir Gilang, Karna Gilang Di jakarta Jarang menggunakan Mobil atau Pun supir Pribadi, Jadi Pak Joko Mengisi ke kosongan Nya dengan Mengemudi Taxi, Milik Keluarga Gilang.


Orang Tua Gilang Mempunyai Bisnis Di bidang Transportasi Online, Perhotelan dan Orang Tua Gilang juga Mempunyai Bisnis Sewa Mobil Untuk Sebuah Perusahaan Besar di daerah Jakarta Pusat.


Bisnis Keluarga Gilang pun Melebar Kan sayap nya di daerah Bandung, tempat kelahiran Gilang, di beberapa Bidang Usaha jasa Perhotelan atau pun Resto.


Gilang adalah Anak dari 2 Bersaudara, dimana Gilang adalah Anak kedua Dari Pak Guruh Wijaksono dan Ibu Mayang Wijaksono.


Silsilah Gilang Memang dari Keluarga Berada, Gilang Masih mempunyai Keturunan Darah Biru.


Hingga Nama Kepanjangan Gilang adalah Raden Gilang Wijaksono.


Itulah yang di Heran kan Oleh Pak Joko, tentang pemikiran Gilang, Walaupun Gilang dari Keluarga Kalangan Atas, Gilang masih betah dengan Pekerjaan nya sebagai Tukang Ojek Online.


Gilang Memasuki Mobil mewah Itu, dengan memakai Jeans warna Hitam, sepatu Nike (Air Jordan silver Shoes ), dan Hoodie merk Gucci yang ia kenakan.


Sungguh Laur Biasa Gilang, memakai Pakaian Serba Mahal, berbeda sekali saat Dia hanya sedang mengenakan Jaket Ojeg Online nya yang Berwana Hijau dan Hitam.


"Sudah Siap Den ?? " Ucap Pak Joko sopan pada Gilang.


"Sudah Pak, Ayo Jalan !! " Jawab Gilang pada Pak Joko.


"Apa Den Gilang sakit ?? Ko Wajah Den Gilang Murung ?? " Sambung Pak Joko.


"Saya Kurang Baik Pak, Jalan saja !! " Jawab Gilang sambil mengusap Kasar Muka nya.


"Baik Den !! "


"Ann, Apa kamu masih Marah Terhadap ku ?? Papah Juga Ada masalah apa lagi Pah ?? Arghhh !!! " Ucap Gilang frustasi dalam batin nya.


"Den Gilang pasti ada Masalah lagi dengan Tuan Besar !! Pasti ini Tentang Nona Glenka ,Kasian Den Gilang Terlalu di tekan oleh Tuan Besar !! " Gumam Pak Joko Prihatin dalam Hati nya.