Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Wanita baik


BAB 92.


Gilang memutuskan untuk berada di bandung terlebih dahulu, karna jika kembali ke jakarta. Tidak lain Gilang akan terus menemui Anita.


Dan Mahesa terus berada dalam kebingungan nya, karna belum mendapatkan Jawaban dari adegan dramatis di bandara tadi.


Andai ada Orang yang bisa memberikan dia informasi saat ini, Mahesa pasti kan membayar berapa pun itu imbalan nya, tapi Mahesa lebih baik bersabar terlebih dahulu. karena mendapatkan jawaban dari Anita langsung itu lebih baik.


Ke esokan hari nya, Anita mau tidak mau harus berangkat lebih awal karna perkerjaan kantor sudah menunggu nya, walaupun hati Anita kini masih di rundung kesedihan, Anita harus fropesional dalam melakukan hal yang lain.


Saat tiba di Kantor, Anita belum melihat Tuan Rama, Anita duduk di kursi yang sudah menumpuk sebuah berkas di hadapan nya, Anita menarik nafas panjang saat akan memulai tanggung jawab nya.


Di sela-sela kesibukan nya Anita selalu melirik ke arah Ruangan Tuang besar nya, Tapi Anita merasa heras, karna sudah siang Tuan Rama belum juga datang.


Anita melihat Agenda Tuan Rama, ternyata tidak ada Pekerjaan penting yang harus di lakukan Tuan Rama, sehingga Anita tidak hadus menghubungi Tuan Rama saat ini.


Anita Fokus pada pekerjaan nya, tanpa sadar bahwa kini ada seseorang yang sedang memperhatikan nya.


Sungguh di luar kehendak Anita, saat diri nya terus mengerjakan pekerjaan kantor. Tiba-tiba pikiran tentang Gilang pun melintas begitu saja dalam benak nya.


Pikiran dan tangan Anita pun berhenti secara bersamaan, tanpa permisi air mata pun jatuh kembali membasahi kertas penting yang berisi surat perjanjian antara Perusahaan Tuan Rama dan Perusahaan yang terkait di dalam nya.


Mahesa mengambil kertas yang sudah mulai terlihat basah oleh tetesan Air mata Anita.


Anita syok karna Tuan Mahesa dengan cepat mengambil sebaran kertas yang ada di meja Anita.


Anita beranjak dari duduk dan kesedihan nya. sementara Mahesa sibuk dengan kertas yang dia pegang, dan berusaha mengeringkan nya.


Kesedihan Anita tersingkirkan oleh rasa bersalah nya, karna sudah membasahi kertas yang sangat penting itu.


"Ma-maaf Tuan !! " Ucap Anita pada Tuan Mahesa.


Mahesa masih tetap sibuk dengan usaha nya mengeringkan Kertas itu.


"Bi-biar saya bikin kan yang baru Tu-tuan, sungguh saya tidak sengaja !! " Ujar Anita gugup dan berusaha mengambil kertas itu dari tangan atasan nya.


"Keringkan saja dulu Air mata yang ada di wajah mu itu !! baru pikirkan bagaimana cara nya mengeringkan kertas ini !! " Ucap Mahesa tanpa melirik Anita.


Anita sangat menerima perlakuan Mahesa saat ini, pikir Anita Tuan Mahesa sangat wajar apa bila marah akibat kecerobohan nya.


Anita kembali duduk lemas, pasrah apabila Mahesa akan memarahi nya atau bahkan memecat nya sekali pun.


"Sebenar nya ada masalah apa kamu ini, sampai ceroboh seperti ini !! " Ucap Mahesa, Mahesa sebenar nya ingin menanyakan langsung pada Anita namun, Mahesa tidak ada keberanian takut jika Anita akan marah atau bahkan ilfil pada diri nya, karna terlalu mencampuri urusan nya Anita.


Jadi mau tidak mau, Mahesa harus menanyakan hal itu saat Anita melakukan kesalahan. jadi itu ada alasan nya.


"Mungkin Anita belum siap untuk bercerita, aku harus sabar, tidak boleh terlalu memaksa Anita. " Gumam Mahesa dalam hati nya.


"Sudah-sudah, biar saya saja yang memperbaiki nya !! kamu kerjakan yang lain saja. " Ucap Mahesa lembut.


Saat Anita mendengar suara Tuan Mahesa tidak kesal lagi, Anita langsung melihat wajah Tuan nya itu.


"Terima kasih Tuan, saya tidak akan mengulangi nya lagi !! " Ucap Anita menatap Tuan Mahesa, dengan tatapan yang masih terlihat sisa-sisa dsri genangan Air mata nya.


Tuan Mahesa pun pergi dari hadapan Anita menuju ke ruangan nya.


Lalu Anita menundukan kepala nya kembali. "Ayo lah Ann, jangan seperti ini !! Jangan buat diri mu Bodoh, sehingga dapat merugikan Orang lain karna masalah mu ini !! " Geruru kecil Anita, meratapi kebodohan nya.


Anita berusaha untuk berkonsentrasi kembali pada pekerjaan selanjut nya


Di tempat Lain Glen dan Gilang sedang berada di tempat yang sunyi, Glen hanya ingin memastikan bahwa Gilang Baik-baik saja.


Gilang memang bersikap lebih tenang sekarang pada Glen, karna bagaimana pun Gilang tidak boleh terlalu membuat Glen merasa tertekan, Gilang mengingat janin yang ada di dalam perut Glen saat ini.


"Lang, sungguh Anita adalah Wanita yang sangat baik !! Sungguh Lang aku tidak berniat untuk memisahkan kalian, aku berniat menutup rapat-rapat kejadian ini, namun apalah daya Takdir memaksa jika kamu harus mengetahui nya !! " Ucap Glen lembut, namun ada rasa penyesalan dalam diri nya


Gilang tetsenyum kala mendengar nama Anita.


" Kau benar Glen, Anita memang Wanita yang sangat baik, saking baik nya. Dia tidak memikirkan perasaan nya sendiri, bukan hanya itu. Anita pun seorang Ibu yang sangat baik. Sungguh sebuah kesalahan yang tidak akan pernah aku lupakan, saat aku melihat seorang Wanita baik itu, telah meneteskan air mata nya., dan sedih nya lagi itu karna diri ku !! " Ucap Gilang sambil mengusap wajah nya kasar.


Gilang melihat Glen menundukan kepala nya, Gilang mulai berpikir " Apa perkataan ku menyakiti hati Glen ?? "


"Maaf kan aku Glen, mungkin saat ini kamu akan melihat sikap ku yang seperti ini, sikap yang di penuhi dengan rasa penyesalan, aku akan mencoba menerima ke adaan ini secara perlahan, jadi aku mohon !! Tolong bersabar lah. " ujar Gilang pada Glenka.


"Lang, sudah lah ini belum terlambat !! aku bisa hidup tanpa kamu, dan janin di kandungan aku pun bisa hidup tanpa kamu !! tidak usah berusaha terlalu memaksa Lang, aku tau pada akhir nya kamu tidak akan bisa melupakan Anita, aku tidak mau menjalani kehidupan berumah tangga, masih ada bayangan Orang lain di antara kita berdua, karna itu pasti akan terasa sakit Lang. Ujung-ujung nya pasti akan ada pertengkaran yang mungkin akan berujung pada Perpisahan !! kami bisa membatalkan acara pernikahan kita, biar aku yang pergi Diam-diam sehingga kamu bisa membatal kan ini semua. " Jelas Glenka Sungguh-sungguh pada Gilang.


Gilang terdiam, dan menatap kesungguhan yang terpancar dari wajah Glenka. " Kau sama baik nya dengan Anita Glen !! Apa kita bisa untuk tidak memikir kan tentang Perasaan kita dulu ?? Karna sungguh itu butuh Proses Glen !!


Tapi yang perlu kamu ketahui Glen, aku tidak menyalah kan ada nya Anak ku di Rahim mu, aku akan menerima nya dengan senang hati, Maaf karna malam itu aku terlalu memaksa mu, sehingga aku menyakiti mu. " Ucap Gilang mulai lembut pada Glen.


"Jika kau sampai memutuskan untuk pergi dan membawa Anak ku pergi bersama mu, itu tidak akan aku ijin kan Glen, tidak ada Orang tua yang mau berpisah dengan Anak nya !! " Sambung Gilang menatap bagian perut Glen yang belum terlihat membesar itu.


Glenka tersenyum pada Gilang. " Baik lah Lang, jika aku harus bertahan demi anak ku. Aku akan melakukan nya. "


Glenka tau Gilang melakukan ini, karna khawatir dengan janin yang sedang berkembang di rahim ku ini, di mata dan hati Gilang masih ada Anita, tapi di lubuk hati nya yang paling dalam, Gilang sangat menginginkan kelahiran Anak nya ini.


Gilang kembali menatap ke arah depan, dan memaling kan tatapan nya dari tubuh Glen.