Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Akan kah bahagia ??


BAB 29.


Gilang menatap Pada Semua Teman nya, Gilang hanya tersenyum tanpa membalas perkataan dari Teman nya, Namun Teman nya sudah mengetahui jawaban nya Dari Raut wajah dan senyuman Gilang.


Gilang Berlalu dengan cepat, Perasaan Gilang sangat senang Tatkala akan bertemu sang pujaan hati nya.


Apa Gilang sudah mulai Jatuh cinta dengan Sungguh-sungguh pada Anita ?? Atau hanya Penasaran saja atas kejadian waktu itu. Entah lah, terdengar nya sangat singkat sekali kalau memang benar-benar sudah jatuh cinta dengan secepat itu.


Anita yang hanya memikirkan Bahwa yang datang hanyalah Driver Gojeg, Ia besikap biasa saja, tidak ada rasa senang atau pun gelisah.


Hp, Anita menunjukan ciri kalau ada pesan masuk, Anita melihat nya. " Teh Maaf, saya sudah di depan. " Anisa segera turun dari kamar nya,


Di buka lah Pintu Rumah Anita, dan Gilang sedang menunggu nya di balik Gerbang Besi yang ada di depan Rumah Anita. Anita berlari kecil menuju Gerbang berwarna Putih itu, "Pak silahkan Masuk dulu, " Ajak Anita membukakan Pintu Gerbang nya.


Tanpa Basi-basi Gilang pun Masuk dan memparkirkan Motor kesayangan nya di deoan Rumah Anita.


"Bang sebentar ya ?? Saya Ambil kan Uang saya dulu !! " Ucap Anita Lupa kalau dirinya belum mengambil Uang nya. Anita berlari kecil menaiki Anak Tangga. menuju kamar nya.


Gilang hanya mengangguk Sopan.


Anita sampai Di Kamar nya, Anita menengok ke arah Kamar Ibu nya, Anita melihat Nara Sesang tertidur lelap bersama Nena nya.


Sementara Adik nya, sedang sibuk dengan Tugas yanh Guru nya berikan.


Anita langsung bergegas kembali ke Halaman Rumah, Ingin segera membayarkan Ongkos nya, Kasian Driver gojek nya sudah Menunggu.


Saat Anita sudah sampai di Ambang Pintu, Anita kaget setelah Mendapatan Kan Driver Gojek itu sedang Duduk dan membuka Helm dan jaket nya.


"Hah ... Wa-wajah itu ?? " Anita memutar kembali Ingatan nya Tentang Wajah itu. " Aduh Benar, Wa-wajah itu. Bagaimana ini ?? Ko aku jadi Grogi Gini ya ?? Dia masih Ingat gak Ya ?? Semoga dia lupa, Akan Hal Bodoh yang telah aku lakukan tempo hari, semua nya karna Diri Anita yang tidak bisa menahan Amarah !! Ya ... semoga Dia Sudah Lupa. " Gumam Anita saat kembali dari Ambang pintu itu mundur 2 langkah dan Termenung dalam Lamunan nya.


Anita dengan Gugup berjalan menuju Halaman Rumah nya Mendekati Gilang yang sibuk dengan Mata nya yang melihat Pemandangan Yang tak Luas itu di Halaman Rumah Anita.


"Ma-maaf Pak !! Eh Mas, Eh A. " Aduh Mampus !! Aku jadi Kikkuk Gini. Ko Hati aku seakan Meronta-ronta ingin lepas dari tempat nya ya ?? " Tenang Anita, Tenang . Wahai Hati tenang lah, dia memang Orang yang telah aku Cium tapi Saat ini Kau tidak memerlukan nya, dan Kau Wahai Mata jaga lah Tatapan mu !! Dia memang Tampan lebih dari Rey, Tapi Ingat Dia Adalah Orang Lain Bukan Siapa-siapa !! " Anita terus menghakimi diri nya sendiri dalam Hati nya.


Gilang yang melihat Kegelisahan Anita, Semakin terpesona Akan Tingkah Anita, Anita yang memakai Celana Jeans Pendek selutut, dan Kaos tangan pendek berwarna Merah, Baju itu sangat Pas sekali, Pas dengan Badan Anita yang sedikit berisi, dan menciptakan Lekukan Tubuh, yang Membuat Mata Gilang, sangat Susah untuk memalingkan nya.


Apa Lagi Warna Baju nya Merah Merona, Sewarna Dengan Wajah Anita Saat ini, Yang Sudah Merah karna Gilang terus memperhatikan nya, dan melayangkan Senyuman Khas nya. Mampu membuat Hati Anita Tidak Mau diam.


"Loh ko cuma berdiri saja Teh ?? Apa ada yang salah ya, Dengan Wajah saya ?? " Umpat Gilang membuyarkan Lamunan Anita.


"Ti-tida Pak, Eh Mas !! " Jawab Anita Gugup.


"Panggil Gilang aja Mba !! Umur kita gak Beda jauh ko, Paling Beda 1 atau 2 thn lah."


Ucap Gilang membuang Rasa canggung Anita terhadap Diri nya.


"Ma-Maaf !! " Kata-kata itu lolos dengan Sendiri nya keluar dari Mulut Anita, Tanpa Anita menginginkan nya, Anita hanya tertunduk Malu.


Gilang Mengangkat kedua Alis nya, bingung. "Maaf !! Untuk ?? " Jawab Gilang, membuat Aniza semakin kelihatan Merasa bersalah dan Menahan Malu.


"I-itu .... " Anita Malu untuk mengatakan nya.


Gilang Tertawa Geli saat itu, " Sudah lah, Jangan Malu seperti itu, Apa kamu sadar Wajah mu itu Sudah Memerah sama Dengan Warn Pakaian mu !! " Canda Gilang Semakin membuat Anita Gugup dan Tersenyum kecil.


Anita yang sadar akan Hal yang di katakan Gilang memang Benar, Dia sedang merasakan Hal yang membuaat diri nya salah Tinggah, maka Wajar saja kalau Kini wajah nya Berubah warna, " Tak Apa lah berubah warna jadi Warna Merah, Dari Pada berubah Jadi Warna Kuning kan Aneh !! Nanti Pikir Orang Ko Si Kuning ada di darat sih !! " Anita Terkekeh Tertawa dalam diri nya, Sehingga kini Anita berani untuk memulai Pembicaraan nya.


"Gi-gilang saya Mau Minta Ma-maaf, Atas kejadian Tempo Hari, Tanpa Sengaja aku telah menyeret mu dalam Masalah Rumah Tang .... " Anita tidak Meneruskan perkataan nya.


Gilang yang Paham akan hal itu, Langsung menjawab Ucapan Anita. " Tidak Apa-apa Lagian saya sebagai Driver gojeg sering melihat Mendapati kejadian seperti Bertengkar Antara Sepasang Suami Istri, dan Bahakan Saya juga sering terseret karna Sedang membawa Penumpang Yang tak lain Istri Orang. " ucap Gilang menenagkan Hati Anita.


Dengan Replek Anita keceplosan. "Hah, Sering ?? Apa kamu sering mendapatkan Ciuman seperti Itu juga ?? " Anita seketika menutup Mulut nya seketika, dan membuka nya kini Anita semakin Tidak enak sambil menggigit kecil BiBir bawah nya yang mungil.


Kini giliran Gilang yang Di Buat salah Tingkah, bukan karna Ucapam Anita saja yang terlihat Polos itu tanpa ada nya sensor. Namun Gilang di Buat Salting Saat Anita menggigit Bibir bawah nya yang berwarna Pink muda itu.


"Ehem ... " Gilang mencoba menetralisir keadaan Tubuh nya dan Menertralisir Suasana saat bersama Anita. " Ya-ya tidak lah, emang Eke Cwo Apapan, Iye****y !! " Canda Gilang bertingkah seperti Pria ngondek, Gilang sengaja bersikap Itu, untuk membuang rasa canggung pada diri nya dan juga pada diri Anita.


Anita Tertawa geli dan memukul lembut bagian Lengan Gilang. " Ih Jijik tau, Ganteng-ganteng Ko Ngondek sih !! " Ucap Anita sambil tertawa Geli tapi Puas.


"Aww .. Sakit !! " Gilang mulai Lebai, pukulan Anita yang tak seberapa itu, seakan membuat Gilang kesakitan. " Makasil Loh Pujian nya Cantik !! " Sambung Gilang


"Iih PD banget sih kamu, Dan memukul gilang kembali, Eh-eh Maaf, saya gak sengaja lagi !! " Ucap Anita masih tertawa dan mengusap Bagian lengan Gilang yang tadi Anita Pukul.


Desiran Hawa Panas kini mulai menjalar di bagian tubuh Gilang, Namun gilang tidak mau meng ekspos nya. " Tidak Apa-apa mau kamu pukul lagi pun, aku siap !! Asa****l Ku bisa liat kamu Tertawa bahagia seperti ini !! " Ucap Gilang meneduhkan Pandangan nya terhadap Anita.


Anita yang mendengar perkataan Gilang, langsung membuang sedikit demi sedikit tawa bahagia yang sedang ia rasakan saat ini, Tatkala Anita mengingat kembali kejadian itu, Gilang tau Percis dari awal kejadian itu.


Anita tertunduk sedih saat ini, Hingga Membuat Gilang dengan cepat berubah diri nya seakan jadi Super Hero. ( Namun hanya Hati dan Ucapan nya saja yang menjadi Super Hero, Tidak Dengan Costum nya ya Pada Reader !! Hahaha, bisa Binggung Author menjelaskan nya kalau Gilang harus mengganti Costum nya yang sangat cepat itu, Dari Costum Gojeg menjadi Super Hero seperti Iron-Man dan Lain nya !! )


Gilang mulai menunjukan rasa perduli nya pada Anita. " Sudah lah, jangan mengingat kejadian itu. Kamu harus Bangkit !! kamu jangan Lemah !! Ingat semua akan Indah pada waktu nya, Sebuah masalah dan kejadian itu bukan kita yang menginginkan nya, Tuhan lah yang memberikan nya supaya kita sadar akan Hal Apapun yang kita miliki itu hanyalah Titipan termasuk Orang yang kita sayang !! " Ucap Gilang tulus dari dalam hati nya, Dan Gilang pun entah itu sengaja atau pun tidak Kini Tangan Gilang memegang Tangan Anita dan menguat kan nya.


Namun Gilang merasakan bahwa pegangan nya telah di balas dengan Genggaman Anita yang semakin menguatkan nya. Kini Kontak Fisik pun sudah tidak canggung untuk mereka lakukan.


Anita dengan Lambat telah mencerna ucapan yang di kata kan oleh Gilang. Anita kembali Tersenyum pada Gilang. " Terima Kasih ya ?? " Ucap Anita sambil melepas kan genggaman nya dari tangan Gilang.


Gilang hanya menganggung dengan Senyuman yang seribu Makna itu.


"Oh Iya cepat ceritakan !! Kenapa kamu bisa mengikuti saya sampai ke dalam Kost'n itu ?? " Tanya Anita penasaran.


Dan Gilang beranggapan, Bahwa Anita tidak mendengar perkataan Izal saat itu, Izal menerangkan Bahwa Gilang adalah pemilik Kost'n itu.