Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Terluka karna Mahesa.


BAB 41.


Gilang Heran. "Loh perasaan Bukan Ke sini Deh Arah tempat Kerja Anita kemarin. " Gumam Gilang dalam hati nya, saat menuruti Petunjuk Arah yang di berikan Oleh Anita.


"Ann apa gak salah jalan ?? " Tanya Gilang hanya ingin memastikan.


Anita menggereyitkan Alis nya. " Engga Ko, emang kenapa ?? " Ucap Anita Heran.


"Eng-nga !! " Gilang tidak mungkin cerita kalau dirinya mengikuti Anita tempo hari.


Mereka telah sampai di sebuah gedung bertingkat tempat Anita bekerja.


"Lang, Terima Kasih ya !! " Ucap Anita, dengan Susah payah turun dari motor Sport Gilang.


Anita masih mengenakan Helm yang susah untuk ia lepas kan.


Anita menghampiri Gilang Seraya meminta Tolong. "Lang !! Tolong Lah, Susah kali buka helm nya !! " Ucap Anita berlogat seperti Orang batak.


"Macam Mana Pula kau ini !! Buka Helm saja kau Ta Becus !! " Jawab Gilang meniru Logat Batak yang Anita kata kan tadi.


Anita dan Gilang pun Tertawa sangat Keras, tidak memperdulikan Keadaan sekitar.


"Ya Sudah Lang, Aku Kerja Dulu Ya !! Terima Kasih Lang !! " Ucap Anita Sambil menepuk lengan Gilang.


"Oh Ya Ann, Nanti Aku jemput Ya ?? " Ucap Gilang Percaya diri kalau Anita akan setuju di jemput Oleh nya.


"Gak Usah Lang, Aku bisa nain Angkutan Umum !! " Jawab Anna meyakinkan Gilang.


"Tapi Maaf, saya tidak menerima Penolakan Nona !! " Jawab Gilang sambil pergi dari hadapan Anita dengan gaya Maskulin nya.


Anita menghela Nafas nya Kasar, Namun Anna merasa Senang Karna Kini Gilang selalu ada di Saat Anita membutuh kan nya.


"Tapi Ann Ingat, Terus pegang Komitmen mu, Jangan Sampai Kamu Terjebak Dalam Perasaan yang Tumbuh dalam waktu sesingkat ini !! " Tegur Anita pada diri nya sendiri.


Dengan langkah Gontai Anita, berjalan menuju Ruangan Kerja nya.


"Jam Segini Pasti Tuan Mahesa, belum datang !! Jadi setidak nya aku bisa Duduk sanai Dulu, sambil mengecek Apa saja Agenda Tuang Mahesa Hari ini !! " Gumam Anita dalam langkah nya.


Anita menekan Tombol Lift, Untuk Segera menuju ke Ruangan Nya. "Teng ... " Pintu Lift Pun terbuka.


Saat Anita sudah berada di dalam Lift, Seorang Laki-laki berlari dan menghentikan Gerak Pintu Lift itu yang akan segera Tertutup.


"Loh Pak Antoni ?? " Sapa Anita.


Antoni hanya Tersenyum dalam ketegasan nya.


"Ih ko Ada ya, Laki-laki Sedingin dia ?? " Cibir Anita dalam Hati nya.


Tidak Ada Satu kata pun, yang keluar dari mulut Antoni saat berada di dalam Lift itu.


"Teng ... !! " Pintu Lift itu pun terbuka.


"Ladies First !! " Antoni dengan Sopan nya membiarkan Anita terlebih dahulu Keluar dari Lift itu.


Anita hanya tersenyum, dan menganggukan Kepalanya dengan Sopan. " Walau Pak Antoni Dingin, Tapi Dia sangat Perduli terhadap Wanita !! " Gumam Anita dalam Hati nya.


Antoni memperhatikan Langkah Anita dari Belakang, Antoni Tersenyum Kala mengingat Kesan Pertama nya saat bertemu Anita.


Namun Antoni segera menepis nya, dan Menggelengkan Kepala nya.


Anita Sampai pada Tujuan nya, "Syukur lah Mahkluk itu belum sampai. " Dengus Anita pada Mahesa.


Anita mulai mencatat Apa saja Agenda Tuan Mahesa hari ini. Saat Anita selesai. Laki-laki yang sama sekali tidak di harap kan Oleh Anita pun Muncul secara Tiba-tiba.


"Cepat Keruangan Saya !! " Ucap Mahesa ketus, saat Melewati Meja Anita.


"Ya Ampun, Ni Orang. Gak punya Sopan santun nya sekali, Heran !! Kebanyakan Makan yang serba Instan Tuh memang begitu !! Dasar Bule Kampret !! " Gerutu Anita dalam Hati nya kesal.


"Ada yang Bisa saya Bantu Tuan ?? " Ucap Anita sopan Pada Mahesa.


"Tolong jadwal kan !! Saya Akan Makan Siang di Luar pada Jam sebelum Makan Siang, Dan Kamu harus Ikut saya !! " Ucap Mahesa sambil Duduk di Pinggiran Meja nya.


"Baik Tuan !! kebetulan Hari ini tidak ada Metting, Jadi Tuan Mahesa bisa keluar Kantor pada Saat jam Kerja !! Tapi Maaf Tuan ?? Apa itu ada kaitan nya Dengan Pekerjaan ?? " Tanya Anita pada Tuan Mahesa.


Tiba-tiba Mahesa Berdiri dari Posisi Duduk nya, Dan Mulai membulatkan Mata nya, Mahesa menggebrak Meja kerja nya dengan Kuat. Seperti nya Mahesa sangat Marah.


"Hey ... Siapa kau !! berani nya kamu mengatur Diri ku, Mau ada Metting atau pun tidak !! jika aku Ingin sesuatu. Aku tidak Perduli Tentang Metting Apa pun itu !! Paham " Bentak Mahesa sambil menjentikkan Jari nya ke arah Jidat Anita.


"Ta-tapi Tuan, saya kan Sekert ..... !! " Anita membela diri nya.


"Diam Kamu !! Dasar Bod** " Bentak Mahesa pada Anita.


"Sebenar nya Apa masalah dia dengan Ku, Seenak nya saja dia membentak ku kapan pun dia mau, Setelah ini aku akan hubungi Pak Rama, dan saya akan segera menggundurkan diri. " Gerutu Anita kesal bercampur Rasa sakit nya setelah Mahesa Seenak nya saja memarahi nya.


"Kalau begitu saya permisi Tuan !! " Ucap Anita pergi dari hadapan Mahesa.


Dalam langkah Anita saat hendak Keluar dari Ruangan itu, Anita mendengar Mahesa sedang berteriak dan memecahkan Barang yang ada di dalam Ruangan itu.


"Ya Ampun Tuan ... !! " Ucap Anita sambil meletakan Buku di sembarang Tempat, Karna Anita Cemas saat Tau Tangan Mahesa terluka.


Sementara di Ruangan Lain, ada 2 pasang mata yang melihat kejadian di dalam Ruangan Mahesa melalui Camera CCTV.


Dengan Langsung Antoni melangkahkan Kaki nya, Tapi Dengan Cepat Langkah nya di hentikan Oleh Tuan Rama.


"Stop Anton, Biarkan Anita yang menyelesaikan nya !! " Ucap Tuan Rama tegas pada Antoni, tanpa memalingkan Pandangan nya pada Monitor yang ada di hadapan nya.


"Tapi Tuan, Bagaimana Kalau Anita Ikut terluka, Karna Tingkah Tuan Mahesa !! " Jawab Antoni cemas.


Tuan Rama Menatap Antoni dengan Tatapan Menakut kan. " Sejak kapan Kamu, mencemaskan Anita Hah ?? " Ucap Tuan Rama menekan Antoni.


"Ti_tida Tuan, Ma-maf kan saya !! " Jawab Antoni Gugup, dan Langsung berdiri di Tempat nya semula.


Tuan Rama pun kembali memperhatikan Layar Monitor itu, yang sedang menayangkan Kejadian yang terjadi di Ruangan Mahesa.


...****************...


Anita berlari Menuju Tuan Mahesa, Dan meraih Tangan Nya. Namun Mahesa Tetap saja memberontak.


"Tuan ... Stop Tuan Stop !! " Teriak Anita menghentikan Mahesa.


Dengan Tanpa Perduli Mahesa terus melampiaskan kemarahan Nya pada Barang yang ada di sekitar nya.


Anita melihat Muka Mahesa yang Sangat Merah Padam, Kini Anita mengerti Dengan Sikap Yang Selalu Mahesa Tunjukan pada nya, Rupa nya di balik Tubuh Kekar Mahesa dan Di balik ketegasan Mahesa, Tersimpan Amarah dari masalah yang sedang membaluti kehidupan nya.


Anita Tidak Yakin Bisa menghentikan Tubuh Mahesa yang terus saja Meluapkan Amarah nya, Karna Tubuh Mahesa Sangat Kekar dan Kuat, Sehingga Tenaga dan Tubuh Anita tidak Mungkin menahan Tubuh Mahesa saat itu.


"Tuan Sudah ... Tuan !! " Teriak Anita mengambil Benda Berbahaya yang sedang Mahesa Genggam.


Anita berhasil Mengambil Benda berbahaya itu yang berupa Hiasan runcing yang terbuat dari kaca dam Keramik.


"Aww ... " Teriak Anita kesakitan, Hiasan itu berhasil menggores Tangan Anita dengan Cepat.


Namun Mahesa tidak memperdulikan nya, Mahesa Berteriak Histeris dan menjambak Rambut nya sendiri.


"Tuan, Sudah !! " Teriak Anita menahan kedua Tangan Mahesa yang terus menyakiti diri nya sendiri.


Mahesa Kini melihat Cucuran Darah Keluar dari telapak Tangan Anita, Dengan Cepat Mahesa memeluk erat Tubuh Anita, dan mengis Tanda penyesalan nya.


"Maaf kan Aku Mey. " Ucap Mahesa menangis sambil mengusap Rambut Anita yang kini sedang Ia peluk erat ke dalam Pelukan nya.


"Mey ?? Siapa Mey ?? " Gumam Anita dalam Hati nya, Anita Masih ada dalam dekapan Tubuh Mahesa, Anita sampai mencium Aroma Tubuh Mahesa Beberapa kali.


Anita ingin segera menjelaskan bahwa diri nya bukan lah Mey, melainkan Anita sekertaris Nya.


Tak Sampai Anita, Menjelaskan nya. Tubuh Mahesa Sudah Ambruk mencium Lantai. Hingga Tubuh Anita pun Terhuyung saat hendak menahan Tubuh Kekar Mahesa.


"Ya Ampun, Tuan .... Tuan... Bangun Tuan !! " Teriak Anita Panik menepuk-nepuk Pipi Mahesa.


Seketika Tuan Rama dan Antoni pun datang dari Arah belakang Anita.


"Tuan, Aku akan Siap kan Mobil untuk membawa Tuan Mahesa ke Rumah sakit !! " Ucap Antoni pada Tuan Rama.


"Tidak Usah, Tolong angkat Tubuh Mahesa ke atas Sofa, dan tolong Hubungi Dokter Leo untuk segera datang kesini !! " Perintah Tuan Rama pada Antoni.


Anita heran, " kenapa Tuan Rama Tidak Panik yah ?? Aneh, " Gumam Anita, sambil merapihkan Sofa itu dan Di pasangkan sebuah bantal Untuk kepala Mahesa saat terlentang.


Antoni segera mengangkat Tubuh Mahesa ke atas Sofa empuk yang ada di Ruangan nya.


Dan setelah itu Antoni menelpon Dokter Leo untuk segera datang.


Setelah menelpon, Antoni melihat Ruangan Mahesa Seperti Kapal pecah, Antoni pun Dengan Cepat membereskan Ruangan itu.


"Biar saya Bantu Pak !! " Ucap Anita menwarkan diri nya untuk membersihkan Bekas Amukan Mahesa tadi.


Antoni melihat Anita mengumpulkan pecahan Kaca di Lantai. " Stop Ann, tidak Usah. Biar saya !! Kamu Obatin saja Dulu luka kamu ini !! " Ucap Antoni sambil melihat Luka di tangan Anita.


Tuan Rama yang melihat Sikap Antoni kembali melebarkan Rahang nya. " Ehem ... "


Antoni pun segera menghempaskan Tangan Anita yang terluka.


"Aww ... sakit Pak !! " Jerit Anita saat tangan Nya di hempaskan dengan Keras Oleh Antoni.


Antoni tidak memperdulikan Jeritan Anita, Antoni kembali membereskan Ruangan itu. "Kenapa sih Tuan Rama, seperti nya sangat tidak senang, saat saya dekat bersama Anita !! Apa sebenar nya rencana Dia ?? " Gerutu Antoni dalam Hati nya.


"E-em permisi Tuan !! " Ucap Anita sopan, Saat Anita berniat Turun ke Lantai Bawah untuk mengambil Kotak Obat agar luka di tangan nya segera di Obati.


"Mau kemana kamu ?? Kotak Obat ada di Sudut sana !! " Cegah Tuan Rama, seakan tau Niat dari dalam Hati Anita.


"Ba-baik Tuan !! " Jawab Anita Gugup.


Sementara Antoni dengan Gesit, membersihkan Pecahan Barang yang tercecer di Sudut Ruangan itu, Mahesa tau soal membereskan Bukan lah Tugas nya, Melain kan O.B. Namun Antoni Juga Tau, Tuan Rama tidak Suka apabila Ada Orang Lain yang melihat Setelah kejadian yang Anak nya sudah lakukan.


Dokter Leo pun telah sampai di Ruangan Tuan Rama yang kini sudah beralih menjadi Ruangan Mahesa.