Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 193


Kedatangan Gilang tak mampu membuat Anita lupa akan kesedihan yang masih tersirat di dalam hati nya.


Lalu di tempat lain Mahesa memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan nya, pasca kehilangan Anita Mahesa menjadari pribadi pendiam dan sangat tertutup.


Namun ia tak lekang dari pengawas Tuan Rama, meskipun Mahesa tidak menyadari nya.


Tuan Rama tahu itu bukan lah sepenuh nya kesalahan Mahesa, melainkan kesalahan Ibu nya Mahesa.


"Walaupun kamu bukan anak ku, tapi aku sudah mengganggap mu seperti anak ku, bahkan sebelum kamu lahir kedunia ini Mahes. " Gumam Tuan Rama menyikapi masalah yang ada.


"Meskipun ini bukan sepenuh nya kesalahan mu, tapi kamu harus menerima konsekuensinya. Dan konsekuensinya kamu harus kehilangan anak dan istri mu. Walaupun begitu Papah tidak akan meninggalkan mu begitu saja. Jadilah pribadi yang lebih baik Mahes. "


Beruntunglah Mahesa mendapatkan Ayah seperti Tuan Rama. Seorang Ayah yang tak pernah luput dari tanggung jawab nya, namun ia tidak pernah membela sebuah kesalahan sekecil apa pun itu.


Dan nenek lampir Amel, kini berniat untuk mendatangi Mahesa ke kantor nya.


Sungguh wanita satu itu tak pernah menyerah, memang Amel adalah wanita yang mempunyai ambisi yang cukup besar, jika ia menginginkan sesuatu maka dia harus mendapatkan nya dengan cara apapun itu.


"Bu ... Bu ... Tuan Mahesss ... " Cegah sekertaris Mahes pada Amel yang memaksa masuk.


Amel berdecak kesal. " Stttttttt .... kamu tahu siapa saya kan, jadi duduk lah kembali biar saya masuk ok ! "


"Tapi ..... Bu ... " Sekertaris Mahesa ingin sekali mengehentikan wanita yang tak punya tatakrama itu, namun wanita itu tidak bisa di cegah sama sekali.


Suara pintu ruangan Mahesa terbuka, dan Mahesa pun sontak kaget karna sebelum nya tidak ada suara orang mengetuk pintu.


Ternyata benar saja yang datang jin berbentuk manusia.


"Sayangggggg .... " Rengek Amel pada Mahes, lalu duduk di kursi tanpa di persilahkan duduk oleh Tuan rumah nya.


"Ayolah Sayang, jangan begini. Sudahlah apa yang sudah terjadi lupakan saja, lagian malam itu lebih mengasyikkan bukan. " Goda Amel mengingatkan permainan panas di malam itu.


Tanpa Amel sadar, Amel sudah membangunkan harimau yang sedang tertidur pulas.


Amel mengingatkan luka Mahesa, dan kebodohan Mahesa .


"Pergi ... aku bilang pergi ... PERGIIIII ... " Teriak kecil Mahesa menekan nada bicara nya.


Amel menatap Mahesa dengan kesal nya, namun Amel malah tertawa lalu bertepuk tangan.


"Oh Tuhan .... anak sama Ibu sama saja ya ( Hahahaha ) sama-sama mempunyai pikiran dangkal, Ayo lah kenapa kalian begini. Sementara kalian pun tahu jika berani bermain api, maka harus siap terbakar oleh api itu. Dan anda Tuan Mahes, kesalahan anda tidak akan pernah terhapus kan. Kesalahan dimana anda sudah merenggut kesucian say. Anda ingat itu bukan." Amel tersenyum licik.


"Reputasi anda akan hancur, maka harta kamu yang tersisa pun akan hilang, dan ya ... minimal kamu dan Ibu kamu jadi pengemis lah yah di jalanan ... atau menjadi pedagang air dingin di pinggir jalan, oh tidakkkkkk ..... " Ejek Amel semakin berani.


"Ayohlah Tuan, hidup lah bersama ku dan kita jalani semua nya bersama. " Ajak Amel dengan godaan nya.


Mahesa semakin membulatkan mata nya sempurna.


"Ingat dan catat .. jika kamu mengingatkan ku tentang malam itu, maka aku ingat malam itu aku sudah tergoda oleh wanita ****** dan yah itu memang kebodohan ku, lalu buat apah aku mengulangi kebodohan ku ini, hah ? " Jawab Mahesa serius, dan merasa jengga oleh sikap nenek lampir itu.


"Sekarang keluar atau aku yang akan memaksa mu keluar dari dalam ruangan ini. " Ancam Mahesa pada Amel.


Amel bangkit dari tidur nya, namun ia tak patah semangat. Walaupun Mahesa sudah menolak nya secara langsung.


"Baik lah, aku tidak ingin merusak mood kamu sayang, tapi jika kamu lelah dan butuh servis datang saja ya. " Goda Amel tak terlihat menyerah.


Kemarahan sudah memuncak di kepala Mahesa, namun ia tetap berlaku tenang karna posisi Mahes kini da di area pekerjaan nya.