
BAB 26.
Dengan perasaan tenang dan hampir lega, Anita melangkahkan kaki nya keluar dari rumah itu. menuju taxi Pak joko.
Anita masuk kedalam Taxi itu, "Pak Maaf ya jika menunggu lama, " Ucap Anita merasa bersalah pada Pak joko.
Pak joko langsung melihat ke arah Anita.
"Gak Papa Non. " jawab Pak joko dengan sopan.
Anita pun tersenyum lega. " Alhamdulilah Nak, Hari ini kita di kelilingi Orang yang baik, walaupun kita harus menelan Pil pahit ini !! tapi yang Maha Kuasa telah mengutus Orang-Orang baik di sekeliling kita, berawal dari Bpk Gojeg itu. " Anita tersenyum sambil mencium wajah Nara. " Maaf kan Mamah Nak, membuat kamu kelelahan seharian ini, Mamah janji akan membayar semua nya dengan kebahagian yang tidak akan membuat mu merasakan kasih sayang dari siapa pun !! " Sambung Anita pada Nara.
Pak joko yang melihat Anita dari kaca Spion nya sampai berpikir. "Sebanar nya apa yang sudah ia alami, sehingga dia berkata itu pada Bayi kecil nya !! Lalu, ada Hubungan Apa Den Gilang dengan dia. Huh ... sampai kapan pun aku tidak akan mengerti jalan pikiran Den Gilang, Dan Apa mau nya Den Gilang !! " Pak joko mengelengkan kepala nya dan mulai menyalakan lagi kontak Kendaraan nya.
Anita pun mengatakan Alamat selanjut nya Pada Pak Danu, di jawab Anggukan Pak Danu yang sangat Sopan.
Anita menatap gemerlap nya lampu malam di setiap sisi kota itu, Sungguh Indah. Anita tersenyum seakan Anita mendapat kan Suasana yang Baru, " Selamat tinggal kenangan, Maaf kan Aku telah membuang kenangan Indah kita selama ini, Kamu yang menyuruh ku membuang nya. Aku hanya menuruti kemauan mu Rey !! " Anita mencoba untuk bangkit dari Rasa sakit nya, Namun Anita belum sepenuh nya melupakan Sosok Rey yang telah membuat nya jatuh cinta untuk pertama kali nya.
Anita pun tertuju pada Sebuah Rumah bertingkat 2, dimana Masa kecil selalu ia Habiskan di rumah itu bersama Orang tua nya, hingga Akhir nya dia harus meninggalkan Rumah itu dan keluarga nya hanya demi Rey.
Suasana Hati Anita pun kembali mencekam, setelah dia tahu bahwa diri nya sudah sampai Di depan Rumah Orang tua nya. Anita tidak bisa membayangkan Raut wajah Orang tua nya apabila sudah mengetahui Kejadian Pahit yang sudah menimpa nya. Kejadian singkat yang akan mengubah Kehidupan Anita selanjut nya.
Anita melihat Cargo Taxi itu, Di sana tertera Angka Nominal yang harus di Bayar oleh nya. RP. 350.000 -. Anita mengeluarkan Selebaran Uang Merah 4 lembar. " Pak ini, Bpk Ambil saja kembalian nya, Terima Kasih Bpk sudah mau membantu saya !! " Ucap Anita pada Pak joko dengan Tatapan sendu nya,
Terlihat jelas Bahwa Anita sudah banyak mengeluarkan Air mata, sehingga kelopak Mata nya pun sudah membengkak seluruh nya.
"Ma-maaf Non tidak Perlu, " Ucap Pak joko karna merasa Uang yang di berikan Gilang sudah lebih dari cukup.
"Loh kenapa Pak, ko Aneh sih Bpk gak mau terima pembayaran Ongkos Taxi nya ?? " jawab Anita memasang wajah Curiga.
Pak joko seketika Gugup dan bingung harus menjawab apa, " Apabila saya tetap tidak terima uang itu !! Pasti wanita ini tambah curiga, dia pasti akan mencari tau alasan nya apa, Bisa-bisa Keberadaan Den Gilang terbongkar. Ya sudah lah say terima saja, biar nanti saya bicarakan pada Den Gilang. " Gumam Pak joko dalam hati nya.
"A-anu Non, saya melihat Non sedang banyak masalah, jadi saya pikir dengan Tidak terima Uang itu, saya bisa membantu sedikit masalah Non. " Alasan Pak joko menjawab kecurigaan Anita, entah Masuk akal atau pin tidak Pak Danu pun tidak tahu.
"Wah ... Bpk ini baik sekali, Bpk tau gak ?? Hari ini saya beruntung Bisa mendapat kan 2 orang yang sangat baik sekali, yang pertama Tukang Gojeg dan yang ke dua Bpk. Saya sangat bersyukur sekali Pak, terima kasih atas kebaikan nya Pak. Tapi saya mau pk terima Uang uni ya ?? " Ucap Anita dan
tersenyum.
Anita sangat ragu untuk melangkah kan kaki nya, sangat malu rasa nya apabila harus menceritakan semua nya.
Anita mengetuk pintu itu dengan perasaan bimbang. Tiba-tiba keluar lah Wanita paruh baya dan mengembangkan senyuman di bibir nya.
"Loh Nak ?? " Ucap Ibu Yuli, Ibu nya Anita.
"Ma-mamah !! " Jawab Anita cemas dan melihat ke arah Nara dan langsung mencium punggung tanggan Ibu Yuli.
"Nak Rey nya kemana sayang ?? " Ucal Ibu Yuli sambil melihat ke kanan dan ke kiri mencari Rey.
Ibu Yuli seketika melihat ke arah Bawah. "Loh ko bawaan Tas nya banyak banget !! Pasti ada sesuatu yang tidak beres !! " Gumam Ibu Yuli dalam hati nya. Ibu Yuli langsung menggendong Nara mengambil dari dekapan Anita.
Anita yang sangat lelah langsung masuk dan menjatuhkan Badan nya di atas sofa Ruang tamu, Anita mengusap kasar wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Uuh Cucu Nenek, akhir nya berkunjung juga. Nene kangen sekali sama kamu Nak !! Mmuach " Ibu Yuli mencium wajah Nara dengan penuh kasih sayang. " Pah, Lihat siapa yang datang !! " Teriak Ibu Yuli memanggil suami nya.
Seketika Laki-laki dengan perawakan Tinggi dan kekar turun dari Tangga Ayah Anita memang sudah tidak muda lagi, namun perawakan nya saja yang memang tinggi dan ber badan besar.
"Eh .. Nak, ko malam datang nya !! " Ucap Pak Wisnu pada Anita, Anita yang melihat Ayah nya datang langsung menghampiri nya dan mencium punggung tangan Ayah nya.
"Eeh ... cucu kake ini ?? Kake sama Nene Nakal ya Nak, gak pernah nengokin kamu lagi !! Sini Mah biar Papah yang gendong. " Ucap Pak Wisnu dengan sangat senang, karna mendapati Cucu nya datang ke rumah nya.
Ibu Yuli melihat ke arah Anak nya yang baru datang itu, Anita sangat murung dan menundukan kepala nya, Tak di pungkiri bahwa Anita kini memang sedang cemas, entah dari mana dia harus mulai menceritakan semua nya, pada kedua Orang tua nya.
Ibu Yuli yang mulai Khawatir, menyenggolkan Tangan nya pada sikut Suami nya dan memberikan kode pada Suami nya bahwa Anita sedang dalam keadaan terpuruk.
Pak Wisnu pun berjalan mendekati Anak perempuan nya. "Ada Apa Nak ?? Apa ada yang mengganggu pikiran mu ?? " Tanya Pak wisnu dengan lembut.
Degg .... !!!
Anita semakin kelihatan cemas, dan mulai mengalihkan pandangan nyah ke arah Ayah nya.
"Pah, apakan Papah bersedia untuk bantu aku ?? " Tanya Anita ragu dan mulai menahan Air mata nya kembali.
"Apa Nak ?? Coba katakan Pada Papah, apa yang membuat kamu menjadi Rapuh seperti ini ?? " jawab Pak Wisnu sangat Lembut dan penuh kasih sayang.
Anita memang tidak pernah mendapat kan perlakukan Kasar dari Orang tua nya, Sehingga Anita tak kuasa menahan Tangis nya, kini tangis Anita semakin menjadi, Seakan Tangis Anita lebih dari Tangisan saat berada di Rumah Mertua nya tadi.
Ibu Yuli yang melihat Anak nya sedang Histeris mulai memeluk nya untuk menenangkan hati Anak wanita nya itu.
"Tenang lah Nak, ada Mamah sama Papah di sini, Seberat apa masalah mu Nak, hingga kamu seperti ini ?? Ceritakan semua nya pada Mamah, Mamah sama Papah akan coba bantu menemukan jalan keluar nya !! " Ibu Yuli sambil mengusap Pangkal rambut Anita dan mengecup kening Anita.
Semetara Nara sudah di baringkan di kamar yang dulu Anita tempati di temani oleh Adik Bungsu Anita yang berusia 12 thn.
Ayah Anita mulai mengorek Permasalahan yang sedang menimpa Anak kesayangan nya itu, wajah Yang tadi nya gembira, kini mulai menunjukan Kekesalan nya, memang dari Dulu Pak Wisnu sangat menjaga sekali semua perasaan keluarga nya termasuk Anita.
Pak Wisnu tak terima kalau sekarang Anak nya di buat sedih oleh Orang lain, Wajah Pak Wisnu mulai menunjukan kekesalan nya.
"Kata kan Nak, ada Apa ?? " Telisik Pak Wisnu yang kini mulai pindah tempat menjadi duduk di samping kiri Anita, sedangkan Ibu Yuli duduk di samping kanan Anita dengan sangat berdekatan.
"Pah, tolong bantu aku untuk mengurusi Pengajuan cerai Aku dan Rey !! " Ucap Anita ketakutan, takut kalau Ayah nya akan Marah.
Ibu Yuli dan Pak Wisnu mulai melebarkan Rahang nya, Sehingga Ibu Ismi pun melepaskan pelukan nya dari tubuh Anita.