Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
kepergian Rey


BAB 37.


Kediaman Rey.


Rey tidak dapat dukungan dari Siapa pun, Rey hanya mendapat Nasehat dari Ibu nya saja !! Ayah nya kini seolah-olah tidak perduli.


"Aku tidak sanggup, untuk menghadiri sidang Perdana itu !! Aku masih mengharap kan Mu Ann, tapi aku Ann Aku memang tidak Pantas mendapat kan kesempatan kedua dari mu, setelah kau Sudah beberapa kali memberikan aku sebuah kesempatan !! Kamu wanita terhebat Ann, yang tidak akan pernah aku temui lagi !! " Rey menatap Pilu pada kertas Panggilan itu.


Rey keluar dari Kamar yang selama ini selalu mengurung nya kurang lebih Rey selama sebulan berada di kamar itu, selamin Rey sedang Cuti Tahunan, Rey pun jatuh sakit.


Dengan Langkah yang tertatih Rey menemui Ayah nya !!


"Yah !! Maaf kan Rey, jangan Diam kan Rey seperti ini, Maaf Rey sudah membuat Yah kehilangan Menantu dan Cucu kesayangan Ayah !! Rey memang Bodoh yah. " Ucap Rey menatap Ayah nya dengan Lemas.


Ayah Rey yang semakin tidak tega melihat kondisi Anak mya yang semakin Hari semakin Lemah, Akhir nya Ayah Rey memutuskan Untuk me Maaf kan kesalahan Rey.


Rey pun mendapat kan pelukan hangat dari Ayah nya, setelah sekian Lama, Ia merasa Tidak di Anggap.


"Nak jangan lah kamu hukum diri mu seperti ini, jadi kan lah kesalahan mu itu sebagai cermin dalam Hidup mu !! Jika Anita tidak mau memperbaiki Hubungan Antara kalian. Biarkan lah Nak !! Nasi sudah menjadi bubur, Jadi lah Orang yang lebih baik, Demi Nara !! " Ucap Ayah Rey, Membuat Rey kembali menangis meratapi Nasib nya harus kehilangan Kedua Orang yang dia cintai kaena kesalahan nya sendiri.


"Baik Lah Yah, Rey akan menuruti Nasehat Ayah !! Maaf kan Rey Pah. " Ungkap Rey dalam Tangis nya.


"Syukur lah Nak, Ayah Bangga pada mu !! Sehat ya Nak !! Lanjutkan Hidup mu !! " Sambung Ayah Rey.


Rey Semakin tidak terurus, bukan wajah nya saja yang sangat pucat pasi, namun tubuh Rey semakin kurus, hari demi hari nya.


Tak terasa Hari demi Hari sudah Rey lewati. Untuk menghadiri Sidang itu pun tinggal beberapa hari lagi.


Beruntunglah Rey mempunyai Orang tua yang masih ada dan lengkap, setida nya Rey masih ada yang menemani saat-saat dia sedang terpuruk.


Tiba- tiba saat Rey ingin berjalan keluar kamar nya.


BRUUUKK !!!! Rey jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Ibu nya Rey langsung membawa Rey ke R.S terdekat. Orang tua Rey khawatir dan Panik akan Sakit yang belakangan ini Rey rasakan.


Mereka berpikir, bahwa itu hanya lah Sakit yang biasa, karna Rey memang tidak mau makan saat Diri nya mengurung diri.


Rey dalam penanganan Dokter, sementara Orang tua Rey menunggu du depan Pintu Ruangan Rey.


Dokter keluar dari Ruangan Rey, dan mengajak Orang tua Rey untuk ikut bersama nya.


Setiba nya di Ruangan Dokter, Dokter menjelaskan tentang sakit yang di derita oleh Rey, sehingga membuat Rey Pingsan.


Ibu nya Rey seketika Syok, Mengingat Rey sudah melakukan Hubungan Suami Istri bersama Lisa, Dan Ibu nya Rey lah yang menjadi Jembatan Antara Rey dan Lisa.


Tangis terus membasahi Kedua Mata Orang tua Rey, saat mendengar Pernyataan Dokter.


"Yah berarti sakit yang di derita Oleh Rey selama 3 minggu ini adalah HIV AIDS ?? Apa Anak Kita bisa di sembuh kan Yah ?? " Tanya Ibu Rey sedih pada Suami nya.


"Ini sudah Takdir Bu, Mungkin Perempuan Atas nama Lisa itu, Bukan Wanita Baik-baik Bu, sehingga dia Bisa menularkan penyakit itu pada Anak Kita !! " Gumam Ayah Rey, khawatir pada Rey.


"Sebaik nya kita jangan dulu beri tahu Anita Pah, Mamah gak mau Anita semakin Menyalahkan Kelakuan Anak kita !! " Ucap Ibu Rey.


Sedang kan Ayah Rey berlalu melewati Istri nya, Tidak Percaya Ini akan menimpa pada Rey, "Ya Alloh sembuhkan lah anak Hamba !! Aaminn " Gumam Ayah Rey dalam Hati nya.


Hingga pada Hari Ke 4 saat Rey di Rawat Kondisi nya semakin Parah Hingga Kritis. Sementara Hari pertama Persidangan nya tinggal satu Hari lagi.


Ayah Rey memutuskan Untuk memberitahukan Anita.


Anita yang baru mendapat kabar dari Ayah mertua nya, Kini langsung menuju R.S bersama Ayah nya.


Anita kaget Setelah melihat Rey terkapar Lemah dengan Selang indikator terpasang di Hampir semua tubuh Rey, Anita menangis melihat Kondisi Rey, Seperti Bukan Rey yang Ia kenal. Rey Sangat kurus. Bahkan terlihat seperti Tulang terbungkus Kulit saja.


"Ya Alloh Mas, Maaf kan Aku !! " Anita menutup Mulut nya Saat Menangis, tidak percaya pada Sosok yang terbaring Lemah di Hadapan nya itu.


"Aku sudah memaaf kan mu Mas, Jangan di Pikir kan Lagi Ya ?? " Bisik Anita di Telinga Rey, Anita Yakin walau pun Rey Sedang Kritis, Rey pasti bisa mendengar Perkataan Anita.


Anita mengusap Punggung Tangan Rey dengan Lembut, Terus membisikan Lantunan Ayat Suci Al-Quran pada Rey.


Tiba-tiba Tubuh Rey, Kejang-kejang sehingga Dokter dan Suster pun Berlarian Menuju Rey


Anita kini menunggu di Luar Ruangan, dan tak lama setelah Itu Dokter Pun keluar dengan Membawa Kabar Duka. Bahwa Rey tidak Bisa terselamat kan !!!


Duarrrr !!!!


Anita menangis sejadi-jadi nya. " Ti-tidak Mas !! Maaf kan aku Mas, Maaf kan !! " Teriak dan Tangis Anita pecah, Tatkala Mengingat Masa-masa Indah nya saat Bersama Rey.


Semetara Ibu Rey terjatuh Lemas di Lantai Rumah Sakit itu, Sama Hal nya Dengan Ayah Rey.


"Nak, Pergilah dengan Tenang !! " Gumam Ayah Rey, sambil mengusap Wajah nya dengan Kasar.


Anita masih menangis dalam Pelukan Ayah nya.


"Sabar Nak, semua sudah Kuasa Alloh. " Ucap Ayah Anita, menenangkan Anita yang kini mulai terlemah di pelukan nya.