
BAB 86.
Sungguh perkataan yang sangat menyayat hati GLen. Glen dengan cepat mendorong tubuh Gilang, Glen mengusap Air mata nya. " Tidak Lang, malam itu kau hanya Memarahi diri ku saja !! Aku harus pergi Lang, ada jadwal Bedah sebentar lagi. Permisi !! " Ucap Glen sambil pergi dari hadapan Gilang.
Glen berlari, dan Gilang masih terpaku. Gilang tidak percaya dengan perkataan Glen, Gilang akan mencari tau tentang malam itu. Apa yang sebenar nya terjadi.
Gilang tidak mengejar Glen, Tapi Gilang malah pergi meninggalkan Glen. Gilang hanya tertuju dan Selalu mengingat kejadian Pada malam itu.
Gilang akan Memikirkan bagaimana Cara nya agar dia tau Apa yang terjadi pada malam itu dari awal sampai akhir.
Gilang harus meminta pendapat dari Anita, Pikir Gilang walau bagaimana Pun, dan Apa pun yang terjadi Anita harus tau dari Awal kejadian Malam itu, di awali dengan Gilang masuk ke dalam Klub Malam dan Mabuk Berat pada malam itu.
Yang ada di pikiran Gilang hanya lah Anita, Gilang tidak ingin mengecewakan Anita, dan Gilang tidak mau menyembunyikan sesuatu dari Anita, Apa pun yang terjadi Gilang sangat membutuhkan Anita di samping nya.
Karna Bagi Gilang, Anita selalu bisa mengatasi setiap permasalahan dengan Tenang Serumit apa pun itu.
Gilang harus kembali ke Jakarta, tanpa mengunjungi Orang tua nya terlebih dahulu. Dan Gilang akan Langsung menghubungi Anita dan menunggu nya sampai Selesai dalam urusan pekerjaan nya
Gilang tidak kenal lelah, meski harus Menempuh perjalanan Jakarta-bandung dan Bandung-jakarta dalam Hari yang sama.
Gilang kini sudah memasuki Kendaraan nya, dan Langsung mengambil arah Untuk kembali ke Jakarta.
Singkat cerita, Gilang pun sampai di Jakarta, Sungguh kali ini Gilang tidak mengenal kata Lelah, Gilang menunggu Anita sampai Anita keluar dari kantor nya.
Saat Anita sudah melihat mobil Gilang, Anita terheran-heran. Tidak menyangka Gilang sudah ada di hadapan nya, Pikir Anita Gilang akan Telat menjemput nya di karna kan Macet atau kecapean saat pergi ke bandung.
Namun Anita tak kunjung melihat Gilang keluar dari dalam mobil nya. Anita mencoba membuka Pintu Mobil dan masuk ke dalam Mobil Gilang.
Ternyata Gilang sedang tertidur di dalam mobil nya, Gilang sengaja tidak mengunci Pintu mobil nya, Biar Anita bisa masuk jika sampai diri nya ketiduran.
Anita menatap wajah Gilang saat tertidur, Gilang sangat kelelahan kelihatan nya. Anita terus menatap Wajah Gilang dengan seksama, ada perasaan Tidak tega saat Kehidupan terus mempermainkan nya,
Anita merenungi dan merasakan dengan seksama Perasaan hati nya yang sebenar nya. Anita membayangkan bagaimana Jika Dia harus kehilangan Gilang di Sisi nya.
Ada perasaan sakit di hati nya, Dan Anita sudah memikirkan Untuk tetap berada di samping Gilang saat Gilang Merasa Tertekan oleh keadaan, sama hal nya dengan Yang Gilang lakukan saat Anita sedang di sakiti oleh Nasib nya waktu itu.
Anita membiarkan Gilang sampai terbangun dengan sendiri nya, Hampir satu jam Anita berada di samping Gilang yang masih tertidur.
Sampai akhir nya Gilang terbangun karna mendengar Suara Bising dari Luar.
Gilang menyesuaikan penglihatan nya perlahan, Lumayan mengurangi Rasa lelah Gilang saat itu. Anita tetap setia melihat Gilang dari masih tertidur sampai terbangun.
"Hay sayang !! " Ucap Anita sambil mengelus rambut Gilang.
"Hay .. Sayang !! Kenapa Tidak membangun kan ku ?? Apa aku tertidur cukup lama ?? " Ucap Gilang sambil menarik lengan Anita.
"Kapan lagi aku bisa melihat muka Laki-laki ku saat tertidur, Ini kejadian yang langka Loh !! " Ucap Anita sambil tersenyum.
Gilang semakin gemas melihat raut wajah Anita. " Sabar nanti kau akan melihat Wajah bantal ku setiap hari, saat kamu Membuka mata mu di pagi hari, dan pemandangan yang kau lihat pertama kali adalah Muka Suami mu ini !! " Ujar Gilang sangat terlihat Tampan sekali saat baru Bangun dari tidur nya.
"Aamiin ... semoga apa yang kita ingin kan, dapat terwujud sesuai dengan harapan !! " Jawab Anita pada Ucapan Gilang.
"Ada yang harus aku bicarakan Sayang, dan aku butuh masukan dan dukungan dari kamu !! Nanti aku ceritakan Alasan Glen mundur dari perjodohan ini. Tapi aku Mohon Ann, Apa pun yang terjadi Tolong jangan Mundur dari Komitmen kita untuk bersatu !! Kita cari jalan terbaik dari setiap Masalah ya Ann ?? Aku butuh kamu !! " Ucap Gilang penuh harapan pada Anita.
Anita melihat raut wajah Gilang yang penuh dengan Beban dan ketakutan. Anita sangat menyesal harus membangi Pikiran nya dengan Tuan Mahesa. Anita menyesal telah Ragu dengan Keberadaan Gilang di hati nya.
Anita harus bertahan demi Gilang, hingga Takdir yang akan menentukan akhir dari Cerita cinta mereka, apa lanjut ke Pelaminan atau bahkan Berakhir dengan ke Gagalan.
Anita dan Gilang Mampir di sebuah Cafe yang sangat nyaman untuk bersantai, di sana lah Gilang menceritakan semua kejadian saat Gilang bertemu dengn Glen.
Dan Anita sangat menyayangkan kenapa Gilang tidak langsung mencari tau, Bukan malah langsung kembali ke jakarta.
Namun Gilang menjawab di dalam Pikiran Gilang hanya lah Anita, Tidak ada Orang lain, Mungkin Gilang akan memikirkan nya jikalau ada Anita di samping nya.
Anita mencoba Bersikap dewasa, dan tidak egois, Anita bisa saja menyuruh Gilang untuk Stop mencari tau Kenapa Glen bersikap seperti itu pada Gilang.
Tapi Anita tidak melakukan hal itu, Anita bahkan mendukung Gilang untuk terus mencari tau Hingga Hubungan Gilang dan Glen membaik.
Anita mulai menanamkan Hal Baik hingga Hal terburuk sekali pun di hati nya, Sehingga Nanti jikalau Anita mendapati kenyataan Yang pahit sekali pun, Anita akan tetap berpikir jernih dan tidak terlalu Syok.
Sekali pun Anita dan Gilang sudah di takdir kan untuk berjodoh Anita ingin hubungan semua nya Baik-baik saja, Tapi jikalau Anita dan Gilang sampai tidak berjodoh pun. Anita ingin hubungan antar semua nya Baik-baik juga.
Anita tidak mau membebani Pikiran Gilang, dengan sikap Egois nya, Anita harus bisa mengambil sikap, jika di antara Hubungan nya Dengan Gilang, ada Beberapa Orang yang mungkin bisa di bilang tidak menyukai nya.
Dan akhir nya Gilang dan Anita sepakat untuk mencari Tau Sama-sama kejadian di malam itu.
Namun Anita harus mengatur waktu yang tepat.
Anita tidak bisa menanti Gilang dalam waktu dekat ini, adapun waktu libur di hari Sabtu dan minggu, Anita tetap tidak bisa, karna di Hari itu Khusus Untuk Nara, Anak semata wayang nya.
Gilang harus sabar menunggu sampai Anita bisa menemani nya, bukan Karna Gilang tidak mampu melakukan nya sendiri. Tapi Gilang ingin Anita mengetahui nya secara langsung, dan Gilang tidak mau Ada ke salah paham apabila Anita tau dari mulut orang lain.
Meskipun Gilang tidak tau kenyataan Pahit apa yang akan terjadi Nanti, namun Gilang terus berharap, Semua akan Baik-baik saja.
Andai saja Gilang bisa mengingat nya sedikit saja, Yang Gilang tau Diri nya hanya Mabuk berat di malam itu.