
BAB 127.
Di hari itu Gilang dan juga Glenka pamit, Anita sangat berterima kasih atas apa yang Gilang dan Glenka lakukan. Anita berharap itu kali terakhir nya mendapatkan bantuan atupun Suport dari mereka berdua.
Anita merasa tidak enak, karna bagaimana pun Gilang pernah menjadi bagian dari hidup nya, Tapi Anita tidak meminta apa pun dari mereka, mungkin itu sudah bagian takdir yang sudah tertulis untuk Anita.
Di ke esokan hari nya, Anita belum merasa Pulih. Sungguh Anita pun heran mengandung anak kedua di banding mengandung anak pertama, Anita merasa lebih parah merasakan rasa sakit saat mengandung anak kedua.
Anita memikirkan apa yang di katakan oleh Gelnka tempo hari, jika semua nya harus di bicarakan setidak nya pada kedua Orang tua terlebih dahulu. Anita harus mempersiapkan diri nya jika hal buruk terjadi pada nya.
Di sebuah momen dimana kedua Orang tua Anita sedan santai di ruangan Tv dan juga Nara yang sedang asik bermain permainan Puzzle. Anita menghampiri mereka dengan langkah gemetaran.
Seluruh badan Anita terasa panas dingin, keringat dingin membasahi jekujur tubuh nya, Ibu Anita melihat kedatangan Putri nya.
"Kenapa Ann ? Apa sakit lagi ? wajah mu pucat sekali Nak. " Ucap Ibu Anita memeriksa suhu tubuh Anita.
Anita hanya menggelengkan kepala nya,
" Kenapa Ann !! Apa ada yang ingin di sampaikan ? " Tanya Ayah Anita.
Anita sejenak terdiam dan memandang Nara, yang tersenyum pada nya.
"Ayah tolong aku Yah !! " Ucap Anita tak kuasa menahan tangis nya.
Ibu Anita merasa sedang ada yang tidak beres, sehingga Ibu Anita menggendong Nara dan membawa mainan nya ke kamar.
Ayah Anita menjadi khawatir, sekujur tubuh Anita dingin, tidak ada warna si wajah Anita hanya terlihat pucat mengkhawatirkan.
"Nak, apa yang terjadi Hah ? cepat katakan ? " Ucap paksa Ayah Anita memegang kedua pundak Anita.
"Ayah badan ku sudah tak kuat menahan semua ini, aku tidak ingin merepotkan ayah ataupun Mamah. Maaf kan aku Yah, aku sudah membuat Ayah malu, dan aku gagal menjadi seorang Ibu yang baik. " Ucap Anita terbata-bata.
"Nak, hal terburuk apa yang sudah terjadi ? jika ada masalah katakan lah. " Ucap lembut Ayah Anita.
"A-ayah A-aku ha-hamil. " Jawab Anita lemas, dengan tatapan kosong nya Anita berusaha mengatakan apa yang sudah terjadi.
Duarrrrrrrrrrrrrr !!!!!! perasaan Ayah Anita seketika hancur, ada rasa penyesalan atas ke gagalan diri nya menjadi seorang Ayah, sejenak Ayah Anita meremas wajah dan rambut nya kasar.
Anita hanya menangis, dan terus meminta maaf dengan sisa tenaga di dalam diri nya. Ibu Anita mendengar pengakuan Anita, namun Ibu Anita langsung menghampiri suami nya agar bisa tenang, " Yah lihat anak kita Yah, kondisi nya lemah. Dia butuh kita !! " Bisik Ibu Anita pada Suami nya.
Dengan mata memerah Ayah Anita menatap kembali wajah Putri nya yang sudah terlihat lemas itu, " Nak katakan pada Ayah, siapa yang sudah menghamili mu. Dan katakan pada Ayah dimana dia sekarang. " Tanya Ayah Anita dengan nada bicara seperti menehan amarah.
Jika saja kondisi Anita saat itu terlihat kuat, mungkin satu tamparan akan mendarat sempurna di wajah nya, hati Orang tua mana yang tidak kecewa jika anak yang ia banggakan sudah mencoreng kotoran dimuka kedua Orangtuanya.
"Katakan Nak. " Tanya Ibu nya sambil memeluk tubuh Anita yang terlihat Syok itu.
"Apa dia Mahesa ? " Tebak Ibu Anita di balas tangisan yang semakin deras.
Ibu nya Anita mengangguk paham dan perlahan menatap Suami nya, sesuai tebakan Anita Ayah nya marah besar dan memukul benda yang ada di sekitar nya.
"Ayahhhh ... tenang !! Lihat anak kita, itu akan membuat anak kita tertekan Yah. " Teriak berat Ibu Anita menenangkan suami nya.
Anita meraih lengan Ayah nya. " Yah hukum aku, tapi jangan hukum Mahesa. Aku yang salah tidak bisa jaga diri dengan baik. Tolong Yah, jangan sakiti Mahesa. Anita mohon Yah bawa Mahesa kehadapan Anita dalam keadaan baik-baik saja. " Mohon Anita pada Ayah nya.
"Kamu tenang saja Ann, Ayah akan lakukan semua itu. Asal Ayah minta kamu harus baik-baik saja, Ayah akan membicarakan semua ini dengan baik, kamu jangan khawatir. " Ucap Ayah Anita berusaha sekuat tenaga menahan emosi jiwa nya.
Pada Saat itu beban Anita sedikit berkurang, Anita beruntung mempunyai kedua Orang tua yang selalu suport diri nya. Anita di biarkan istirahat terlebih dahulu, Sementara Ayah Anita bersiap untuk membicarakan semua itu pada kedua Orang tua Mahesa.
Saat Anita sudah merasa baik, Ayah Anita hendak pergi ke kantor tempat Anita dan Mahesa bekerja. Namun saat itu Ayah Anita tidak mendapati Mahesa, Tuan Rama ataupun Istri nya.
Lalu Ayah Anita meminta alamat rumah Mahesa, namu pihak perusahaan tidak memberikan nya, Ayah Anita malah di perintahkan untuk datang ke suatu tempat untuk bertemu dengan Ibu Inggrit.
Singkat cerita Ayah Anita pun kini sudah bersama dengan Ibu Inggrit di temani oleh kedua anak buah nya, Ibu Inggrit sudah mengira jika akan ada sesuatu hal yang tidak beres.
Awal pertemuan Ayah Anita sudah melihat gelagat tidak baik dari Ibunya Mahesa, namun Ayah Anita mencoba tenang terlebih dahulu.
"Ada apa ya Pak, anda mencari Mahesa anak saya ? " Tanya Ibu Inggrit.
"Saya ingin meminta itikad baik dari anak ibu terhadap Anak saya Anita. " Jawab Ayah Anita langsung pada inti nya.
Deggg ... perasaan Ibu Inggrit sudah mengarah ke suatu hal yang sangat tidak dia ingin kan.
"Maksud anda apa ? itikad baik seperti apa ? apa yang sudah anak saya perbuat pada Putri bpak ? " Tanya Ibu Inggrit serius.
Ibu Inggit sangat menjaga wibawa nya, Ibu Inggrit tidak ingin menunjukan emosi nya, karna ia berada di tempat umum pada saat itu.
"Anak anda sudah menghamili anak saya, untuk karna itu saya selaku orang tua dari anak yang bernama Anita ingin meminta pertanggung jawaban nya. " Jawab Ayah Anita tegas dan menatap tajam pada Ibu Inggrit.
Ibu Inggrit sedikit syok lalu Ibu Inggrit Menenangkan diri nya terlebih dahulu, " Mohon maaf Pak, Anak anda Anita memang bekerja di perusahaan anak saya, tapi apa Anak anda mempunyai bukti yang kuat jika Anak yang di kandung nya itu aadalah anak dari Mahesa anak saya ? "
Ayah Anita tersenyum kecut, walaupun amarah diri nya sudah mulai memuncak Ayah Anita tetap tenang, " Maksud Anda !! Anda meragukan pengakuan Anak saya ? "
Ibu Inggrit mengangkat kedua bahu nya dengan cepat. " Mengingat Anak Bpk adalah seorang janda dan Ya .... dari keluarga sederhana mungkin Anak Bpk memanfaatkan kelemahan Anak saya Mahesa, untuk hidup lebih baik ke depan nya. Tapi ... tapi mohon Maaf Pak, saya akan memberikan harapan pada Anak Bpk, saya ingin Anak Bpk Tes DNA untuk memastikan itu adalah anak hasil dari hubungan nya bersama dengan Anak saya Mahesa. " Jelas Ibu Inggrit sungguh tenang namun sangat menusuk di hati seorang Ayah yang kini sedang memperjuangkan kebahagiaan nya.
Ayah Anita membenarkan posisi duduk nya agar lebih rileks, Ayah Anita tersenyum mengejek kali ini. " Dengan anda berbicara seperti itu, Saya sudah bisa menebak Orang seperti apa Anda ini Nyonya, Anak saya memang seorang janda, tapi pertahanan anak saya tidak akan runtuh jika tidak ada yang memaksanya, Anda meminta anak saya untuk melakukan tes DNA, Saya bukan Orang gila Nyonya itu sangat beresiko untuk kandungan Anak saya, Jika anda dan Anak anda tidak ada itikad baik nya saya tidak akan memohon, biarkan Anak saya membesarkan kandungan dan melahirkan anak dari ayah BAJINGAN seperti anak anda, Janin itu tidak bersalah yang salah Anak anda Nyonya. Saya permisi dan saya tidak akan mengemis apa pu dari anda, dan saya harap penyesalan tidak akan menghantui anda kelak. Permisi !! " Jawab Ayah Anita dengan emosi yang kuat pada Ibu Inggrit.
Ibu Inggrit hanya tersenyum tanpa beban melihat Ayah Anita yang begitu terlihat emosi saat menatap nya.