Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Terulang kembali.


BAB 122.


"Kita bicarakan esok hari saja Mom, mending Mommy istirahat. " Ucap Tuan Rama mengecup kening Istri nya.


"Papah akan memperjuangkan Anita demi kamu Mahes. " Ucap Tuan Rama dalam hati nya lalu kedua nya beristirahat setelah seharian di sibukkan dengan pekerjaan nya Masing-masing.


Ke esokan hari nya Anita merasa ragu untuk bekerja, Anita sungguh merasa rendah di mata Mahesa, Anita merasa gagal mempertahankan kehormatan nya walaupun ke gagalan itu Anita lakukan hanya kepada Mahesa.


Anita tau Mahesa dari semalam mencoba untuk terus menghubungi nya, Tapi Anita hanya mendiamkan nya saja, tak seharus nya Anita seperti itu karna walaupun Anita di paksa oleh Mahesa, Anita pun salah tidak bisa lebih keras untuk menolak nya.


Saat Anita sampai di perusahaannya nya, Anita mengumpulkan keberanian untuk tidak terlihat gugup di hadapan Mahesa, Anita melihat sudah ada tanda-tanda seseorang di ruangan Mahesa, Anita tetap melangkahkan kaki nya sebisa mungkin.


Kini Anita sudah sampai di meja kerja nya, Anita melihat ada satu berkas yang harus di tanda tangani oleh Tuan Mahesa, dan saat itu Perasaan Anita pun berdebar hebat .


Anita mengangkat kertas yang akan di berikan pada Mahesa, Anita menghela nafas panjang dan membuang nya perlahan, dan bibir nya mencoba tersenyum ramah di pagi hari.


Anita kaget saat memasuki ruangan Tuan Mahesa, karna Tuan Mahesa tidak ada di kursi kerja nya di sofa nya pun tidak ada.


"Apa aku tadi cuma halus saja ya, padahal di ruangan ini tidak ada siapa-siapa rupa nya. " Ucap Anita dalam hati nya.


Anita berniat untuk membalikan badan nya untuk keluar dari ruangan Mahesa, saat Anita membalikan badan nya Anita kaget karna atasan yang sekaligus kekasih nya itu sudah ada di belakang nya.


Anita membulatkan mata nya sempurna, sedangkan Mahesa memeluk Anita dengan erat, " Kau semalaman sudah lebih dari menyiksa ku. kenapa kau tidak menghubungi ku? " Ucap Mahesa tak mau lepaskan pelukan nya pada Anita.


Anita menggeliat untuk menghindar dari pelukan Mahesa yang semakin mencintai nya,


" I-iya Mas Mas Maaf semalam aku ketiduran, Mas lepas dulu, aku malu jika ada yang melihat nya. " Bisik Anita pada Mahesa.


Tiba-tiba di arah lain ada suara yang berhasil membuat kedua nya tersontak kaget, dan saat mereka tau ada orang lain yang datang Anita melepaskan paksa pelukan erat tangan Mahesa.


"Mommy !! " Ucap Mahesa sambil melihat ke arah Anita dan membenarkan kancing jas nya yang sempat terlepas saat memeluk paksa Anita.


"Mommy, Oh Tuhan ... jadi ini Ibu nya Tuan Mahesa !! apa yang harus aku lakukan, dia pasti sudah melihat apa yang barusan Tuan Mahesa lakukan pada ku. " Ucap Anita dalam hati nya, merasa bingung dan menjadi mati kutu di buat nya.


"Mom, ada apa Mommy ke kantor ? Apa Papah yang menyuruh Mommy untuk datang ke kantor ?? " Tanya Mahesa gugup dan Mahesa sadar jika Anita sedang tidak nyaman oleh kondisi yang sedang mereka hadapi.


"Oh ya mom, perkenalkan ini Anita karyawan sekaligus sekertaris Mahes selama Papah nyerahin perusahaan nya, Anita lah yang membantu Mahes. " Ucap Mahesa mencoba menetralisir keadaan.


"Sejak kapan Mommy jika ke kantor harus ada perintah terlebih dahulu, Oh ya apa kamu sebelum menjadi sekertaris anak saya, apa kamu juga menjadi sekertaris suami saya juga? " Pertanyaan Ibu nya Alex sedikit ketus, sambil melihat dan menggoreskan jari tangan nya pada meja Alex, seperti melihat apa ada debu atau tidak.


"Ehmm .. Saya nyonya di sini, dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi saya itu. " Jawab Ibu Alex semakin terlihat jika ekspresi wajah nya menunjukan bahwa dia tidak suka pada Anita.


"Apa maksud nya? apa yang dia maksud aku yang akan berusaha menggantikan posisi nya, apa Ibu nya Mahesa sedang berpikiran buruk tentang diri ku. " Gumam Anita dalam hati nya.


Anita menatap sendu pada wajah kekasih nya, tatapan Anita dapat Mahesa mengerti, Mahesa hanya menggerakan bibir nya saja dan berkata. " Tenang. "


"Kalu begitu saya permisi Nyonya, kalau butuh sesuatu nyonya bisa panggil saya. " Jawab Anita berusaha tenang, sambil meletakan selembaran kertas di atas meja kerja Mahesa.


"Bekerjalah dengan semestinya, lakukan tugas mu denan baik sebagai bawahan, jangan kelewat batas. " Jawaban menohok terlontar dari mulut Ibu nya Mahesa.


"Mom !! " ucap Mahesa sedikit keras untuk mencoba untuk menghentikan Ucapan Ibu nya, namun Mahesa melihat Anita tidak suka jika diri nya berkata keras pada Ibu nya.


Mahesa hanya menatap kepergian Anita dalam ruangan nya, " Mommy sudah berpikiran jelek tentang Anita, dan itu salah ku. coba saja kalau tadi aku bisa menahan nya untuk tidak memeluk Anita, pasti Mommy tidak akan Ber prasangka buruk pada Anita. " Cerca Mahesa dalam hati nya menyalahkan diri sendiri.


Mahesa duduk di kursi kerja nya, sambil melihat berkas yang sudah di serahkan oleh Anita dengan seksama, namun tetap saja pikiran nya khawatir pada suasana hati Anita saat itu.


"Mommy gak suka ya jika kamu bersikap seperti itu pada bawahan kamu, apa kata orang nanti, reputasi kamu dan keluarga kitaakan buruk jika Orang lain yang melihat nya. Bagaimana jika di sebar di Media. mau di taro dimana muka Mommy mu ini. " Ucap Ibu Mahesa dengan wajah yang sangat kesal.


"Mom, ini tidak seperti yang Mommy bayangkan, Anita itu .... " Ucap Mahesa terhenti saat melihat wajah Ibu nya sangat marah dan kesal.


"Apa ? hah .. apa ? kamu mau bilang dia kekasih mu ? apa dia juga kekasih gelap Papah mu ? apa dia melakukan hal yang sama pada Papah mu, apa dia bekerja seperti itu juga saat menjadi sekertaris Papah mu. " Ucap Ibu Mahesa sangat keras dan bercampur emosi.


"Mommy Please Mom, jangan keras-keras nanti Anita mendengar nya. semua yang Mommy katakan semua nya tidak benar. " Mahesa terus berusaha membela Anita.


"Pecat dia, Mommy tidak mau tau jika besok Mommy masih melihat batang hidung wanita itu, Mommy sendiri yang akan memecat nya. " Ibu Tuan Mahesa semakin murka, saat Mahesa terus saja membela Anita.


Anita mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh Mahesa atau pun Ibu nya di dalam ruangan itu, Anita bisa mendengar jelas.


"Ya Tuhan, ini terjadi Lagi. sebelum nya Ayah Gilang yang tidak suka pada ku, sekarang Ibu nya Tuan Mahesa yang tidak menyukai ku, Kenapa ini harus terjadi lagi. Apa memang benar aku tidak pantas untuk bahagia. " Ucap kecil Anita meratapi nasib diri nya sendiri.


"Ya Tuhan, ini salah ku. " Anita terus saja menyalahkan diri nya sendiri.


"Mom, Mahes tidak mungkin memecat nya. Papah juga pasti tidak akan setuju, dia kerja nya sangat baik Mom. " Ucap kesal Mahesa tidak mau kalah.


"Oh jadi begitu, kalau begitu Mommy sendiri yang akan memecat nya. " Teriak Ibu Mahesa semakin mengeras.