
Mahesa pun sudah berangkat ke kantor nya, sementara Anita duduk santai di taman rumah nya dan sesekali ia berjalan santai di sekitaran rumah nya.
Udara pagi itu terasa sejuk dan Anita memanfaatkan nya untuk merefleksi diri nya sendiri.
"Tenang An, kamu akan baik-baik saja, kamu wanita kuat dengan apa yang sudah kamu alami di masa lalu kamu, itu semua akan mendewasakan diri kamu sendiri dalam menyikapi masalah yang akan datang. "Bisikan itu terdengar oleh Anita sendiri entah dari mana bisikan itu datang.
Anita tersenyum seraya menyentuh hati nya sendiri untuk mempersiapkan segala hal yang akan dia alami, meskipun itu adalah hal ter buruk sekali pun.
Di saat diri nya sedang menikmati udara di pagi hari, ponsel Anita berdering. saat Anita melihat nya ia melihat panggilan telpon itu dari Ibu nya.
"Sayang ? " Sahutan dari suara di tlp itu.
"Iya Mah, ada apa pagi-pagi menelpon ? apa Nara baik-baik saja ? " Jawab Anita khawatir.
"Gak papah ko Nak, Mamah hanya ingin menanyakan kabar mu saja, belakangan ini Mamah selalu saja kepikiran tentang kamu, apa kamu baik-baik saja ? " Tanya Ibu nya Anita.
Naluri seorang Ibu rupa nya tidak bisa di bohongi, di kala anak nya akan tidak Baik-baik saja seorang Ibu pasti bisa merasakan nya.
"Emm ... Mah, jangan Khawatir aku Baik-baik saja, sukur lah jika Mamah, Ayah dan Nara baik-baik saja. Aku khawatir Mah. " Ujar Anita lebih menghawatirkan keluarga nya.
"Nak, jika ada apa-apa tolong kasih tahu Mamah, apa Nak Mahesa sudah cuti kerja nya ? sebentar lagi kamu akan melahirkan. " Ucap Ibu nya Anita.
"Oh ... Mas Mahesa ya Mah, dia ada kok Mah jangan khawatir. " Jawab Anita menutupi semua nya.
Sambungan Tlp pun terputus, dengan sambungan Tlp itu terputus Anita berharap Ibu nya tidak ada beban pikiran lagi tentang nya.
"Aku kuat ko Mah, Mamah tenang aja. " Ucap kecil Anita seorang diri sambil menatap ponsel nya.
Di saat Mahesa sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya, Mahesa beralih duduk ke sofa santai nya. Di sela-sela santai nya Mahesa mendapati Tamu yang tak terduga oleh nya tapi ia tidak merasa kaget.
"Mommy ? " Sapa Mahesa.
"Hay sayang ! Mommy lihat kamu semakin fresh saja hari ini. " Ucap Ibu Inggrit.
"Ah Mommy bisa saja. " Sangkal Mahesa.
"Bagaimana dengan Amel ? " Tanya Ibu Inggrit.
Dasar wanita tak punya hati, bukan nya menantu nya yang sedang hamil besar yang di tanyakan, malah wanita ****** yang di pertanyakan.
"A-amel ya Mom ? " Tanya Mahesa Pura-pura tak mengerti.
"Iyah Amel, sudah lah Mommy tahu apa yang sudah terjadi antara kamu dan Amel. " Ucap Ibu Inggrit sambil duduk santai.
Mahesa yang mendengar nya langsung berdiri.
"Mom, tolong jangan ... " Ucap Mahesa terputus.
"Tenang Nak, Rahasia aman. " Ucap Ibu Inggrit tertawa puas.
Namun saat Ibu Inggrit tertawa, entah kenapa Mahesa merasa takut karna teringat ayah nya Tuan Rama.
"Bagaimana jika Papah tahu, tentang ini ! Anita adalah menantu kesayangan nya, entah jadi apa aku jika Papah mengetahui semua nya. " Keluh Mahesa dalam hati nya.