Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Ketulusan hati Mahesa.


BAB 140.


Di pagi yang sangat cerah, dua inshan yang baru saja mengingat janji suci nya dalam pernikahan kini sedang bersiap untuk keluar kamar untuk menemui semua keluarga nya.


Anita sedang merias diri di hadapan cermin yang ada di meja rias nya, sementara Mahesa baru keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan sehelai kain handuk yang melingkar di bagian tubuh bawah nya saja.


Anita sedikit Sungkan melihat Tuan Mahesa yang kini sudah menjadi Suami Syah nya. Anita melirik Mahesa dari pantulan cermin di hadapan nya.


Tubuh kekar yang di miliki Mahesa kini sudah menjadi hak milik Anita seutuh nya, Anita menggelengkan kepala nya saat pikiran nya mulai traveling tak karuan.


Anita beranjak dari duduk nya, dan menghampiri sebuah lemari pakaian dan menyiapkan pakaian ganti untuk Suami nya.


Mahesa yang kini sudah mengenakan ****** ***** dan celana pendek menghampiri Istri nya dengan diam-diam.


Anita sempat kaget dan sampai menjatuhkannya hanger pakaian karna merasa kaget.


Anita melirik pada wajah Mahesa yang kini sangat dekat dengan wajah nya, Mahesa mencium aroma wangi dari rambut Anita dengan sedikit sentuhan menggoda.


"Mas .... udah ah geli tau !! pakai dulu baju nya, setelah itu kita sarapan. " Ucap Anita berusah menghindar dari pelukan Mahesa.


Sementara Mahesa yang sangat senang saat menggoda Istri nya itu semakin tidak mau jauh-jauh dari Anita.


Mahesa menarik lengan Anita dan membawa nya kedalam sebuah pelukan kasih sayang. Mahesa yang masih belum memakai pakaian atas nya, membuat Anita nyaman saat berada dalam pelukan Suami nya.


"Kenapa Sayang ?? " Tanya Anita menatap wajah Suami nya.


"Aku sangat menyayangimu Sayang, ketahuilah dan harus kamu ingat, jika ada Orang yang mengatakan tentang perasaan ku pada mu jangan pernah kau dengar. Mereka tidak tau perasaan ku yang sebenar nya, yang tau hanya kamu sendiri. " Jawab Mahesa meyakinkan Anita.


Anita tersenyum. " Iya Mas, aku tau !! Seperti nya kamu dan aku merasakan hal yang sama dan berpikir hal yang sama, Mudah-mudahan apapun itu kita bisa melewati nya. " Ujar Anita menenangkan Mahesa dan diri nya sendiri.


Mahesa tersenyum memeluk erat Anita dan mengecup kening Anita.


"Ya sudah, pakai baju dulu !! pasti Nara sudah bangun dan menunggu kita. " Ujar Anita sambil mengambilkan baju yang sudah ia siapkan di atas tempat tidur.


Mahesa menuruti perkataan Anita.


"Sayang ? Apa kamu tidak akan minta kita bulan madu kemana gitu ? " Tanya Mahesa sambil merapihkan rambut nya.


Anita menggelengkan kepala nya perlahan, " Tidak Mas, lagian untuk usia kandungan semuda ini tidak boleh melakukan perjalanan jauh. Mas lupa yah kalau aku ini sedang hamil ?? "


Mahesa tertengun. " Duh ... gue sampai lupa, kalau Istri gue itu lagi berbadan dua. " Batin Mahesa.


"Maaf sayang !! Mas belum terbiasa rupa nya, baiklah Mas akan rutin mengantar kamu untuk periksa ke Dokter kandungan, dan Mas mau kamu tidak boleh terlalu capek. " Jawab Mahesa belajar menjadi Suami siaga.


"Emmm ... Tapi semalam kenapa Mas melakukan nya berkali-kali ... apa Mas tidak takut aku jika aku akan kecapean. " Tanya Anita tersenyum saat menyindir Suami nya.


"Hahahaha ... aku khilaf Sayang. " Jawab Mahesa tersenyum malu.


Anita dan Mahesa pun tertawa bersama, mengingat permainan panas yang sudah mereka lakukan semalaman.


Mereka pun keluar bersamaan, Anita mencari sosok gadis kecil yang sangat ia cintai, namun Anita melihat Nara sedang bermain dengan Ayah nya, Anita membujuk Nara untuk ikut bersama nya.


Lagi-lagi Nara menolak karna sedang asyik bermain dengan Kakek nya, Mahesa mencoba membujuk Nara namun hasil nya pun sama.


Anita menganggukan kepala nya perlahan, mereka melanjutkan untuk mengambil sarapan, Saat Anita berjalan Anita melihat Ibu mertua nya.


Langkah Anita terhenti dan Mahesa menyadari itu, Mahesa meraih telapak tangan Anita dan menggenggam nya erat.


Anita paham apa maksud dari Suami nya itu. Ibu Inggrit jalan mendekat pada Mahesa, tanpa melihat dan peduli pada Anita yang kini sudah menjadi menantu nya.


"Mom, ayok kita sarapan !! " Ajak Mahesa di ikuti senyum Anita.


" Duluan saja, Mommy tidak selera makan. " Jawab Ibu Inggrit ketus sambil menoleh ke arah wajah Anita.


Anita yang pagam langsung merasakan tidak enak hati dalam diri nya.


"Oh ya sudah !! Mahes sama Anita mau sarapan dulu. " Ujar Mahesa tidak ingin membujuk Ibu nya untuk sarapan bersama.


Mahesa melewati Ibu nya begitu saja, dengan begitu Ibu Inggrit semakin kesal karna kini Mahesa lebih peduli pada Anita ketimbang diri nya.


Biasa nya Mahesa selalu memaksa Ibu Inggrit untuk sarapan di samping nya, tapi kali ini tidak. Mahesa lebih meng iya kan kemauan Ibu Inggrit.


"Mas !! aku tidak enak sama Mommy kamu. " Bisik kecil Anita.


"Sudah lah, Mommy biar menjadi urusan Papah !! mau gimana pun Aku tidak akan bisa membujuk Mommy untuk kali ini, lagian yang harus aku pikirkan kan kamu dan calon anak kita, jadi kamu harus cepat sarapan dan harus banyak. " Jawab Mahesa tidak menyesal sedikitpun karna sudah membiarkan Ibu nya kecewa.


Anita mengambil sarapan nya dan juga Suami nya, mereka sarapan bersama dan saling memperhatikan satu sama lain nya.


"Awas saja kamu Anita. " Ucap Kecil Ibu Inggrit kesal pada Anita.


"Sudah lah jangan berpikir keras untuk menjatuhkan Anita Mom, dia itu sedang mengandung Cucu kita. " Ujar Tuan Rama Tiba-tiba dari arah belakang.


"Papah ko bisa yakin banget sih, jika anak yang di kandung wanita itu cucu kita ?? " Teriak Ibu Inggrit pada Tuan Rama.


Mahesa dan Orang tua Anita bisa mendengar suara Ibu Inggrit begitu juga dengan Anita.


Anita yang langsung menundukan kepala dan mengusap perut nya, Mahesa yang menatap kecewa pada Ibu Inggrit dan Ayah Anita yang mulai geram pada Ibu Inggrit seakan-akan ingin menyumpal mulut Ibu Inggrit.


Tuan Rama menarik secara paksa Istri nya itu, Ibu Inggrit merasa kesakitan namun Tuan Rama tidak memperdulikan nya.


Ternyata walaupun Anita dan Mahesa sudah menikah, Ibu Inggrit tetap pada keyakinan nya.


Tuan Rama sampai di buat kesal oleh Istri nya itu, tidak mau paham juga tentang kondisi yang harus di lalui oleh anak kesayangan nya yaitu Mahesa.


"Pah lepas sakit !! " Ucap Ibu Inggrit keras.


Tuan Rama menarik paksa Istri nya itu ke dalam sebuah mobil dan Tuan Rama ikut masuk ke dalam mobil itu.


Lalu Tuan Rama menyuruh Sopir untuk melajukan kendaraan nya sesuai yang Tuan Rama perintahkan.


Mahesa menatap wajah sendu Istri nya. Mahesa tersenyum, " Sudah ... sudah !! ingat kata Mas di kamar tadi. " Ucap Mahesa lembut.


Anita menganggukan kepala nya walaupun wajah nya masih terlihat kecewa.