
Ibu Inggrit tahu watak anak nya seperti apa, jadi Ibu Inggrit lebih memilih untuk pergi bersama Amel.
"Tan, kita gagal lagi ya ? " Bisik Amel saat hendak keluar dari ruangan Mahesa.
"Tenang Sayang, jika menghadapi Mahesa kita harus terlihat tenang tidak boleh terburu-buru. Ok ? " Jawab Ibu Inggrit.
Kedua nya pun pergi tanpa menoleh kembali terhadap sosok Mahesa yang sedang kesal melihat mereka berdua.
"Padahal apa menarik nya sih Wanita itu, miskin iya, gemuk ia, ihh wajah nya aja kusam seperti itu. " Dengus Amel merasa diri nya paling perfect.
Ibu Inggit sangat senang melihat ambisi yang ada di dalam diri Amel untuk memiliki Mahesa.
Mahesa masih menganggap itu angin lalu, dan kembali fokus pada pekerjaan nya.
Sementara Anita kini sedang bermain bersama Nara yang sedang berkunjung ke rumah nya bersama dengan Ibu nya.
"Nak ! kamu baik-baik saja kan ? " Tanya Ibu nya Anita.
"Baik ko Bu ! " Jawab Anita dengan berusaha tenang di hadapan Ibu nya.
"Sebentar lagi kamu akan melahirkan, apa sebaik nya kamu tinggal di rumah Ibu saja sampai kamu lahiran ? " Saran Ibu nya.
"Nanti Anita tanya dulu ke Mas Mahes ya Bu, Ibu tenang saja. Lagian di sini juga kan ada Bibi. " Jawab Anita.
"Tetap saja Nak, Ibu merasa khawatir. " Usap lembut Ibu Anita pada anak kesayangan nya.
Hari itu tidak banyak yang Anita lakukan hanyalah bermain dengan Nara walau pikiran nya tetap pada ke kekhawatiran nya.
"Ko Mas Mahes, tidak ada telpon ya ? biasa nya sudah menanyakan kabar pada ku. " Batin Anita resah.
"Tidak .. tidak ! Aku harus percaya pada suami ku. " Bantah Anita pada ke khawatiran nya.
Resah saat menunggu ke datangan suami nya, membuat Anita sedikit lelah, takut akan kejadian masa lalu nya saat menjalani pahit ketir rumah tangga nya bersama dengan mendiang Rehan waktu itu.
Anita sampai tertidur pulas di sofa karna menunggu Mahesa yang tak kunjung datang juga.
Sampai-sampai suara kendaraan datang pun tidak Anita dengar, Mahesa duduk sejenak di dalam mobil nya.
Pekerjaan hari itu sungguh membuat nya lelah dan sampai lupa mengabari pada Anita jika ia akan pulang terlambat.
Suara perut nya mulai terdengar, Mahesa sengaja tidak membeli makanan di luar karna tahu Istri nya tidak pernah absen dalam hal memasak.
"Oh ya ampun sudah hampir 3 pekan, aku tidak menghubungi Papih, apa dia sehat ya di sana ? " Batin Mahesa mulai turun dari dalam mobil nya.
Tuan Rama memang sedang ada di negara Paman Sam, Dimana di sana Tuan Rama sedang mengembangkan usaha baru nya.
Karna itulah Ibu Inggrit bebas memperkenalkan Amel pada Mahesa, tanpa membuat anak buah Tuan Rama curiga pada nya.
Mahesa berjalan perlahan, melihat kaca di kamar pribadi nya masih menyala, itu tanda nya Anita belum tertidur pikir Mahesa.
Saat membuka pintu, perlahan Mahesa melangkah karna tidak mau mengganggu Istri nya karna siapa tahu istri nya sudah tertidur pulas.
Pandangan dan langkah Mahesa terhenti saat melihat tubuh sang istri terlentang di atas sofa depan nya.
"Ya ampun Sayang, kenapa harus menunggu di bawah sih ! " Gerutu Mahesa mengkhawatirkan kesehatan istri nya.
Raut wajah yang selalu ia sukai dari istri nya yang selalu berpenampilan sederhana, terapan Mahesa sejenak terkunci oleh wajah polos Anita.
"Jika aku pindahkan sekarang, pasti dia akan terbangun. Aku biar kan saja dulu, lebih baik aku ambil makanan ku dan aku makan di sini. " Batin Mahesa.
"Maaf kan Mas Sayang, kamu pasti khawatir seharian ini, kamu pasti lelah menunggu ku seharian. Maaf kan Mas, maafkan Ayah Nak. " Ucap kecil Mahesa pada Istri dan calon anak nya.
Sungguh seorang suami yang sangat sayang terhadap istri nya. Walaupun ia sangat lelah tapi masih sempat memikirkan kondisi istri nya.
Mahesa duduk di bawah tempat Anita tertidur, dengan lahap Mahesa memakan makanan yang di buat oleh Istri nya.
Saat melihat wajah istri nya senyuman itu kembali merekah, padah Anita hanya tertidur dengan mulut terbuka sedikit.
Saat suapan terakhir, akhir nya Anita terbangun karna Mahesa tak sengaja menaruh gelas ke atas meja sehingga mengeluarkan suara.
"Mas, sudah pulang ? kapan mas pulang ? " Tanya Anita dengan suara serak nya.
"Baru ko sayang ! maaf ya mas seharian gak ngabarin kamu, mas kerjaan nya numpuk hari ini, makan pun Baru sempat sekarang. " Jawab Mahesa ingin menaruh piring kosong bekas makan nya.
"Biar aku yang simpan Mas. " Sambung Anita.
"Tidak usah, kamu tunggu aja di situ. " Timpal Mahesa berjalan menuju dapur di rumah nya.
Setelah selesai Mahesa kembali dan mengajak istri nya untuk ke kamar nya, tadi nya Mahesa tidak ingin membangunkan istri nya, Mahesa hendak mengangkat tubuh istri nya.
Namun istri nya sudah terbangun.
"Ayok ? kita ke kamar sayang. " Ajak Mahesa.
"Ayok Mas. " Jawab Anita dengan berdiri sangag berhati-hati karna perut nya semakin keras dan begah rasa nya.
"Hati-hati Sayang. " Timpal Mahesa.
Anita hanya tersenyum dan menjemput uluran tangan Mahesa yang dari tadi Mahesa ulurkan untuk membantu Anita.
"Tadi Nara ke sini ? " Tanya Mahesa.
"Iya bersama Ibu, tadi Nara nitip salam buat Mas. " Jawab Anita.
"Mas sangat merindukan nya, nanti kalau ada waktu kita main bersama dengan Nara. " Ujar Mahesa sangat menginginkan Nara tinggal bersama nya, tapi Nara belum mau.
"Iya Mas, emm di kantor tidak ada masalah kan ? " Tanya Anita balik.
"Tidak ko Sayang, kenapa ? " Mahesa bertanya kembali.
"Emm .. jangan marah ya Mas, aku ko kepikiran sama Ibu kamu ya, ko sempat-sempatnya memperkenalkan wanita lain di hadapan aku. " Jelas Anita tidak ingin menyimpan persaaan khawatir nya.
Degggg .... Mahesa melihat wajah istri nya, Anita bisa merasakan bahwa tadi Mommy datang ke kantor bersama dengan Amel.
"Tidak ko sayang, jangan terlalu di pikirkan, apa sih yang kamu takut kan ... ? mas bukan Laki-laki seperti itu kok, lagian bukan waktu nya Mas tergoda oleh wanita lain, ini waktu nya Mas bertanggung jawab atas kebahagiaan kamu dan anak-anak kita nanti nya. " jawab Mahesa menenangkan Anita.
Anita sedikit lega, namun Mahesa bisa merasakan apa yang Anita rasakan, Mahesa tahu tujuan Ibu nya itu Apa, bukan bisnis sebenar nya.
Tapi ingin merusak rumah tangga diri nya, dengan menghadirkan wanita lain yaitu Amel.
"Andai saja Papih tahu, mungkin Mommy sudah kena tamparan keras dari Papih. " Batin Mahesa.