
Ke esokan hari nya Anita sudah boleh pulang, kali ini Anita lebih memilih untuk pulang ke rumah orang tua nya, meskipun sangat sederhana tapi Anita anggap tempat terbaik dan ter aman kali ini adalah rumah orang tua nya.
Dan Anita sudah bisa beristirahat tenang di rumah orang tua nya, Anita mendapatkan kekuatan dari kedua orang tua nya terlebih saat melihat Nara dan anak bayi nya.
Beberapa hari Anita merasa nyaman, namun pikiran nya tetap tidak bisa tenang. Proses perceraian yang ia ajukan kepengadilan Agama belum juga mendapatkan panggilan.
Di sore hari Anita berniat untuk menghirup udara segar, Anita ingin duduk di taman rumah nya.
Namun saat dia baru saja terduduk di kursi taman itu, seorang pegawai kantor Pos datang membawa Amplop berwarna coklat.
"Permisi. " Ucap tukang pos itu.
"
Iya. " Jawab Anita bangkit dari duduk nya.
" Sore .. dengan kediaman Ibu Anita. " Ucap Tukang Pos itu.
" Iya Pak, dengan saya sendiri. " Jawab Anita.
"Oh ya Bu, ini ada kiriman. Silahkan di tandatangani. " Ujar Tukang Pos itu.
Anita sudah curiga saat menatap map coklat ituh, Anita mengambil dan menandatangani nya.
"Ini Pak. " Ujar Anita memberikan kertas yang sudah ia tandatangani.
"Terima kasih Bu. " Bales tukang Pos itu.
Benar saja dugaan Anita, saat membaca di bagian depan Amplop itu dari pengadilan agama.
"Selamat sore Bu Anita ? " Sapa Laki-laki di telpon itu.
"Iya .. selamat Sore, dengan siapa ya ? " Jawab Anita sopan.
"Perkenal kan saya Pak Roy, saya kuasa hukum yang di tunjuk oleh Tuan Rama untuk mengatasi sidang perceraian Bu Anita. " Jelas Laki-laki itu.
"Apa ? kuasa hukum Papah ? " Batin Anita, Anita tak menyangka kini kasus perceraian nya sudah mulai bergulir dan Anita harus siap melakukan tahap demi tahap proses persidangan itu.
"Hallo Bu. " Ujar Pak Roy karna tidak mendapatkan respon dari Anita.
"Oh ya Pak, Maaf. Jadi bagaimana Pak, apa yang harus saya lakukan ? ini saya baru saja mendapatkan surat panggilan dari pengadilan agama. " Jawab Anita.
"Begitu ya Bu, Baik lah. Sekarang biar saya yang menghadiri panggilan sidang itu, Ibu tidak usah datang nanti kalau Ibu memang di butuhkan untuk hadir di sidang selanjut nya akan saya kasih tahu. " Jawab Pak Roy selaku kuasa hukum Anita.
"Baik lah Pak, saya tunggu kabar nya Pak. Saya harap ini akan berjalan dengan baik, Tapi apahkah bisa sidang ini di laksanakan sedangkan saya masih dalam masa nifas. " Tanya Anita pada kuasa hukum nya.
"Tidak usah khawatir Bu, apalagi kesalahan ada pada pihak tergugat. Dan Tuan Rama pun pasti akan membantu untuk mempermudah kasus ini, apalagi saat mengingat tergugat adalah anak dari Tuan Rama sendiri. " Jelas Pak Roy.
"Dan Maaf Bu Anita, saya belum sempat menemui Ibu secara langsung karna saya masih di luar kota. Secepat nya saya akan menemui Ibu secara langsung. " Sambung Pak Roy.
Anita sedikit merasa lega dengan penjelasan kecil Pak Roy.
"Baik lah Pak, saya percayakan semua nya pada Pak Roy. Dan saya juga yakin Papah Rama tidak akan salah saat menunjuk seseorang untuk menangani sebuah kasus" Jawab Anita terdengar tenang.
Namun pikiran dan hati nya kali ini tidak sejalan, bagaimana pun ini tidak mudah bagi diri nya.