Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Perjalanan.


BAB 111.


Sungguh Anita tau betul, rasa takut akan kehancuran yang di sebabkan oleh kehilangan lebih besar yang di rasakan oleh kedua Orang tua nya. Maka pantas lah kedua Orang tua Anita, sangat cemas saat memikirkan kehidupan Anita.


Anita sungguh merasa lelah dengan kenyataan hidup yang harus dia jalani.


Anita menghela nafas panjang, dan mengeluarkan nya secara perlahan. "Mudah-mudahan aku bisa menjalani nya !!" bisik Anita dalam hati nya.


Tuan Mahesa sudah sampai di kediaman nya, Mahesa menjatuhkan badan nya di atas Sofa yang berada di ruang tengah rumah nya itu, Tuan Rama pun menghampiri anak kesayangan nya itu.


"Hy ... Boy ?? Are you ok ?? " Tanya Tuan Rama, sambil duduk santai di samping Tuan Mahesa.


"Pah ... Mommy kapan pulang sih ?? " Tanya Mahesa, tanpa menjawab sapaan dari Ayah nya.


Tuan Rama mengangkat kedua bahu nya, tanda tidak tahu. " Mungkin tiga sampai empat bulan lagi Nak, Ada apa ?? " Tuan Rama bertanya dengan santai nya.


"Pah, Mahes ingin melamar Anita, atau bahkan Mahes ingin segera menikahi Anita. menurut Papah bagai mana ?? " Tanya Mahesa dengan wajah yang sangat tegang.


Tuan Rama terkejut dan wajah nya kini berubah menjadi sangat serius. " Apa kamu yakin Nak ?? " Tanya Tuan Rama.


"Yakin Pah, kenapa Papah bertanya seperti itu ?? Apa Papah melihat keraguan pada diri Mahes ?? " Tanya Mahesa serius.


"Papah tau kamu sangat konsisten dalam mengambil keputusan, dan Papah pun yakin Anita adalah wanita yang baik !! Karna kamu pun pasti sudah tau, Papah tidak akan memilih wanita yang sembarangan. Ini memang di luar dugaan Papah Nak, Tapi papah akan dukung selama itu baik untuk kamu dan bisa buat kamu bahagia. " Jawab Tuan Rama, sambil menepuk bahu Mahesa.


Mahesa tersenyum lega. " Terimakasih Pah, Papah sudah mau sabar untuk membuat Mahes bangkit dari keterpurukan, dan Papah sudah memilihkan Wanita yang Pas untuk berada di samping Mahes yaitu Anita. Emmm ...Tapi Pah .... !! " Mahesa kembali memasang wajah cemas.


"Kenapa Nak ?? " Tanya Tuan Rama, menatap instens pada Mahesa.


"Bagaimana dengan Mommy ?? Apa dia akan setuju, Mahes memilih Wanita dari kalangan biasa, bahkan Mahes memilih wanita yang sudah mempunyai Anak. Apa Mommy tidak akan mempermasalahkan nya Pah ?? " Tanya Mahesa cemas.


Tuan Rama tersenyum kecil. " Nak ... Semua Orang tua pasti selalu ingin yang terbaik untuk anak nya !! Mommy kamu bukan Orang jahat yang tidak mempunyai perasaan, Jika memang Mommy kamu mempermasalahkan status Anita saat ini, biar Papah yang berbicara dengan Mommy kamu !! Jadi, atur lah dulu acara lamaran nya. Biar Papah yang mengurus urusan Mommy kamu !! " Jelas Tuan Rama, meyakinkan Mahesa.


Mahesa memeluk Ayah nya, Mahesa sangat beruntung memiliki Ayah sebijak dan sebaik Tuan Rama. Sementara Tuan Rama kini sedang memikirkan watak dari Istri nya, karna bisa di bilang mempunyai watak keras, Sehari-hari Ibu nya Mahesa bergaul dengan Orang yang berada di kalangan atas, sehingga Ibu nya Mahesa terbiasa dengan gaya hidup mewah.


Hari demi hari Anita lalui, seperti Air yang mengalir tinggal mengikuti alur nya saja, hingga tiba saat nya dimana Anita harus bertemu dengan hari dan waktu dimana Gilang dan Glen akan menyandang status baru sebagai Suami-istri.


Tuan Mahesa sengaja mengosongkan waktu nya demi Anita, Anita sebenar nya tidak ingin menghadiri pesta pernikahan Gilang.


Namun Anita tidak ingin memperkeruh suasana, dan Anita ingin memberikan ucapan selamat pada Gilang atau pun Glen.


Tiba dimana Tuan Mahesa sudah mengatur waktu dan segala pasilitas untuk menghadiri pesta pernikahan Gilang, Mahesa tidak mau membuat Anita tidak nyaman saat perjalanan menuju Bandung.


Anita membawa perlengkapan dirinya untuk di pakai di pesta pernikahan mantan kekasih nya itu, namun sayang Nara tidak bisa ikut serta bersama Anita. Mengingat itu bukan acara Holiday Anita tidak membawa Nara, dan juga tidak akan memakan waktu lama.


"Sayang !! sudah siap ?? " Tanya Mahesa, pada Anita.


Anita tersenyum. " Sudah Mas, Apa kita sebaik nya tidak datang saja ya Mas ?? Aku tau kamu sibuk !! " Ucap Anita, merasa tidak enak pada Mahesa.


Mahesa tersenyum, "Sesibuk apapun diri ku, aku akan selalu menyempatkan waktu jika itu berhubungan dengan diri mu Ann !! Tenang lah semua akan baik-baik saja, kamu harus menyelesaikan ini semua. Agar di antara kalian berdua Benar-benar sudah selesai. Anggap lah ini yang terakhir dan kita harus bahagia atas pernikahan mereka !! " Ucap Mahesa sambil membenar kan rambut Anita dengan lembut. "


Anita hanya memikirkan waktu yang di buang Mahesa hanya untuk menemani nya, sungguh Mahesa Laki-laki berhati tulus. Dan Anita mengakui ketulusan Tuan Mahesa pada nya, bukan hanya berparas tampan, di samping ketampanan Mahesa, Mahesa pun adalah pewaris tunggal perusahaan Tuan Rama, Anita sangat takut saat mengingat bahwa Tuan Mahesa bukan lah Orang dari kalangan biasa.


Anita tidak memikirkan kekayaan Mahesa, dan semoga status Mahesa sebagai pewaris tunggal, tidak akan membuat hubungan mereka mendapatkan cobaan yang membuat kedua nya lelah.


Tuan Mahesa sudah mempersiapkan semua nya, termasuk kejutan yang akan di berikan saat setelah pesta pernikahan Gilang selesai, Tuan Mahesa sangat yakin karna Mahesa mendapatkan dukungan penuh dari Ayah nya.


"Ann, kamu bawa apa aja ?? Ko banyak sekali !! " Tanya Tuan Mahesa heran, karna Anita membawa 2 tas.


"Emm .. itu hanya baju biasa dan baju Pesta saja Mas, dan yang lain nya keperluan Pribadi ku !! " Jawab Anita, dengan santai nya.


"Ya ampun Ann, kenapa harus bawa baju Pesta sih ?? di sana sudah di sediain ko, Mas juga gak bawa, semua sudah di siap kan di sana !! " Ucap Mahesa, membuat Anita bingung.


"Siapa Mas ?? apa kita disanah akan menyewa pakaian ?? kenapa harus sewa sih Mas, lagian kan kita cuma menghadiri sebentar saja, sudah itu kita kembali lagi ke jakarta. " Ucap Anita tidak tahu, kalau Tuan Mahesa sebenar nya sedang mempersiapkan kejutan untuk diri nya.


Mahesa tertawa. " Sayang, jangan banyak membantah ya !! saat kita di bandung kita harus membuat moments yang tidak akan pernah terlupakan. " Ucap Mahesa.


Anita merasa kaget namun penasaran akan ucapan yang di katakan oleh Tuan Mahesa. Anita menatap Mahesa dengan tatapan yang sangat menyimpan segudang tanda tanya.


"Sudah lah sayang, jangan tegang seperti itu. Mas tidak akan Macam-macan ko !! " Sambung Mahesa, sambil mengacak-ngacak pangkal rambut Anita.


"Ko perasaan aku gak enak ya Mas !! " Anita menggoda Mahesa.


"Nanti kalau kamu sudah tau !! perasaan tidak enak itu akan menjadi enak ko. " Ucap Mahesa dengan senyuman yang menyimpan segudang rahasia.


"Iihh Mas, jangan buat aku penasaran deh !! duh jadi Deg-deg gini sih, iihh ... ko main Rahasia-rahasiaan sih Mas. " Ucap Anita bertinggah seperti orang yang sadang panik, namun terlihat sangat lucu.


Sungguh membuat Mahesa semakin ingin menggoda Anita, Tuan Mahesa hanya tertawa geli melihat tinggah Anita yang semakin penasaran akan rahasia yang di sembunyikan oleh diri nya.


"Sudah lah sayang !! Nikmati saja perjalanan nya ... Ok, dan siap kan diri mu. Agar saat mengetahui Rahasia itu, kamu tidak Syok ... ok !! " Timpal Mahesa, sambil tersenyum.


Anita menghela nafas panjang, Anita menyerah karna sungguh Mahesa tidak sedikit pun memberikan bocoran tentang Rahasia yang ia simpan untuk diri nya nanti.