
BAB 72.
"Kalau begitu, Aku permisi dulu Ya sayang ?? Nanti jika kamu cape. Gak usah Jemput ya, Istirahat aja !! " Ucap Anita sambil membenarkan rambut Gilang yang sedikit berantakan.
"Mana mungkin aku gak akan jemput kamu Sayang, Aku pasti jemput kamu ko !! " Ucap Gilang mengusap kembali kepala Anita.
Gilang menatap Nanar kepergian Mahesa yang sudah jauh dari hadapan nya, Anita yang melihat ketidak sukaan di wajah Gilang. Langsung mengusap nya. "Sudah lah sayang, dia Hanya Atasan ku saja. " Ucap Anita.
"Bagai mana aku gak cemburu sama dia, Waktu kamu tuh lebih banyak bersama Dia. Di banding sama Aku !! " Ucap Gilang murung.
Anita tertengun melihat sikap Gilang, " Kenapa sih, harus cemburu lagi. Padahal kan udah di jelasin beberapa kali. Mungkin Gilang masih perlu keyakinan untuk itu. Ya sudah gak papa !! " Gumam Anita dalam hati nya.
"Uuhh Cayangg ... Cemburu lagi ?? Tapi walau pun begitu, Kamu kan Pemilik hati ku !! " Ucap Anita menenangkan Rasa Cemburu di dalam hati Gilang.
Gilang tersenyum bahagia, Saat Anita Mengerti ke khawatiran akan kehilangan Hati Anita.
Gilang dan Anita pun pergi dengan berlawanan Arah.
Anita yang mulai masuk ke dalam kantor nya, Dan Gilang Pergi dari Parkiran Perusahaan Mahesa.
Sesampai nya di Pintu utama, Anita di sapa Oleh Febi. salah satu Staf di Perusahaan Mahesa.
"Pagi Bu ?? " Ucap Febi.
"Eh ... Hy Feb !! " Jawab Anita, seperti sudah akrab pada Febi.
Padahal Anita baru kali ini mendapat kan sapaan, dari karyawan di Perusahaan Mahesa.
Anita melihat rasa Sungkan, di dalam Diri Febi, saat menyapa nya Barusan.
"Gak usah Sungkan Feb, Ada Apa ?? " Tanya Anita.
"Ti-dak Bu !! Saya hanya Menyapa saja !! " Ucap Febi Sungkan, Karna jabatan Anita lebih tinggi di Banding Febi.
"Ya sudah, Selamat bekerja ya Feb ?? " Ucap Anita lembut dan tersenyum pada Febi.
Anita pun Memasuki Lift menuju Ruangan nya.
Sesampai nya di Ruangan, Anita langsung duduk dan Mengecek Jadwal Tuan Mahesa hari ini.
Anita berniat Untuk Menanyakan Pada Tuan Mahesa, Apa ada Acara yang ingin dia lakukan hari ini atau tidak. Jadi Anita bisa mengatur. Apabila seandai mya ada Jadwal Meeting dadakan yang harus di Hadiri Oleh Tuan Mahesa.
Anita mengetuk Pintu Ruangan Tuan Mahesa.
"Tok .. Tok ..Tok !! " Suara Pintu itu.
Seperti Biasa Tuan Mahesa tidak akan menjawab nya, Anita langsung membuka Pintu itu, dan Kaget ternyata Tuan Mahesa tidak ada di Kursi kerja nya.
Anita Melirik ke Arah Sofa, ternyata Tuan Mahesa sedang duduk santai di Sofa itu.
Dengan Tatapan Menawan nya, Tuan Mahesa Menatap Ke datangan Anita melangkah Menghampiri nya.
Anita tidak suka dengan Tatapan Tuan Mahesa kali ini. Anita Melangkah kan Kaki nya sedikit berat, Saat Tuan Mahesa terus memandangi nya.
"Pagi .. Tuan !! Maaf saya mengganggu, Apa Tuan Hari ini ada acara ?? Untuk saya masukan Ke daftar Agenda Tuan Hari ini ?? " Ucap Anita Sopan.
"Apa Hari ini tidak ada Meeting ?? " Jawab Tuan Mahesa jelas.
"Seperti nya Belum Tuan !! Saya belum mendapat kan Permintaan Meeting dari Siapa pun, Dan dari Pihak kita Pun tidak ada Yang akan Mengadakan Meeting Tuan. " Jelas Anita dengan Serius.
"Enak nya jadi Anak Sultan !! " Gumam Anita.
"Baik Tuan !! " Jawab Anita Lembut.
Anita membalikan Badan nya Untuk segera keluar Dari Ruangan Tuan Mahesa.
Karna Anita memakai high heels yang cukup Tinggi, Di Luar Dugaan Anita, Anita Terjatuh dan Membentur Sudut Meja Kerja Tuan Mahesa.
Mahesa yang melihat Anita Terjatuh, langsung menghampiri nya Dengan Cepat.
Anita Masih terduduk sambil mengusap Kening nya yang terbentur.
"Ya ampun, Gak Papak Ann ?? " Ucap Mahesa cemas, sambil menangkup Kedua Pipi Anita, dan melihat Sekitaran Jidat Anita yang terbentur.
Anita tidak menjawab. Anita melihat Kecemasan di wajah Tuan Mahesa.
Tuan Mahesa dengan Cepat Mengangkat Tubuh Anita, Untuk di Baringkan nya di Atas Sofa Itu.
Setelah Anita berhasil di Baringkan. Dengan Cepat Mahesa meraih Kotak Obat yang berada di Sudut Ruangan kerja Mahesa.
Anita mencoba mengangkat Tubuh nya, Untuk bangun dan Duduk di sofa itu. Anita tidak mau jika harus terlihat dalam Posisi tiduran di hadapan Laki-laki Lain.
Mahesa pun duduk di sebelah Anita, Saat Mahesa mencoba Mengobati Kening Anita.
Anita menolak nya, "Biar saya saja Tuan !! Ini hanya Luka kecil saja, Saya Bisa mengobati nya sendiri. " Ucap Anita, sambil meraih Kotak Obat di pangkuan Mahesa.
Mahesa menatap kesal pada Anita. " Saya tidak suka menerima Penolakan !! Kamu Tanggung jawab saya, Karna saya ..... !! Saya adalah Atasan kamu. " Ucap Mahesa pada Anita.
"Lain kali, jangan Pakai High Heels setinggi itu. Untung luka nya cuma sedikit, kalau Parah Bagai mana ?? " Dengus Mahesa menasehati Anita, Entah itu Nada kesal atau pun Nada Cemas.
"Maaf Tuan, lain kali saya akan lebih Hati-hati lagi. " Jawan Anita, sambil meringis, saat Sentuhan tangan Mahesa sedang membersihkan Luka nya.
"Kamu Istirahat saja Dulu di sini. Biar saya Pindah ke Ruangan Papah !! " Ucap Guan Mahesa.
"Ti-tidak Tuan, Saya Masih bisa bekerja Ko !! Terima kasih Tuan, Atas bantuan nya. Saya permisi balik keruangan saya Tuan. Pesanan Anda akan segera saya Pesan kan. " Ucap Anita dengan Cepat, dan berdiri untuk Pamit keluar dari Ruangan Tuan Mahesa, dan pergi dari hadapan Tuan Mahesa.
Anita merasakan rasa Linu pada Lukanya di ruangan nya sendiri, aku tidak mau menyakiti hati Gilang, Sekali pun Gilang tidak melihatnya.
"Kenapa aku harus jatuh segala sih ?? " Gumam Anita menggerutuki kecerobohan diri nya sendiri.
Anita mencoba menghubungi Petugas 0.B yang ada di Lantai bawah, untuk memesankan pesanan makanan Tuan Mahesa.
Setelah Anita Sudah Memesankan pesanan itu.
Tiba-tida ada Notif pesan terdengar di handphone nya.
Anita membuka pesan itu, ternyata itu dari No yang tidak di Kenal.
"Tolong keluar sebentar, saya menunggu kamu di luar gerbang Perusahaan. " isi pesan itu, dan tertulis nama di bawah nya. "Gilang. "
Anita mengerutkan Dahi nya ." Gilang ?? kenapa Dia ?? Ada apa ini ?? " Tidak pikir Panjang Anita segera Memasuki Lift unyu Turun ke Lantai Dasar perusahaan itu
Anita berjalan melewati Gerbang Perusahaan, Anita tidak memberitahukan Tujuan nya pada Petugas Security yang ada Di Pos jaga Itu. Karna Anita Pikir dia tidak akan Lama, hanya Ingin memastikan saja.
Saat Anita melihat ada Mobil yanga terparkir di Bahu Jalan, langsung Menghampiri nya. Karna Mobil itu adalah Mobil Gilang.
Saat Anita mengetuk kaca Mobil itu, Tubuh Anita di Tarik ke belakang dan Di masuki Ke Kursi yanga ada di belakang Kemudi itu.
Bibir Anita di Bekap, dan mata Anita di Tutup