
108.
Mahesa membalas tepukan Gilang, Saat Gilang sudah berlalu Mahesa mendekati Anita. Mahesa mengusap lembut Air mata yang membasahi pipi Anita.
Anita memeluk Mahesa, dan kembali menumpahkan rasa sakit nya di pelukan Tuan Mahesa, Mahesa menerima tangisan Anita walaupun Mahesa sadar tangisan itu bukan lah untuk nya, melainkan untuk melepaskan dengan berat kepergian Gilang dari dalam hati nya.
"Menangis lah, jika itu akan membuat mu semakin tenang dan Lega !! Aku akan menunggu mu, sampai kamu berhenti untuk menangisi nya. Jika kau sudah berhenti, aku akan membawa mu pergi dari tempat ini, namun jika kau tidak berhenti menangis, aku tidak akan membawa mu pergi dari sini Ann !! " Ucap Mahesa.
"Jika Tuan, ingin membawaku !! Bawa saja aku, kenapa harus menunggu sampai aku berhenti untuk menangis ?? " Tanya Anita tanpa menatap Tuan Mahesa.
"Aku ingin membawa mu, tapi aku tidak ingin membawa kesedihan mu bersama ku !! Mulai detik ini aku ingin menjadi orang yang berguna di hidup mu, maka dari itu jika kau masih bersedih setelah pergi dari ini, Apa guna nya aku ini ?? " Jawab Tuan Mahesa menghapus air mata yang keluar dari mata Anita.
"Aku tau, ini berat untuk mu !! dan ini juga berat untuk ku. Berat untuk diri mu melupakan secara cepat Orang yang sangat kamu sayangi, dan berat untuk ku harus melihat Orang yang aku sayangi terus bersedih. " Sambung Tuan Mahesa.
Anita menatap Tuan Mahesa, dan mencerna semua perkataan Tuan Mahesa, Anita melihat ada rasa putus asa di raut wajah Tuan Mahesa, padahal ini jelas-jelas bukan lah kesalahan nya.
Anita mencoba menegarkan hati nya, setidak nya kini Anita harus berjuang bangkit, bukan saja Nara tapi kini sudah ada Tuan Mahesa di sisi nya.
Anita merekahkan senyuman tipis di bibir nya. " Mas, maaf kan aku !! aku terlalu memikirkan kesedihan ku sendiri, tanpa memikirkan kesedihan lain !! Sungguh ini bukan kemauan ku, untuk bertemu kembali dengan kesedihan ku Mas. " Ucap Anita berusaha tersenyum, walaupun kesedihan masih nampak di raut wajah nya.
Mahesa mengulurkan tangan nya, untuk mengajak dan membawa Anita pergi dsri tempat itu. Namun Anita tidak menjemput uluran tangan Tuan Mahesa, Anita malah memeluk tubuh kekar Tuan Mahesa.
Kali ini Anita tidak mau menangis di hadapan Tuan Mahesa, karna Anita yakin kesedihan yang ia rasakan dan tunjukan, akan berujung kekecewaan pada hati Tuan Mahesa.
Di sisi lain, Gilang masih menatap Anita dari jauh. Andai saja Gilang tidak malu dan andai di tempat itu hanya ada Gilang seorang, mungkin Gilang akan berteriak sekencang-kencang nya. meluapkan semua keluh kesah yang ada di hati dan pikiran nya.
Gilang hanya menelan pil pahit, karna kedatangan nya untuk menemui Anita malah semakin membukakan mata hati nya jika Anita bukan lah untuk diri nya.
Gilang belum bisa menerima kenyataan, sampai suara telpon genggam nya berdering, Gilang melihat ternyata itu panggilan dari Glenka.
Namun panggilan itu tidak berlangsung lama, Gilang menerima notivikasi pesan. tentu nya pesan itu dari Glenka.
"Kembali lah, jangan kau terus sakiti diri mu. hanya untuk memastikan dia baik-baik saja. itu hanya akan menyakiti diri nya saja. Pulang lah aku menunggu mu !! " Isi pesan Glenka, membuat Gilang merasa tidak enak hati, karna Glenka mengetahui kepergian Gilang untuk menemui Anita.
Gilang tidak membalas pesan Glenka, Gilang hanya mematikan ponsel nya lalu beranjak pergi dari tempat itu.
Sementara Tuan Mahesa melihat cuaca semakin dingin kemungkinan akan turun hujan, Mahesa melihat sudah tidak ada air mata lagi di pelupuk mata Anita.
Sesampai nya di dalam mobil, Mobil Mahesa dan Mobil Gilang pun berpapasan, sehingga semua pasang mata pun hanya mampu bergelut dengan pikiran nya masing-masing.
Gilang berkaca-kaca karna kini bukan lah diri nya yang berada di dekat Anita, melainkan Laki-laki lain, Anita membuang tatapan nya kesembarang arah, Gilang melihat itu dan Gilang pun menunduk kecewa hingga pada akhir nya Mobil yang mereka tumpangi pun mengambil jalur Masing-masing.
"Ini keputusan yang sudah aku pilih, aku telah memilih Anita sebagai Wanita yang aku cintai, dan aku pun harus sabar ketika melihat wanita yang sangat aku cintai, menangisi cinta nya yang lain. Semua butuh Proses !! dan aku yakin proses itu tidak akan lama, sehingga Anita bisa benar-benar melupakan Laki-laki itu, mungkin ini cara tuhan untuk menyatukan aku dan Anita !! " Gumam Mahesa dalam hati nya.
Anita hanya terdiam saat berada di dalam mobil.
"Emm ... Ann, kita langsung pulang atau mau makan dulu ?? " Tanya Mahesa ingin memecahkan keheningan di antara Anita dan diri nya.
"Kita pulang aja Mas !! " Jawab Anita dengan senyuman tipis di bibir nya.
"Oh ... Ya sudah baik lah !! " Tanggapan Mahesa sedikit kecewa.
"Aduh Anita, Ayo lah bisa jadi Tuan Mahesa sedang lapar, apalagi tadi Tuan Mahesa sempat sakit, meskipun tadi sudah makan tapi ini sudah sore, sudah waktu nya Tuan Mahesa makan sore, tapi aku sedang tidak ingin mampir kemana pun !! " Gumam Anita dalam hati nya, merasa tidak enak terhadap Tuan Mahesa.
"Ya sudah lah Tidak Apa-apa, mungkin Anita sedang tidak ingin di ganggu dan membutuhkan waktu untuk sendiri, aku harus mengerti itu !! meskipun saat ini aku masih ingin bersama dengan Anita " Keluh Mahesa dalam hati nya.
Mobil Tuan Mahesa pun telah sampai di pelataran rumah Anita, Anita merasa Tuan Mahesa tidak akan ikut turun bersama nya.
Anita menggenggam lengan Tuan Mahesa yang masih memegangi setir nya. seketika Mahesa melirik pada Anita.
"Mas, apa gak mau ketemu Nara dulu ?? " Tanya Anita pada Mahesa, berhasil membuat Mahesa tersenyum seketika.
"Mas kira kamu sedang tidak mau di ganggu, Jadi Mas pikir lebih baik Mas pulang saja !! " Jawab Mahesa.
"Maaf kan aku Mas, jika aku sudah banyak mengecewakan !! dan Terima kasih karna sudah mau sabar mengahadapi situasi sekarang ini. " Ucap Anita pada Mahesa.
Mahesa terseyum dan mengelus pangkal rambut Anita. " Ya sudah ayo, kita turun !! Nara pasti sudah menunggu !! " Jawab Tuan Mahesa sambil membuka sabuk pengaman yang masih ia kenakan.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan, Mas seperti itu karna Mas sangat mengharapkan, dan sangat menginginkan diri mu di hidup Mas saat ini dan seterusnya. " Sambung Mahesa tanpa melihat Anita.
Anita tersenyum dan mulai membuka sabuk pengaman, Tuan Mahesa dan Anita pun keluar dari dalam mobil menuju rumah Anita.