Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Ungkapan cinta.


BAB 100.


"Harus nya aku mengikuti apa mau Anita, dan itu pun secara perlahan !! bukan seperti ini, dan bodoh nya kenapa aku membiarkan Anita pergi seorang diri, kenapa aku masih di sini. Ahhhh ... sial, kemana pergi nya Anita ?? " Dengus Mahesa terus menyalahkan diri nya.


Anita menyuruh sopir Taksi untuk mengantar nya ke sebuah tempat, sebuah tempat yang bisa membuat Anita mengeluarkan semua keluh kesah nya. Anita hanya ingin menumpahkan semua Air mata nya tentang Gilang, tanpa ada satu orang pun yang mengetahui nya.


Tuan Mahesa memilih untuk kembali ke kantor, karna untuk mencari Anita itu sangat mustahil, kalau pun Mahesa menemukan Anita, Anita pasti saat ini butuh waktu untuk sendiri.


Mahesa akan lebih memilih menunggu Anita di Kantor esok hari, Mahesa harus mencoba memahami posisi Anita saat ini.


Anita di tempat lain sedang merenung seorang diri, "Jika hari ini aku harus memikirkan diri mu, maka aku akan melakukan nya Lang !! Jika hari ini hanya ada nama mu di hati dan Pikiran ku, aku kan menuruti nya, dengan harapan hari esok tidak akan ada lagi nama atau bahkan bayangan diri mu di dalam hati dan pikiran ku, aku akan menghabiskan semua hal tentang mu hari ini, Aku harus bangkit demi Orang tua, Nara dan juga .............. !! kamu Laki-laki baik Lang, terima kasih atas segala nya. selamat tinggal untuk hari ini !! " Ucap Anita kecil dalam kesendirian nya.


Saat Anita merenung, Gilang pun merenung di tempat lain. " Ann aku ingin bertemu, Aku rindu. Apa kau juga sama merindukan ku !! Hari itu di bandara, aku tak sempat mengucapkan mu selamat tinggal Ann, kau pergi begitu saja !! tanpa memberikan kesan terakhir, Tidak ada kata-kata yang kamu Ucapkan untuk ku Ann, Aku memang Laki-laki payah Ann, kehadiran ku hanya membuat mu masuk ke lubang yang sama, dimana kamu harus di sakiti kembali. Aku menyesal Ann, Andai waktu bisa ku putar kembali. " Ucap Gilang sangat terpuruk, harus melangkah pada tujuan, yang sama sekali bukan tujuan yang di harap kan oleh nya.


Hari pun sudah Berlalu, Anita sudah tidak ada di tempat dimana Anita sudah meluapkan kesedihan nya tentang Gilang. Dan di tempat itu pun Anita berusaha mengubur dalam-dalam kenangan tentang Gilang, Saat Anita merasa cukup. Anita segera pulang dengan harapan Anita bisa melupakan semua tentang Gilang.


Sesampai nya Anita di rumah, Anita langsung menghampiri Nara, bermain sejenak bersama Nara. setelah itu Anita beristirahat. karna mau tidak mau, hari esok Anita harus masuk kantor tanpa pengecualian dan alasan. Anita memejamkan mata nya untuk meng istirahat kan hati dan pikiran nya.


Tuan Mahesa sedang merenung di balkon kamar nya, Mahesa terus memegangi benda pipih yang sedang ia pegang, Mahesa ingin menghubungi Anita, namun Mahesa ragu karna takut mengganggu, Mahesa menahan rasa ingin tau nya saat ini tentang Anita.


Dengan harapan saat esok bertemu dengan Anita, hati Anita sudah membaik.


Malam pun sudah berlalu, Anita sudah terbangun dari tidur nya, Anita menggeliat sangat ke enakan. Anita mengambil ikat rambut untuk mengikat rambut nya yang agak berantakan itu.


Anita memulai aktifitas nya di pagi hari, Pertama-tama Anita memasuki kamar Ibu nya, karna ingin melihat Nara, ternyata Nara masih tertidur, dengan mulut sedikit menganga, Nara sangat terlihat lucu, Nara sekarang kalau tidur ingin selalu berada dalam dekapan Nene nya.


Anita berjalan kembali untuk menuju kamar nya, Anita membersihkan diri nya, Tanpa terasa waktu pun sudah menunjukan waktu dimana Anita harus sudah siap untuk berangkat ke kantor.


Anita melihat ke luar rumah, lewat jendela kamar nya, Biasa nya ada Gilang si sana. Anita menundukan kepala nya dan pergi keluar untuk segera pergi ke kantor. kali ini Anita di antar oleh Ayah nya, karna tempat kerja Ayah Anita dan Anita se jalur.


Saat tiba di kantor Anita berlari kecil. karna Anita terlambat 10 menit, bukan Anita telat keluar dari Rumah nya. Tapi jalanan pagi itu sangat macet sekali.


Setiba nya di Pintu utama, Anita memberikan senyuman ramah nya pada Orang yang melihat kedatangan nya, dan Anita pun mendapatkan senyuman ramah pula dari mereka.


Anita memasuki Lift, namun langkah Anita terhenti walaupun pintu Lift sudah terbuka Anita tidak langsung memasuki nya.


Sehingga petugas keamanan yang melihat Anita ingin bertanya. Namun pertanyaan nya terhenti saat melihat sosok tampan dan gagah, berdiri di belakang Tubuh Anita, petugas keamanan itu pun kembali mengerjakan tugas nya.


Tuan Mahesa menarik lengan Anita, tanpa Anita tau, Anita terkejut karna Anita sedang melawan rasa syok saat akan memasuki Lift.


"Maaf !! " Ucap Mahesa, tanpa melihat Anita. Mahesa malah sibuk dengan hp nya, Mahesa sengaja bersikap seperti itu. Karna ingin tau, reaksi Anita bagaimana.


"I-iya Tuan !! " Jawab Anita sambil menatap Tuan Mahesa dari belakang.


"Kenapa, Tuan Mahesa begitu dingin padaku ?? Apa dia marah pada ku ?? apa aku minta maaf saja ?? " Gumam Anita dalam hati nya.


Anita berdiri di belakang Tuan Mahesa, Tiba-tiba Anita ingat akan kejadian terjebak di dalam Lift itu, kaki Anita mundur ke arah sudut Ruangan Lift itu


Tuan Mahesa mengerti Anita masih Syok, saat terjebak di dalam lift tempo hati itu.


Tuan Mahesa melirik Anita, Tuan Mahesa mendekat pada Anita. dengan cepat pun Anita mendekat, entah kenapa lift itu pun mendapatkan guncangan kembali, namun akhir nya jalan normal kembali.


Saat guncangan terasa, Anita dengan cepat memluk Mahesa, sehingga Tuan Mahesa tak mampu berkata Apapun lagi.


Tubuh Anita gemetaran dan getaran itu sangat terasa oleh tubuh Tuan Mahesa. " Tenang Ann, gak papa ko !! " Ucap Mahesa.


Anita mendongakkan kepala nya pada wajah Tuan Mahesa, "Maaf kan saya Tuan !! Kemarin ... seharus nya saya tidak Marah-marah pada Tuan, Maaf kan saya, Saya sudah merepotkan Tuan tapi saya malah Marah-marah pada Tuan. " Ungkap Anita lirih pada Anita.


Tuan Mahesa tidak langsung menjawab permintaan Maaf Anita, karna menutut Mahesa pun bukan Anita yang salah, tapi diri nya pun ikut merasakan salah, karna terlalu memaksakan ke adaan hati Anita.


Anita cepat-cepat melepaskan pelukan nya, " Ma-maaf Tuan, Sa-saya sudah lancang !! Saya hanya takut ..... !! " Ucap Anita gugup, karna merasa tidak enak saat memeluk Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa mulai tersadar dan terkejut, saat Anita melepaskan pelukan nya dengan keras. " Saya juga minta Maaf Ann, karna saya terlalu memaksakan kemauan saya. Padahal seharus nya saya tidak memaksa seperti itu. Dan seharus nya saya mengerti bahwa keinginan saya, mungkin tidak sejalan dengan keinginan mu !! " Jawab Tuan Mahesa, tanpa senyuman.


"Maksud Tuan ?? Keinginan Apa ?? " Tanya Anita kembali.


Mahesa berpikir sejenak, Mahesa akan terus terang tentang perasaan nya pada Anita, " Kau bilang pada ku Ann, kau tidak suka jika aku selalu bermain Teka-teki dengan semua ini, aku akan menjawab Teka-teki dari yang kamu Maksud Ann. " Tuan Mahesa berdiri di hadapan Anita.


Anita melihat tatapan Mahesa begitu dalam pada nya, Anita mundur dua langkah ke belakang, namun kaki Mahesa terus melangkah. Sehingga langkah Anita pun terhenti karna sudah tidak ada Ruang lagi, Lengan kiri Tuan Mahesa menahan ke arah besi Lift itu.


Tatapan kedua nya saling bertaut, " Ann, ketahui lah sudah lama aku menyimpan perasaan ini pada mu, sudah lama ke inginan ku ini ada di dalam hati ku untuk mu. Bahkan saat aku tau bahwa kau sudah memiliki, seorang kekasih !! " Tuan Mahesa terdiam sejenak


"Ann ?? Aku mencintai mu !! Dan aku ingin selalu berada di dekat mu !! " Ungkap Tuan Mahesa, berbisik pada Anita.


Anita membulatkan sempurna mata nya, Seolah-olah tak percaya apa yang dia dengar, dari perkataan Tuan Mahesa. bahwa Bos perusahaan dimana tempat ia bekerja, sedang menyatakan cinta pada nya.