Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Gilang tidak sadar


BAB 80.


Glenka memang mulai detik ini akan merencanakan untuk pindah ke luar Negri, dan meminta surat Pindah Tugas di sana, Menjaga-jaga jika seandai nya Glenka Hamil, Glenka bisa menjalani Kehidupan nya dengan Mudah, karna Gaya Hidup di Luar negri itu bebas, tidak akan ada yang mencibir jika ada yang hamil di Luar Nikah.


"Kenapa kamu Mundur, di Akhir Usaha yang akan membuahkan Hasil yang Manis Nak ?? Ayo lah,. kepergian kamu Ke Luar negri, itu Bisa di bicarakan Nanti !! " Bujuk Tuan Guruh pada Glenka.


"Maaf Om, Aku mohon Pikirkan lah Kebahagiaan Gilang saat ini, Aku takut Gilang semakin tersiksa dan tertekan Om. Karna Hidup dalam tekanan itu, sangat lah tidak baik Om !! " Ucap Glenka terus meyakinkan Orang tua Gilang.


Dan setelah itu Glenka Pamit, untuk segara Pulang dan mengurusi surat-surat keberangkatan nya ke Luar Negri, dan akan menetap di sana.


Saat Glenka sudah berada di Luar Ruangan itu.


Tiba-tiba Ibu Ayu, Memeluk Glenka dengan Haru, " Nak, maaf kan Anak Tante ya ?? Jika seandai nya Anak Tante, menyakiti Hati kamu !! Ceritakan apa yang Gilang kata kan terhadap mu Nak ?? Apa dia Begitu menyakiti mu ?? Sehingga Kamu Dengan cepat, memutuskan Mundur dari perjodohan ini !! " Ujar Ibu Ayu pada Glenka Lembut.


"Se-sebenar nya, Gilang tidak berbicara sepatah kata pun Tante, Maaf aku sudah berbohong perihal Obrolan Aku bersama Gilang tadi malam, Sebenar nya Dari kemarin aku ikutin Gilang Tante !! Dari Gilang keluar Rumah sakit ini, Gilang Mabuk berat Tante, sampai tengah Malam, dan Gilang sempat mencelakai diri nya di Klub malam itu, Gilang melakukan ke Rusuhan, sehingga Gilang menjadi Bulan-bulanan nya Tamu di Klub Malam itu, beruntunglah Aku cepat menghentikan itu !! Itu lah yang membuat aku tersadar Tante, Gilang menjadi Tidak perduli pada nyawa mya sekali pun, Tapi Tante tidak usah khawatir. Gilang Baik-baik saja Tan !! " Ucap Glenka, sambil melepaskan diri dalam Pelukan Ibu Ayu.


"Benarkan Nak, tidak ada hal Lain ?? " Tanya Ibu Ayu memastikan.


Glenka hanya menggelengkan kepala nya dengan Pelan dan senyuman tipis di Bibir nya.


Ibu Ayu hanya berharap ini bukan Masalah baru untuk ke dua nya, Sementara Tuan Guruh masih merasa kesal pada Anak Remaja yang mempunyai Pikiran masih labil itu.


Hingga Tuan Guruh pun, berbaring dan Meng istirahat kan Dulu Badan nya, Walau pun Seharian Tuan Guruh tidak melakukan Aktivitas Apa pun, tapi Tuan Guruh merasa Lelah dan Pusing.


Sementara Di tempat Lain Gilang, Mulai menunjukan Tanda-tanda akan kehidupan. Gilang Menggeliat tanpa Beban.


Badan Gilang sangat Ringan namun Kepala Gilang, Masih Sedikit berdenyut.


Saat Gilang Sudah Membuka mata nya Dengan Sempurna, Gilang Baru tersadar, Berada dimana Dia sekarang ?? Di suatu tempat yang tidak Asing bagi diri nya.


"Loh ini kan ?? Glenka ?? " Gilang memperhatikan sekeliling nya, Gilang mulai merasa takut, akan Hal bodoh.


"Syukur lah dia Tidak ada di sini !! Setidak nya aku Aman, dan tidak melakukan Apa-apa. Tapi dimana Dia ?? " Ucap Gilang dalam hati nya.


Gilang mulai Bangkit dari tempat tidur, Dan menginjakan nya di Lantai Ruangan itu, Terkejut lah Gilang saat melihat ada bercak darah menempel di Sprey yang bewarna Coklat itu, Di tambah ada Potongan kain di lantai.


"Apa ini ?? " Tanya Gilang heran, sambil mengangkat Potongan Kain itu, "Mungkin ini Potongan Dari kain Pel. Lalu darah itu ?? " Sambung Gilang. Berpikir sejenak.


"Tapi itu tidak Mungkin, kalau pun terjadi Dia Pasti sudah ada di hadapan ku, dan tidak akan membiar kan ku Lolos begitu saja !! " Pikir Gilang.


Gilang memperhatikan Diribnya di cermin, tidak ada yang Aneh dalam diri nya. Gilang pun le kamar mandi untuk Bersih-bersih, setelah itu Gilang akan kuluar dari Apartemen itu.


Tubuh Gilang serasa membaik, setelah Aliran Air membasahi sekujur tubuh nya.


Saat Gilang keluar dari Kamar, memang Benar Glenka tidak ada di Tempat. Hingga membuat Gilang semakin tenang.


Gilang kini sudah keluar daru apartemen itu, Gilang sudah memesan Taksi untuk Mengantar nya ke Rumah sakit.


Sesampai nya di Lantai pertama, Gilang di sapa Oleh Securyti, dan Gilang ber inisiatif menanyakan Glenka, karna Petugas ke Amanan itu, Tau Percis siapa Glenka, Seorang Dokter Muda yang cantik dan Juga Sopan.


"Non Glenka, setelah mengantar Ansa ke kamar, Beliau langsung berangkat Lagi Tuan !! " Ucap petugas ke Amanan itu.


Filang tersenyum Sopan, dan Berterima kasih pada Perugas itu. Gilang langsung menaiki Taksi Untuk menuju ke Rumah sakit.


Di dalam Taksi, Gilang Bergelut di dalam Pikiran nya, mengingat kejadian Sebelum Gilang berada di Apartemen Glenka.


kepala Gilang menjadi semain sakit, latna sudah mwngingat kejadian yang belum bisa ingat saat itu.


Dan Akhir nya Gilang pun, Sampai Di Rumah sakit. Gilang Langsung menuju Ruangan Ayah nya, Saat Gilang sampai Ternyata Kedua Orang tua nya Sudah bersiap Untuk pulang.


Otang Tua Gilang, terutama Tuan Guruh mendiam kan Gilang, Pikir Gilang Pasti Ayah nya marah, kwtna semalam dia tidak ada di tempat.


Sementara Ibu Ayu masih tetap dengan Senyuman Ramah nya, menyambut kedatangan Anak kesayangan nya.


"Papah, bagaiman Sehat ?? Maaf Gilang semalam di Rumah Teman Pah, Mengobrol sampai Larut malam, sehingga Gilang lupa malam itu !! " Bujuk Gilang, Agar Ayah nya tidak terus menerus terlihat kesal pada nya.


Ibu Ayu hanya menepuk Punggung Gilang dengan Lembut, saat Gilang menoleh ke Arah Ibu Ayu, Ibu Ayu menyirat kan sebuah senyuman dan menganggukan Kepala nya perlahan.


Gilang pun mengerti apa maksud dari Ibu nya.


Kini kedua Orang tua nya, sudah siap keLuar dari Rumah sakit, Sementara Ibu Ayu mendorong kursi Rida yang di duduki Sumai nya.


Sementara Gilang, membawa Barang-barang milik Ibu nya.


Gilang merasa ada yang Aneh pada kedua Orangtua nya, Gilang akan Menanyakan nya langsung pada Ibu nya Nanti, setelah sampai di Rumah tanpa ada Papah.


Tiba-tiba Gilang rindu akan Sosok Anita, walau pub hanya Satu Hari, Rasa Nya Gilang tidak sanggup, menahan Rindu nya Lagi !!


Kalau keadaan sudah membaik, Gilang Nanti sore akan segera balik Ke Jakarta, untuk menemui Anita dan meminta maaf pada nya.


Karna terakhir mereka Bertemu dengan Ke adaan Yang tidak mengenakan, Gilang tau Anita pasti kecewa, akan sikap nya di Rumah sakit itu.


Gilang semakin kepikiran Tentang Anita, Gilang sangat menyesal.