Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Egois


BAB 136.


Sesampainya nya dirumah Tuan Rama langsung menemui Antoni, Tuan Rama berpesan agar tidak menghubungi nya terlebih dahulu.


Antoni sedang berdiri tegap di depan kamar Tuan Mahesa dan juga Ibu Inggrit. Tuan Rama menghampiri dan mengajak Antoni untuk duduk di samping nya.


"Apa yang terjadi ? kenapa kamu berdiri di depan kamar saya ? " Tanya Tuan Rama tegas sambil membuka kancing yang ada di kerah baju nya.


"Tuan besar !! saya sudah melakukan apa yang Tuan perintahkan untuk menjaga Ibu Inggrit selepas Tuan pergi, dan perkiraan Tuan besar benar !! Ibu Inggrit berusaha pergi tanpa sepengetahuan Tuan Besar dan Tuan muda. " Jelas Antoni dengan serius.


Taun Rama berpikir keras." Ada apa sebenar nya dengan Istri ku itu, kenapa dia ingin pergi tanpa sepengetahuan ku ? " Batin Tuan Rama.


"Ya sudah kalau begitu ... kamu boleh pulang dan istirahat !! besok jemput saya tidak boleh terlambat. " Perintah Tuan Rama sambil berdiri dan pergi meninggalkan Antoni.


"Baik Tuan !! " jawab Antoni menjawab perintah Tuan Rama, meskipun Tuan Rama sudah pergi dari hadapan nya.


Tuan Rama masuk kedalam kamar nya, Tuan Rama melihat sebuah koper berjejer di sudut kamar nya, dan Tuan Rama melihat Istri nya sedang berbaring dan memakai selimut sampai leher nya, hingga nampak kepala nya saja.


Tuan Rama menggelengkan kepala nya kesal, namun Tuan Rama harus tetap tenang, selagi Istri nya masih bisa di ajak bicara Baik-baik, Tuan Rama akan memberikan kesabaran nya dengan senang hati, namun jika Ibu Inggrit masih tetap dalam ego nya, jangan harap Tuan Rama memberikan tanggapan nya pada Ibu Inggrit sekali pun dia adalah Istri nya.


Tuan Rama terlebih dahulu membersihkan diri nya, setelah Tuan Rama selesai dari kamar mandi, Tuan Rama memakai pakaian tidur nya lalu berbaring di samping Istri nya.


Tuan Rama masih bisa sabar walaupun Tuan Rama kesal, karna Istri nya dengan sengaja membelakangi diri nya.


Tuan Rama mencoba membuka percakapan, karna Tuan Rama tau istri nya itu hanya pura-pura tertidur.


"Mom ? Mom ? " Panggil Tuan Rama dengan lembut.


Tuan Rama masih bisa menahan amarah nya saat seruan panggilan nya tidak di gubris sama sekali oleh Istri nya.


Tuan Rama menghela nafas nya sangat dalam, " Mom !! Papah tidak mengerti dengan jalan pikiran Mommy saat ini, Ayolah Mom .... Anak kita sudah melakukan kesalahan, dan ia harus mempertanggungjawabkan nya, dia itu sudah menghamili anak Orang. " Ucap sabar Tuan Rama, terdengar seperti sedang menahan emosi nya.


"Apah sih PAHHH !! walaupun wanita itu sedang mengandung anak nya Mahesa, Mommy tidak setuju Pah, untuk Wanita itu tentu saja Anugrah dan untuk anak kita itu Musibah. " Ujar Ibu Inggrit sambil merengek seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan yang sangat ia sukai.


"Papah tidak mau ada perdebatan lagi Antara Mommy dan Egois Mommy itu, Papah sudah tentukan pernikahan Mahesa dan juga Anita TITIKK !!!!!! " Sambung Tuan Rama berhasil membungkam mulut Istri nya itu.


Ibu Inggrit langsung membuka mata nya sempurna, " Apah ? Sudah menentukan pernikahan ? Sialll ..... rencana ku bisa gagal untuk merencanakan pernikahan antara Mahesa dan anak pengusaha itu. " Batin Ibu Inggrit sangat kesal dalam hati nya.


Usaha Ibu Inggrit untuk mengancam Anita dengan alasan perusahaan sudah gagal, Ibu Inggrit sedang berpikir untuk memikirkan cara lain, agar keinginan nya menikahi Anita dan wanita pilihan nya itu dapat terlaksanakan.


Ibu Inggrit bangun dari kepura-puraan nya, Ibu Inggrit turun dari tempat tidur nya dengan cepat, sangat terlihat sekali jika Ibu Inggrit sedang kesal dan marah saat menghentakan kaki nya turun dari atas tempat tidur.


Tuan Rama yang mendapat perlakuan tidak sopan dari Istri nya itu langsung berdiri, dan menarik lengan Istri nya dengan keras.


"Mom !! Jangan takabur kamu, kamu begitu tidak suka nya melihat Mahesa menikahi Anita, hanya karna dia wanita biasa yang berstatus seorang janda dan dari keluarga biasa pula, Ingat Mom ..... (Tuan Rama menggoyahkan genggaman tangan ya pada tangan Ibu Inggrit ) sebelum kamu Papah nikahi, kamu lebih jauh tidak baik di banding dengan Anita, apa kamu lupa itu ?? " Ucapan keras Tuan Rama menekan Istri nya.


Ibu Inggrit merasa kesakitan saat tangan Tuan Rama terlepas dari tangan nya. " Pah !! Papah tega, Papah lebih memilih untuk menyakiti Mommy, Ya .... memang Mommy bukan Wanita sempurna sebelum Papah nikahi, dan untuk itulah Mommy ingin Anak kita mendapatkan Wanita yang lebih baik. Mommy tetap tidak setuju Mahesa menikahi wanita itu TITIK !! " jawab Ibu Inggrit sambil menahan rasa sakit dan kesal dalam hati nya.


"Terserah kamu Mom !! sampai aku belum tahu alasan kamu seperti ini apa ? aku masih bisa lembut dan memaafkan, tapi jika aku sampai tau alasan kamu seperti ini apa, dan itu dari lisan Orang lain, jangan harap kamu bisa menikmati apa sudah kamu nikmati selama ini, SEHARUSNYA KAMU YANG HARUS MEMIKIRKAN KEBAHAGIAAN MAHESA, BUKAN AKU !! " Jelas Tuan Rama keras pada Ibu Inggrit.


Ibu Inggrit diam seribu bahasa, saat mendengar ucapan dari Suami nya itu, namun ancaman itu tidak membuat Ibu Inggrit jera, walaupun harus di ingatkan kembali tentang masa lalu nya, sebelum di nikahi oleh Orang sedermawan Tuan Rama.


Jika saja Tuan Rama tidak berbaik hati pada nya, mungkin saat ini Ibu Inggrit sudah menjadi sampah jalanan yang di penuhi debu jalanan dan di rendahkan oleh siapa pun yang melihat nya.


Ibu Inggrit tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Tuan Rama sedikit pun, sehingga Ibu Inggrit merasa jika ancaman Tuan Rama hanya lah ancaman palsu.


Kebaikan Tuan Rama ternyata di balas dengan sebuah penghinaan, Ibu Inggrit sungguh Manusia yang tidak tahu malu.


Sementara Anita dan Tuan Mahesa semakin tidak sabar ingin segera mendekati hari H nya saja, yang di bayang kan oleh Tuan Mahesa adalah kebahagian, kebahagiaan yang akan ia dapatkan setelah mempunyai keluarga kecil bersama dengan Anita.


Sementara Anita masih berpikir jika Ibu Inggrit masih tidak menyukai nya, dan perkataan itu belum Anita katakan sejelas nya pada Tuan Rama atau pun Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa selalu mengingatkan Anita jika tidak boleh banyak pikiran, dan Tuan Mahesa menyarankan untuk tidak memikirkan tentang restu Ibu Inggrit, ada restu ataupun tidak Tuan Mahesa akan tetap menikahi Anita.