
BAB 46.
Sebelum Gilang sampai ke Rumah Anita, Gilang memutuskan Untuk Mampir dulu Ke sebuah Cafe, Mengingat hari masih menunjukan Jam 4 Sore.
"Loh ko Berhenti Lang !! " Tanya Anita heran.
"Aku Haus Ann !! dari Tadi badan Ku Kepanasan Gara-gara kamu, kalau aku dehidrasi bagaimana ?? " Jawab Gilang memparkirkan Motor Matic nya.
"Tapi Lang, Aku Pengen cepet sampai Rumah !! Aku Pengen cepet ketemu sama Nara !! " Ucap Anita memelas sambil turun dari Motor Gilang.
"Ya sudah kalau begitu Ayo Pulang, Biar Nanti aku Minum nya di Rumah kamu aja !! Sekalian Bisa Main dan Berkenalan Sama Putri Kecil ku !! " Jawab Gilang lebih semangat.
"Hah ... Kalau Gilang Lama di Rumah, dan Mamah liat aku Sama Gilang !! Nanti bakalan Banyak pertanyaan, Apa lagi kalau Papah udah sampai Rumah !! Aduh Bisa bahaya. " Gumam Anita dalam Hati nya, Saat membayang kan Jika Gilang Ada di Rumah nya.
"Ya sudah Ayo, Kita Minum di sini aja Dulu !!" Ucap Anita cepat.
"Eh kamu ini, Gak mau banget Rumah nya kedatangan Cowo se tampan aku !! Lagian Nara pasti senang Bisa kenalan Sama Papah baru nya !! " Celoteh Gilang sangat Renyah.
Anita Hanya menghela Nafas Panjang nya, Anita tidak tau Apa harus bahagia atau oun Tidak, Saat Gilang berbicara bahwa dia akan menjadi Papah baru buat Nara.
"Selera kamu Bagus Juga Lang, Tukang Ojek Tapi Nongkrong Nya di Cafe berkelas seperti ini !! " Sahut Anita melihat sekitaran Cafe itu, Tiba-tiba Raut wajah Anita di Rundung ketakutan.
Gilang yang melihat Perubahan di muka Anita, langsung menanyakan Dengan Heran. " Kenapa ?? Kamu takut ?? Ini Cafe Ann Bukan Hotel Tenang saja !! Lagian Aku kan Bukan Tukang Ojeg sembarang Tukang Ojeg, mana Mungkin Tukang Ojeg Bisa jalan Dengan Wanita secantik Kamu, kalau Bukan Tukang Ojeg Luar biasa !! " Ucap Gilang penuh Percaya diri.
"Eh Dasar Tukang ojeg banyak Gaya Kamu !! Mau kamu Bilang aku Secantik Bidadari Pun, Aku tidak akan Pernah Mau Di ajak kamu Untuk ke hotel Oleh Mu !! Memang nya aku Cewe Apakah ?? " Hardik Anita pada Gilang.
"Liat aja Nanti !! " Gilang hanya Tertawa Seraya berjalan menuju Pintu Utama Cafe itu.
Anita dan Gilang Pun Duduk saling berhadapan, Saat menunggu Minuman yang Pesan Oleh kedua nya.
"Lang seharus nya Hari ini adalah Hari dimana Aku dan Rey akan menghadiri Sidang Perceraian, Tapi Takdir sudah benar-benar memisahkan Kami Tanpa Harus ada Putusan dari Pengadilan Terlebih dahulu. " Ungkap Anita Lirih, saat mengingat Bahwa Rey Benar-benar sudah tidak ada di Dunia ini.
"Dalam Purun waktu Dua Bulan kurang Lebih, Aku tidak bersama Dengan Rey saat kejadian itu, Dan Sampai Akhir nya Rey menghembuskan Nafas terakhir nya !! " Sambung Anita meluap kan Kesedihan nya pada Gilang.
Gilang hanya menatap Sendu pada Anita, seakan mengerti akan Kesedihan yang kini sedang menyelimuti hati nya. Gilang membiarkan Anita meluap kan Semua kesedihan nya Saat itu.
"Ada satu yang aku takut kan Lang, Aku takut akan penyakit itu, Aku takut kalau penyakit itu sudah berada di Tubuh ku atau Pun di Tubuh Nara. " Anita menatap Gilang Dengan Penuh Ketakutan Akan Hal Buruk itu.
Gilang hanya Tersenyum, dan langsung memegang Tangan Anita, "Ann, Lihat aku. Aku ada di sini !! Apapun yang akan Terjadi Aku akan selalu ada bersama Mu, kalau masalah penyakit itu. Sekarang Jaman Sudah Maju Ann, Sudah Ada Obat Untuk Penyakit tersebut, Lagian Kamu belum tentu Terjangkit Ann atau bahkan Nara !! Jadi jangan Khawatir Ya ?? Aku akan mengantar mu ke Rumah sakit untuk memastikan nya !! " Ujar Gilang meyakinkan Anita, kalau Gilang akan selalu Ada Untuk Anita dan Nara.
Anita terseyum dalam Tangis nya. Anita semakin yakin Bahwa Gilang lah Orang yang akan Selalu menemani Kala Susan dan Senang nya. " Terima Kasih Lang !! Aku tidak akan pernah melupakan Kebaikan mu !! " Jawab Anita Haru pada Gilang.
"Kamu atur saja Ann, kapan kamu ada waktu Bersama Nara Untuk sekedar memastikan nya ke Rumah sakit !! Aku yakin kamu dan Nara akan Baik-baik saja !! " Sambung Gilang pada Anita.
Saking Serius nya Percakapan Antara Gilang dan Anita, sampai-sampai Tidak tau, kalau Minuman yang di Pesan Sudah sampai di Depan Mereka Masing-masing.
"Habis kan Dulu Minum nya !! Biar kamu Lebih Punya Banyak Stock Air mata, Kamu Itu Gampang Banget ngeluarin Air mata !! " Ledek Gilang Pada Anita.
"Ist ... Lang, lagian kan Ini Air mata ku, bukan Air mata mu, Suka-suka aku Dong mau ngeluarin nya kapan aja !! " Anita mengusap Air mata nya seketika,
"Jika Aku sudah menjadikan mu Milik ku, aku tidak akan pernah mengijinkan Air mata mu terjatuh walaupun hanya Setetes dari semua kesedihan. dan Aku tidak akan Mebuat Air mata itu Terjatuh !! " Ucap Gilang menatap Anita dengan penuh Kasih sayang.
Uhuk ... Uhuk .. Anita tersendak Saat Meminum, Minuman nya. Karna mendengar Ucapan Gilang.
Gilang tertawa Lepas, " Lihat lah Nona, wajah menjadi Merah !! Hahahahaha "
"Iihh ... GiLang, Gak Lucu tau !! Basah kan Kadi nya !! " Gerutu Anita sambil mengusap Air yang sedikit tumpah membasahi Celana nya.
"Itu bukan Sebuah Candaan Ann, itu yang aku mau !! Mudah-mudahan Keadaan Akan berpihak pada Ku, dan berpihak pada Kita. " Gumam Gilang di dalam Hati nya.
"Aku mau bayar dulu Ann, Setelah itu kita Ke Hotel !! " Ucao Gilang sambil berdiri dengan Senyuman nya.
"What .... !! " Teriak Anita pada Gilang.
"Eh salah, Maksud nya setelah bayar kita Pulang !! hahahahaha. " Sambung Gilang menggoda Anita.
"Terus saja kau menggoda Ku Lang !! " Ucal Anita tersenyum saat melihat Gilang menjauh dari Hadapan nya untuk membayar minuman nya.
"Jika kamu bersikap Begini terus sama Aku, Bisa-bisa aku semakin takut kehilangan kamu Lang !! Tapi aku akan Terus meyakinkan diri ku sendiri, atas Perasaan ini. Untuk sekarang aku Belum Yakin Lang !! Aku masih Mengingat Mendiang Suami ku, Maaf kan Aku Lang !! " Gumam Anita merasa bersalah dalam Hati nya.
"Ayo ... !!! " Ajak Gilang pada Anita, Namun Anita Tidak mendengar ajakan Gilang, Anita hanya Terdiam dalam Lamunan nya.
Gilang sadar Kini Anita sedang terdiam dalam Lamunan nya, seketika Gilang mencondongkan Wajah nya pada Wajah Anita, Semakin dekat, Anita Belum terbangun juga dari lamunan nya, Gilang semakin mendekat pada Wajah Anita, hingga Hidung Gilang berhasil menyentuh Hidung Anita. Gilang Tak tahan menahan Tawa nya, karna Anita sangat betah dalam lamunan nya itu
Tidak di sangka Tubuh Gilang tersenggol oleh seorang Waiters yang hendak mengantarkan Makanan Kepada Pemesana nya.
Tubuh Gilang pun terdorong, Tak di sangka Kini Bibir Gilang sudah mendarat Di Bibir Mungil Anita. Anita yang mulai tersadar Dari lamunan nya, Kini membulat kan Mata nya, saat menatap Mata Gilang berada dekat dengan wajah nya.
Anita dan Gilang tertahan Oleh Situasi saat itu, Gilang masih merasakan Bibir nya Anita dan Tatapan Masih saling menatap satu sama Lain nya.
"Iihhhhh ... Lang !! " Anita mulai mengejutkan Diri nya sendiri. Anita menatap Pada sekitar tempat duduk nya, Ada Beberapa Orang yang melihat Adengan itu, Adegan Dimana Bibir Gilang dan Bibir Anita di Pertemukan Kembali, Beruntung lah pertemuan Bibir itu tidak sampai sepanas waktu itu.
Gilang hanya terdiam. Tiba-tiba Seorang suara seorang Waiters terdengar di belakang Gilang. "Ma-maaf Tuan saya tidak sengaja, Telah membuat Tubuh Tuan Tersenggol !! " ucap Waiters itu. membuyarkan Rasa kesal Anita.
Sementara Gilang hanya tersenyum terima kasih pada Waiters itu, Dengan Cepat Anita menarik Lengan Gilang dengan Keras, saat melihat Gilang Tersenyum Manis pada Waiters itu. dan keluar dari cafe itu.