
"Kamu pasti heran Mahes, dengan apa yang aku katakan. Kamu pasti heran dan berpikir jika apa yang aku katakan itu adalah kebohongan, saat kamu berpikir kamu adalah anak satu-satunya. tapi itu salah Mahes aku masih mempunyai anak-anak lain selain kamu. " Batin Tuan Rama saat berada di dalam mobil pribadi nya itu.
Mahesa yang masih tertunduk lemas di sebuah sofa tamu, masih sibuk dengan sekaan tangan nya pada wajah nya sendiri.
Entah kapan air mata Mahesa akan berhenti, walaupun begitu Tuan Rama tidak perduli.
"Aku akan cari tahu ini Pah, Papah menyuruh ku untuk mencari tahu. Baiklah Pah, aku akan mencari tahu nya sendiri tanpa harus Mommy yang menjelaskan nya. Sebenarnya apa yang tidak aku tahu ? " Hardik Mahesa meremas kuat telapak tangan nya.
Mahesa bergegas dengan langkah lebar sedikit berlari berharap kendaraan yang di kendarai Tuan Rama masih terlihat, dan ia bisa mengikuti nya.
Lantas apa yang ada di pikiran Mahesa untuk mengikuti Tuan Rama, bukankah Tuan Rama mengatakan jika diri nya akan pergi ke kantor ?
Namun setelah di lantai utama apartemen itu, Mahesa tidak melihat mobil yang di pakai oleh Ayah nya.
Mahesa berdecak kesal, lalu ia melihat ke sudut kiri tempat itu terlihat pemandangan yang sangat menyayat hati nya.
Dimana seorang Ayah sedang memdorong kereta bayi dengan amat bahagia nya, sesekali laki laki itu berhenti untuk menengok anak bayi nya.
Dan Mahesa pun melihat sesekali laki-laki becanda dan tersenyum penuh kebahagiaan.
"Kebahagiaan sebenar nya sudah aku lepas kan, entah kehidupan seperti apa yang akan aku jalani setelah aku resmi bercerai dengan Anita, anak ku ... Anak ku ... Maaf kan Ayah nak. Semoga kelak jika kau dewasa kau mau memaafkan kesalahan ayah mu ini. "Curahan hati yang begitu sangat mengiris perih hati Mahesa saat itu.
Tanpa sepengetahuan Mahesa, seorang pria berbadan tegap menghampiri nya dari arah belakang.
"Permisi Tuan ! ada yang bisa saya bantu ? " Tanya pria itu yang beroperasi sebagai kepala keamanan di apartemen itu.
"Jangan ikut campur ! PAHAM ? " Entah kenapa Mahes malah menjawab dengan sebuah bentakan yang begitu keras.
Semua orang yang mendengar bentakan Mahesa sontak kaget dan melihat ke arah Mahesa.
Beruntunglah laki-laki yang berprofesi sebagai kepala keamanan itu masih berpikir positif, dan tidak terpancing oleh amarah Mahesa.
Dengan hitungan detik beberapa laki-laki ber perawakan tinggi dan memakai seragam yang sama pun menghampiri rekan nya itu.
"Ini bukan urusan kalian, PERGI KALIAN ! " Lagi-lagi bentakan Mahesa terdengar.
"Tenang, dia anak Tuan Rama. " Bisik salah satu petugas keamanan pada rekan nya.
"Baik lah Pak. " Jawab salah satu yang lain nya.
Satu persatu petugas keamanan itu pergi meninggalkan Mahesa.
Mahesa yang masih terlihat emosi sangat kecewa karna amarah nya tidak ada yang membalas satu pun, harapan Mahesa adalah ia ingin salah satu dari mereka terpancing dan perkelahian pun akan terjadi, dengan begitu pikir Mahesa akan ada pelampiasan bagi nya.
Semua orang memperhatikan Mahesa, begitu juga dengan petugas keamanan itu, mereka memperhatikan nya dari kejauhan.
"Kenapa dengan dia ? bukan kah dia anak satu-satu nya dari Tuan Rama ? ada apa ? memalukan sekali. " Dengus petugas keamanan itu.
Andai saja Mahesa mendengar nya sudah pasti amarah nya akan meluap, layak nya letusan gunung yang sudah siap memuntahkan lahar panas nya kesembarang arah.
"Sudah-sudah jangan bicarakan dia, mungkin dia sedang ada masalah. Biarkan saja, selagi dia tidak menggangu kenyamanan orang lain, biarkan saja dia berdiri semau nya dia di sana. Lagian mau anak siapa pun sekali ada masalah yang ia anggap berat, pasti akan prustasi juga. " Balas salah satu petugas yang lain nya.
Sekarang Amel sudah siap dengan rencana nya, rencana yang menurut nya tepat di lakukan saat itu juga.
Amel berniat untuk mengunjungi rumah calon mertua nya Ibu Inggrit, ia tidak tahu jika kini suasana rumah Ibu Inggrit layak nya neraka.
Dengan berdandan sangat sempurna Amel sudah siap jalan menuju rumah calon mertua nya itu.
"Baik lah Mel, sekarang kamu sudah cantik So tunggu apa lagi. " Puji Amel di dalam cermin lalu memuji diri nya sendiri.
...----------------...
...----------------...
Assalamualaikum ... πππ setelah begitu lama nya saya tidak Update, dan akhir nya saya bisa berpikir ide cerita kembali dan akhirnya bisa Update kembali π€π, memang sakit lambung sangat menyiksaπ₯π .. Semoga teman-teman semua nya sehat dan selalu berada di dalam lindungan Alloh SWT,. dan saya sebagai Author "Wanita biasa " minta doa nya agar saya sehat dan bisa update setiap hari lagi π€π€π€²π€² Aamiin. Terima atas pengertian, dukungan dan doa nya ππ