
BAB 144.
"Nak !! Amel ini, wanita hebat loh dan Mommy yakin siapa pun orang yang menjadi suami nya Amel ini pasti akan bangga, dan hidup nya pasti akan lebih sukses. " Ucap Ibu Inggrit dengan bangga nya pada Amel.
"Itu pasti Mom. " Jawab Mahesa singkat.
"Oh ya Mahes, dulu kita sering ya bermain bersama-sama !! kamu inget gak, Emmm ... dulu kamu Bernah berjanji sama aku kalau kamu akan selalu menjaga ku. " Celoteh Amel membuat Anita merasa terpukul.
"Emmm ... permisi Mas, aku ambilkan dulu minum ya ?? " Ucap Anita tidak mau berlama-lama berada di dekat Amel ataupun Ibu Inggrit.
"Iya sayang !! " Jawab Mahesa dengan senyuman di bibir nya.
Dalam langkah Anita tidak habis pikir dengan ucapan dan tatapan dari Ibu Inggrit yang bisa di mengerti dengan mudah nya oleh Anita.
Saat menyiapkan minum tatapan Anita terus saja pada suami nya Mahesa, memperhatikan setiap sikap saat berbicara dengan Ibu nya atau pun Amel.
Anita lebih geram pada sikap Amel dan juga mertua nya, tiga gelas air minum sudah Anita siapkan dan ia simpan di meja tamu nya.
"Mas, aku permisi ke taman dulu ya !! " Ucap Anita tanpa memperdulikan kedua tamu itu.
"Ya ... nanti Mas nyusul ya ? " Jawab Tuan Mahesa lembut.
Anita hanya menganggukan kepala nya saja lalu meninggalkan mereka.
"Nak Mommy mau bicara sebentar !! sebentar ya Mel. " Ujar Ibu Inggrit sambil menarik lengan Mahesa.
Tuan Mahesa mengikuti kemana Ibu nya berjalan.
"Nak, Mommy sangat menyukai Amel !! Mommy membayangkan jika Amel lah yang menjadi menantu Mommy bukan Anita. " Ujar Ibu Inggrit tanpa berpikir panjang.
Tuan Mahesa mengerutkan kedua alis nya, dan langsung memperhatikan sekitar.
"Mom !! apa yang Mommy katakan ?? Mommy sadar Anita sedang hamil besar, aku tidak suka jika Mommy menganggap rendah Istri ku dan menyepelekan hubungan suami-istri kami. " Jawab Mahesa dengan nada berat nya.
"Lagi-lagi kamu menolak keinginan Mommy Mahes !! " Sambung Ibu Inggrit merasa kecewa.
"Mom, aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Mommy. Apa sebenarnya yang Mommy kejar dalam hidup Mommy. Apa kebahagiaan yang Papah berikan untuk Mommy itu kurang ?? sehingga Mommy menuntut kebahagiaan dari ku dan itu tidak masuk akal Mom. " Ucap Mahesa mulai merasa muak akan sikap Ibu nya.
"Mommy hanya ingin yang terbaik untuk kamu kedepan nya, lihat kamu yang sekarang !! kamu terlihat kurus semenjak menikah dengan dia, dia itu tidak becus menjadi Istri kamu Mahes. " Ibu Inggrit semakin memaksa Mahesa untuk meninggalkan Anita.
"Stop Mam, jangan sakiti Istri ku terus menerus !! " Mahesa memberikan peringatan keras pada Ibu nya.
Ibu Inggrit kembali pada Amel dengan wajah yang penuh kekecewaan.
"Kita pulang sekarang !! " Ucap Ibu Inggrit datar pada Amel.
"Loh kenapa Tan ?? " tanya balik Amel.
"Nanti Tante ceritakan, masih banyak yang harus Tante kerjakan. " Ibu Inggrit mengambil tas nya dan pergi tanpa berpamitan pada Anita ataupun Mahesa.
Amel seketika melihat Mahesa sejenak.
"Kamu sangat menggoda Mahes. " Batin Amel memperhatikan fostur tubuh Mahesa.
Tuan Mahesa hanya menggelengkan kepala nya heran atas sikap dan tingkah laku Ibu kandung nya sendiri.
"Awas aja Mahes, kamu sendiri yang tidak akan pernah melepaskan Amel. " Ancam Ibu Inggrit dalam hati nya.
"Loh Mas, kok Ibu udah pulang aja ? " Tanya Anita sambil memperhatikan sekitar.
"Oh .... " Ucap Anita singkat.
"Ya sudah, kita sarapan dulu ya !! pasti makanan nya sudah dingin Mas. " Keluh Anita sambil meringis kesakitan.
"Gak Papa Sayang !! kamu sakit ?? " Tanya Tuan Mahesa.
"Ti-tidak Mas, aku hanya sedikit pegal saja !! " Jawab Anita menganggap itu hal yang biasa, saat menuju persalinan.
"Ya sudah kita sarapan dulu. "
Suasana pagi itu pun kembali menghangat setelah kepulangan dua tamu yang tidak di harapkan itu.
Perasaan khawatir sudah hilang dan Anita dapat melupakan nya, karna Anita yakin akan ketulusan cinta Suami nya itu.
Hari itu mereka lalui dengan canda dan tawa, melakukan aktifitas bersama-sama gelak tawa mereka lakukan secara bergantian.
Tuan Mahesa memperhatikan Anita dengan seksama.
"Aku tau kamu wanita kuat Ann, aku tidak akan pernah mengecewakan mu !! aku tidak akan mengijinkan siapa pun menyakiti mu, sekali pun itu Ibu ku. " Batin Mahesa merasakan ke khawatiran atas sikap Ibu nya.
"Sayang !! ko Melamun ?? " Tanya Anita mengusap lembut rambut Mahesa.
"Iya aku tidak sabar ingin segera melihat anak kita lahir. " Jawab Mahesa tersenyum.
"Emm ... Sabar Mas !! Bulan depan anak kita sudah lahir, semoga semua nya lancar Mas. " Ujar Anita tersenyum lembut saat menatap wajah Tuan Mahesa.
"Iya Sayang. "
Ke esokan hari nya Tuan Mahesa kembali beraktifitas, dan meninggalkan Anita yang hanya di temani oleh seorang Satpam rumah nya saja.
Lambaian tangan Anita berikan pada Suami nya saat hendak pergi dari hadapan nya.
"Mang jaga rumah dan kabarin saya jika ada apa-apa !! dan ingat jika Mommy datang dan siapa pun itu bilang di rumah tidak ada siapa-siapa dan jangan di ijinkan masuk, kecuali keluarga dari Ibu Anita dan Papah. Ok !! " Ucap Tuan Mahesa mengehentikan kendaraan nya sejenak untuk menemui satpam penjaga rumah nya.
"Baik Tuan !! " Jawab tegas Satpam itu.
Sesampai nya di kantor Tuan Mahesa harus menghendel pekerjaan nya sendiri tanpa bantuan dari Tuan Rama.
Tuan Rama kini lebih sering menghabiskan waktu nya di tempat bisnis baru nya, di banding mengurusi perusahaan.
Kini perusahaan sudah sepenuh nya tanggung jawab Tuan Mahesa, meskipun pantauan terus Tuan Rama perintahkan pada Anak buah nya.
Tuan Mahesa sudah sampai di depan ruangan nya, Terkejut lah Mahesa saat mendapati kedua benalu dalam rumah tangga nya sudah ada lebih awal di ruangan nya.
"Loh Mom !! " Mahesa heran akan keberadaan kedua manusia itu.
"Ya ... Mommy memilih untuk menemui mu di kantor di bandingkan di rumah mu itu, di sini lebih bebas tanpa ada wanita itu. " Jawab Ibu Inggrit dengan ringan nya.
"Dia Istri ku Mom, dan dia juga mempunyai nama. " Sangkal Mahesa sambil duduk di meja kerja nya.
"Mommy ada perlu apa datang sepagi ini ?? " Tanya Mahesa sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Mommy ingin membantu Bisnis kamu dan Bisnis Amel berjalan dengan baik Mahes, Amel mempunyai rencana yang baik. Dengan begitu Amel ingin bekerja sama dengan kamu. " Jawab Ibu Inggrit merasa yakin.
"Tapi Mom, aku sedang banyak kerjaan !! Mungkin lain kali saja Mom. " Mahesa langsung menolak niat baik Amel.