Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
BAB 158


Tak lama dari itu Mahesa pun turun dari kamar nya, dengan dasi masih belum terpasang di leher nya.


"Hai sayang. " Ucap Mahesa sambil memeluk Anita dari belakang.


Mahesa mungkin terus akan bersikap manis, untuk menutupi kelakuan nya itu.


Anita hanya tersenyum dan menjauh dari Mahesa, untuk segera duduk di kursi makan nya.


Mahesa masih berdiri di tempat nya. " Kenapa dia tidak melihat dasi ku ini ? biasa nya dia langsung memasangkan nya, ah mungkin nanti setelah sarapan selesai. " Batin Mahesa.


Anita masih belum memperlihatkan kecurigaan itu sepenuh nya, Anita masih bisa bersikap manis beberapa saat.


"Oh ya sayang ! kapan kita datang ke rumah sakit untuk persalinan, aku sudah tidak sabar menantikan nya. " Ucap manis Mahesa.


Anita yang sibuk menata makanan si piring suami nya itu, langsung menetap wajah suami nya lalu menyunggingkan senyuman di sudut bibir nya.


"Dia tidak sabar menunggu kelahiran anak nya, tanpa memperhatikan rasa sakit yang aku rasa kan belakangan ini. " Batin Anita dalam kekecewaan namun tidak ia perlihat kan, Anita hanya memperlihatkan senyuman tanpa menjawab pertanyaan suami nya itu.


Ketika piring Mahesa sudah tertata makanan, Anita meletakan nya di hadapan Mahesa.


Lalu ia duduk di samping Mahesa, dengan ringisan karna ia merasakan sakit di bagian perut bawah nya.


"Benarkan ? dia hanya tidak sabar menantikan anak nya lahir, tanpa memperdulikan rasa sakit yang aku rasa kan, aku meringis kesakitan saja ia tidak perduli dan tidak mendengarnya. " Gumam Anita.


"Sifat dan sikap kamu sudah bisa aku tebak Mas. " Kata Anita tiba-tiba keluar dari mulut nya.


"Maksud nya ? " Tanya Mahesa heran.


"Ah tidak, sarapan dulu nanti telat ke kantor nya. " Jawab Anita tak mau membahas nya.


"Kenapa Anita berkata seperti itu ? apa aku gagal menutupi ke salahan ku ? apa Anita bisa melihat kesalahan ku ? " Gumam Mahesa sambil melahap makanan pagi nya.


Namun karna nakal nya Amel Mahesa tergoda, sehingga kini Mahesa sejajar dengan laki-laki berengsek di luaran sana, namun Mahesa belum mahir menutupi nya.


Setelah selesai sarapan, Anita langsung berdiri dan memanggil ART nya untuk membersihkan piring kotor di meja makan nya itu.


"Oh ya Mas, aku mau jalan-jalan kecil di taman. " Ucap Anita lembut.


"Oh ya Sayang, jalan-jalan kan bagus untuk proses persalinan kamu. " Jawab Mahesa.


"Iya . " Sambung Anita tersenyum dan hendak membalikan badan nya untuk melangkah menuju taman.


Mahesa melihat nya. " Eh tunggu ! " cegah Mahesa.


Mahesa berdiri dan memeluk Anita kembali dari belakang.


"Kamu kenapa sih sayang ? kamu hampir saja melupakan kebiasaan kamu selama ini, kamu gak lihat dasi di leher ku ini ? " Ucap Mahesa merajuk pada Anita.


Anita tersenyum dalam hati nya dan membalikan badan nya.


"Aku tidak lupa Mas, hanya saja aku sedang mengajarkan diri mu untuk terbiasa sendiri, jika saja nanti aku tidak ada di sisi mu. " Jawab Anita sambil memakaikan Dasi itu di leher Mahesa dengan lembut.


Hati Mahesa serasa di pukul keras dan sakit saat mendengar ucapan Istri nya itu.


"Maksud nya ? ada apa dengan kamu sayang ? kenapa kamu berkata seperti itu ? " Tanya Mahesa menangkup kedua pipi Anita dengan lembut.


Anita tersenyum " Pertanyaan mu itu hanya kamu sendiri yang bisa menjawab nya Mas, kamu akan tahu tanpa aku yang menjawab nya. "


Jantung Mahesa semakin berdegup kencang.


"Oh mungkin maksud istri ku itu, sebentar lagi dia akan melalui proses persalinan, jadi dia akan beristirahat dan tidak bisa bergerak banyak untuk memenuhi kebutuhan ku seperti biasa nya. " Gumam Mahesa menyikapi perkataan Anita.