
BAB 91.
Pelukan itu sedikit meringankan beban kepedihan di hati Anita. " Terima kasih bu !! " Jawab Anita.
Gilang terus melihat Anita, walau pun tangan nya kin sedang mencoba menenangkan tubuh Glen.
Anita pergi dan berlari kecil menuju pintu Utama untuk keluar dari Bandara itu. Dengan cepat Mahesa mengikuti Anita dari Arah lain
Anita terus melangkah, dengan tatapan kosong ke depan, Anita sesekali menghentakan kaki nya keras, atu bahkan sesekali Anita menepuk lengan nya, Anita harap ini hanya lah mimpi.
Namun apa daya, sesakit apapun cubitan itu, tetap saja Anita tidak merasa baru bangun dari tidur nya, "Ini Bukan mimpi !! " Gumam Anita dalam hati nya.
Anita memutuskan untuk menghentikan sebuah Taksi, untuk mengantar nya pulang, Mahesa berniat untuk mencegah Anita, namun langkah nya kalah cepat oleh sopir Taksi yang sudah berhenti di depan Anita.
Saat Mahesa sudah melihat Anita pergi menaiki Taksi itu, Mahesa dengan langkah cepat berlari menuju Mobil nya. Untuk segera mengejar Taksi yang membawa Anita.
Di dalam mobil Anita hanya merenung, mencoba membuang kenangan manis nya bersama Gilang, Namun kenangan manis itu terlanjur melekat dalam hati nya. Anita harus bisa, karna kini Anita tidak ada hak atas diri Gilang, Kini Anita lah yang akan menjadi Sosok pengganggu Antara Hubungan orang lain, Apa bila Anita tidak bisa melupakan Gilang.
Anita memutuskan untuk berhenti di sebuah Taman, Sebuah taman yang sejuk. Pengunjung nya pun tidak ramai. Anita ingin mencoba melupakan sedikit deni sedikit kenangan yang ingin dia kubur saat ini.
Aniza duduk di meja panjang menghadap ke sebuah danau kecil di hadapan nya. Daun kering berguguran, dengan mudah nya dedaunan itu jatuh hanya dengan tiupan Angin. dedaunn itu terombang-ambing terbawa oleh tiupan Angin. Daun yang malang tidak ada daya untuk menjatuh kan diri nya sendiri.
"Lang, terima kasih atas semua nya. Aku akan coba membenci mu, dengan begitu aku akan bisa melupakan mu !! Niat ku untuk memperkenalkan mu pada Ornag tua dan juga Nara, ternyata itu hanya keinginan belaka Lang, Aku tidak menyangka bahwa kebahagiaan mu bukan lah diri ku. Bergahagia lah Lang !! " Ucap Anita kecil pada diri nya.
Mahesa tidak enak apabila harus menghampiri Anita saat ini, Mahesa hanya memperhatikan Anita dari kejauhan saja. Mahesa pikir Anita saat ini memang sedang membutuhkan Waktu untuk menyendiri.
Lebih baik Mahesa tidak mengganggu nya terlebih dahulu, Anita tidak mau mengganggu Waktu Anita. Jika waktu nya tepat Mahesa lasti akan selalu ada buat Anita.
Seperkian Detik Anita hanya melamun, Anita seperti membiarkan begitu saja Air mata kesedihan nya terus mengalir. Itu hal yang sangat wajar.
"Apabila saat ini aku berpikir, takdir telah mempermainkan ku, Aku rasa itu tidak mungkin. Bagaimana aku bisa menyalahkan Takdir. Jika Takdir juga lah yang akan menuntunku menuju kebahagian nanti nya. Lebih baik aku pulang saja, Nara pasti sedang menunggu ku !! " Ucap Anita sambil berdiri dan mengusap Air mata yang membasahi wajah nya.
Mahesa lebih memilih untuk menemui Anita saat di kantor saja, itu lebih baik.
Anita menunggu kembali Taksi yang lewat, untuk mengantar diri nya pulang.
Di tempat Lain, Gilang sedang meratapi kebodohan nya sendiri, tak henti-henti. kini Gilang sedang berada di Rumah kedua Orang tua nya. Untuk menceritakan semua nya.
Tuan Guruh merasa simpatik kali ini, ada perasaan senang akhir nya Gilang bisa bersama dengan Glen sesuai keinginan nya, Tapi Tuan Guruh pun merasa kasian pada Gilang, karna Tuan Guruh tidak melihat sedikit pun kebahagiaan di wajah nya.
"Nak .. ?? " Ucap Ibu Ayu mengelus pundak Gilang.
Gilang menoleh, Gilang melihat rasa cemas dari raut wajah Ibu nya, Katna Gilang sudah menceritakan semua masalah nya dari awal, hingga akhir nya Gilang memutuskan untuk menikahi Glen.
"Mamah tau, kamu tidak bahagia Nak !! Lalu bangaimana dengan Anita. " Tanya Ibu Ayu lirih pada Gilang.
Gilang menusap kasar wajah nya. " Entah lah Mah, aku bahagian atau tidak. Tapi aku harus tetap bertanggung jawab Mah !! Ini salah ku. " Ucap Gilang menyalahkan diri nya sendiri.
"Berhentilah menyalahkan diri mu sendiri. " Ucap Ibu Ayu.
"Lantas aku harus menyalahkan siapa Mah ?? Anita yang meyuruhku bertanggung jawab Mah, aku sudah menawarkan agar aku tidak akan maju, dan akan tetap bersama dengan Anita, Tapi Anita menolak nya. Dia benar-benar sudah siap kehilangan aku Mah. " Ucap Gilang Frustasi.
"Jika kamu menganggap ini semua kesalahan mu, Maka berdiri lah yang tegak, Anita memang benar, mana mungkin dia membiarkan Seorang Wanita tersiksa sendiri karna beban nya Nak, Sekarang kamu mau bagai mana Nak ?? Mau tidak mau acara pernikahan mu harus segera di selenggarakan, mengungat Glen sudah berbadan dua, sebelum perut nya semakin membesar. " Ucap Ibu Ayu.
"Lakukan lah Mah, Semoga Kedepan nya Glen tidak merasa tersiksa atas sikap ku pada nya, dan Gilang pun akan mencoba menerima Glen, Walaupun Gilang tidak yakin Mah !! " Ujar Gilang.
"Jangan memikirkan perasaan kalian Nak, pikirkan perasaan Anak yang sedang di kandung oleh Glen !! Dia tidak berdosa, jangan sampai dia lah yang akan mendapat kan ganjaran, dari kesalahan kedua Orang tua nya !! " Ucap Tegas Ibu Ayu.
"Gilang akan mencoba mya Bu !! " Ucap Gilang sedikit keras dan kesal pada diri nya.
Ibu Ayu pun pergi dari hadapan Gilang, dan menghampiri Suami nya Tuan Guruh, untuk membicarakan langkah selanjut nya, untuk masalah ini.
Glen terpaksa menunda keberangkatan nya, karna Glenka ingin menyelesaikan masalah nya terlebih dahulu, karna semua terlanjur sudah mengetahui nya. Percuma saja Glenka pergi karna pasti akan di cegah oleh Orang terdekat nya.
Tidak ada Raut wajah bahagia sedikit pun dari Glenka, Karna Glenka tau ini tidak akan mudah untul diri mya atau pun untuk Gilang. Gilang memang akan berniat untuk mempertanggung jawab kan semua nya, tapi itu karna Anak yang sedang Glenka kandung.
Andai karna sebuah rasa Cinta, pasti Glenka tidak akan merasa bersalah seperti ini, dan Glenka akan senang tiasa menjalani hari-hari nya.
Anita, Glenka, dan Gilang kini sesang berada di perasaan yang sama, dimana mereka harus melanjutkan Hidup nya dengan kenyataan pahit yang benar-benar harus mereka telan setiap kali mengingat nya.
Gilang memutuskan untuk berada di bandung terlebih dahulu, karna jika kembali ke jakarta. Tidak lain Gilang akan terus menemui Anita.
Dan Mahesa terus berada dalam kebingungan nya, karna belum mendapatkan Jawaban dari adegan dramatis di bandara tadi.
Andai ada Orang yang bisa memberikan dia informasi saat ini, Mahesa pasti kan membayar berapa pun itu imbalan nya, tapi Mahesa lebih baik bersabar terlebih dahulu. karena mendapatkan jawaban dari Anita langsung itu lebih baik.
...****************...
Assalamualaikum ... para kaka Readers semua.
mohon maaf apabila Up nya terlalu lama, karna kemarin keadaan sangat tidak memungkinkan sekali untuk Author melakukan Up seperti biasa nya, karna situasi sangat ramai sekali.
Semoga kedepan nya lebih cepat lagi, dan semakin banyak Up nya, mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Semoga semua nya sehat selalu dan tetap berada dalam lindungan yang Maha Kuasa ... Aamiin