Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Prasangka Tuan Rama.


BAB 125.


"Aku tidak perduli, apapun yang terjadi aku harus tetap bertanggungjawab atas apa yang sudah aku lakukan terhadap Anita. " Mahesa bergegas berdiri dari duduk nya untuk menemui Anita, tanpa melihat keadaan di sekelilingnya.


Mahesa tanpa sengaja tersandung hingga pada akhir nya Mahesa tersungkur mengenai sudut meja kaca yang ada di ruangan nya, Mahesa ambruk dengan kening mengeluarkan darah segar cukup banyak.


Dan pada akhir nya Mahesa tidak sadarkan diri tanpa ada satu orang pun yang tahu.


Masih dengan rasa kekecewaan Tuan Rama hendak menaiki mobil nya tanpa tau kalau Istri nya masih ada di sekitaran perusahaannya. Namun saat Tuan Rama sadar ada sesuatu yang tertinggal. Tuan Rama kembali ke ruangan Putra nya Mahesa.


Tuan Rama tidak terpikir jika dia mempunyai tangan kanan yang selalu ia suruh-sutuh, tapi kali ini ia enggan berbicara untuk memerintahkan kebutuhan nya pada Orang lain.


Saat sampai di ruangan, Tuan Rama terkejut melihat Mahesa sudah tergeletak tak sadarkan diri, Tuan Rama mengira sikap Mahesa berubah kembali seperti dulu, saat diri nya suka menyakiti diri sendiri.


Tuan Rama langsung membawa Mahesa ke Rumah sakit, karna luka cukup lebar di jidat Mahesa semakin meyakinkan Tuan Rama jika Mahesa sudah membenturkan jidat nya dengan sengaja.


Sedangkan Anita dengan penuh rasa kesedihan, meratapi diri nya di sebuah Taxi yang sedang ia naiki, namun saat jalanan padat merayap. Anita mendapati mobil Ambulance melewati pandangan nya.


Entah kenapa Anita merasakan sesak saat melihat mobil Ambulance itu, jika saja Anita tau jika di dalam mobil itu adalah Kekasih nya, mungkin Anita akan berlari mengejar mobil itu.


Saat suara mobil Ambulance itu sudah tidak terdengar, Anita kembali meratapi nasib nya yang selalu tidak di sukai oleh kalangan Orang berada, Anita tidak menyalahkan kondisi keluarga nya, namun Anita kecewa karna dia selalu di hadapkan dengan hal yang sama, saat Anita ingin bahagia.


Deraian air mata kembali menetes di pipi Aninta, tanpa halangan sedikit pun. " Mungkin ini kali terakhir nya aku harus mencintai seseorang, setelah ini ..... Jika aku tidak di ijinkan untuk tidak bersatu dengan Tuhan Mahesa, aku akan bersumpah aku tidak akan mau menerima atau pun menikah dengan laki-laki manapun, cukup sampai disini mereka merendahkan ku, hanya karna aku seorang janda. " Keluh Anita meratapi kesedihan yang sedang menimpa nya.


Anita menengok ke belakang, namun tidak ada tanda-tanda Mahesa mengejar nya, "Apa dia sudah menyerah ? " Gumam Anita dalam hati nya.


Tanpa Anita sadar, supir Taxi itu terus saja memperhatikan Anita dari kaca spion dalam nya. Tanpa Anita sadar supir Taxi itu adalah Pak Joko, Supir Taxi yang waktu itu pernah ditunjuk Gilang untuk mengantar Anita pulang saat Gilang masih berpura-pura menjadi seorang ojeg online.


"Kenapa dia ? dia wanita yang selalu Den Gilang ceritakan pada ku, bahkan setelah Den Gilang menikahpun Den Gilang selalu menanyakan apa aku pernah bertemu atau tidak dengan wanita ini. Tapi kenapa dia bersedih ?? " Gumam Pak Joko dalam hati nya.


"****Ann, berusahalah tegar dan bisa menerima kenyataan, mungkin kamu belum di takdirkan untuk mendapatkan pendamping pengganti Rey, setelah berharap banyak pada Gilang kini harapan itu benar-benar hancur saat melihat kembali penolakan keras dari Ibu nya Mahesa, dan anggap lah ini sebagai hukuman karna kamu sudah menjadi wanita murahan di hadapan Mahesa****. " Cela Anita dalam hati nya pada diri dia sendiri.


Tuan Rama kesal pada diri nya sendiri, kenapa dia sampai bisa tinggalkan Mahesa dalam keterpurukan nya, sementara dia tahu bahwa anak nya itu punya ras trauma yang sangat menyiksa diri nya, Tuan Rama tetap saja berprasangka jika itu Mahesa lakukan atas dasar kesengajaan, bukanlah kecelakaan.


Tuan Mahesa kini sudah ada dalam penanganan Medis, sementara Tuan Rama sedang duduk di kursi yang sudah di sediakan, tak lama Istri nya pun datang dengan langakah sedikit berlari menghampiri nya.


"Pah bagaimana dengan Anak kita, apa yang terjadi ? ini pasti karna ulah nya Wanita gatel itu. " Ucap Ibu nya Mahes dengan kesal.


"Untuk apa Mommy menanyakan pertanyaan jika Mommy sendirilah yang akan menjawab nya. Mommy harus tau Anak kita ini sakit Mom setelah kejadian itu, dan dia selalu menyakiti diri nya sendiri, sampai pada akhir nya Anak kita menemukan sosok yang sangat ia cintai, pada saat itu Papah lega, karna Papah merasa Mahes sudah menjadi pribadi yang cukup baik, tapi setelah ia merasa akan merasakan rasa kehilangan nya kembali, Ya ....... begini lah yang terjadi, dia tidaklah segan-segan untuk menyakiti diri nya sendiri. "Jelas Tuan Rama, menghela nafas sangat dalam.


"Mommy tidak mau jika Mahes jatuh pada pilihan yang salah Pah. Dia anak kita satu-satunya Loh, apa Papah mau Mahes mendapatkan pendamping yang nanti nya akan merugikan diri nya sendiri. " Ibu nya Mahesa sangat sayang pada harta nya, sehingga dia takut untuk kehilangan semua harta nya.


"Lalu ! Wanita seperti apa yang menurut Mommy pantas untuk menjadi pendamping Mahes ? Apa seperti Mommy ? " Ucap Tuan Rama dengan memojokan istri nya.


Istri nya hanya terdiam, menatap pada Tuan Rama.


Tuan Rama menyinggung kan senyuman nya,


" Ya .. tentu saja seperti Mommy, Wanita pintar dalam dunia karir, sehingga lupa akan tanggungjawab nya sebagai seorang istri dan seorang Ibu, sehingga tidak bisa mengenali apa dan siapa yang terbaik untuk anak nya sendiri. " Tuan Rama menjawab pertanyaannya sendiri.


Sebagai Istri dan seorang Ibu, merasa terpukul dengan penjelasan yang di lontarkan oleh Suami nya itu. " Pah, bukan itu yang Mommy maksud. Mommy melakukan semua ini untuk kalian. "


"Bukan untuk kita, tapi untuk kepuasan dunia Mommy sendiri. Mommy selalu tidak pernah meras Puas dalam hal apapun, padahal apa kurang Papah Mom, kita sudah serba kecukupan di bandingkan Orang yang berada di bawah kita. Sudahlah Mom, berhenti untuk mengurusi kehidupan anak kita. Itu akan menyiksa diri nya, biarkanlah Mahes bahagia dengan pilihan nya sendiri. " Ucap Tuan Rama, merasa lelah dengan keadaan dan ke egoisan Istri nya tersebut.


"Aku tidak mungkin menceritakan jika Mahes sudah sampai menyetubuhi Anita, itu akan semakin membuat dia geram terhadap Anita. " Gumam Tuan Rama dalam hati nya.


"Aku tidak perduli Pah, yang penting Mahes harus mendapatkan pendamping yang sepadan dengan keluarga kita, atau bahkan lebih dari keluarga kita. " Dengus Ibu nya Mahes dalam hati nya.