Pertahanan Seorang Wanita..

Pertahanan Seorang Wanita..
Sakit dan bahagia


BAB 102.


Waktu pun terus berjalan, Anita memperhatikan Ruangan Tuan Mahesa, Tuan Mahesa belum juga keluar untuk makan siang, dan Tuan Mahesa belum meminta minuman untuk di bawa ke dalam ruangan nya dari tadi.


Anita bisa merasakan apa yang Tuan Mahesa rasakan, sehingga Anita memutuskan untuk memesan makanan kesukaan Tuan Mahesa, untuk ia antarkan ke dalam ruangan Tuan Mahesa.


Pesanan makanan dan minuman untuk Tuan Mahesa pun sudah datang, namun Tuan Mahesa tidak juga keluar dari Ruangan nya.


Anita tidak mau Tuan Mahesa menjadi sakit, karna masalah perasaan nya. Anita berdiri dengan membawa makanan dan minuman kesukaan Tuan Mahesa, Anita menarik nafas dan membuang nya sangat pelan.


Anita menyiapkan diri untuk masuk ke dalam ruangan Tuan Mahesa, Sesampai nya di depan pintu. Anita membuka pintu itu, pandangan nya langsung tertuju pada sebuah meja dan kursi.


Namun Anita tidak mendapat kan Tuan Mahesa di sana, Anita masuk ke dalam Ruangan itu. Benar saja Tuan Mahesa sedang berada di sofa yang sangat empuk itu.


Tuan Mahesa berbaring, namun Anita tidak tau Tuan Mahesa tidur atau pun tidak. Anita meletakan Makanan dan minuman di meja.


Anita berjalan menuju meja kerja Tuan Mahesa, yang terlihat sangat berantakan sekali. Anita memberes kan nya. Anita sengaja dengan cepat membereskan nya sehingga timbul suara-suara, dengan harapan Tuan Mahesa terbangun.


Namun saat Anita selesai membereskan nya, hingga sudah terlihat rapih, Tuan Mahesa masih saja dengan posisi yang sama, berbaring dengan mata di tutupi oleh lengan kiri nya.


Anita menggelengkan kepala nya, Anita kini tau Tuan Mahesa sedang tertidur, Anita menghampiri Tuan Mahesa. Untuk membangun kan seorang Bos besar Anita harus mengumpulkan keberanian nya penuh.


Anita ragu, Anita kini sedah berada di samping Tuan Mahesa yang sedang berbaring. Anita mengangkat tangan nya, untuk menyentuh lengan Tuan Mahesa dengan pelan.


"Tu-tuan .... !! " Ucap Anita pelan, ada perasaan tidak enak atu pun takut dalam hati Anita.


"Ehm ... !! " Jawab Tuan Mahesa.


"Sa-saya sudah membawa kan makan siang Tuan. Tu-tuan belum makan siang dan Tuan juga belum minum apa pun, saya sudah bawakan makanan ke sukaan Tuan. " Ujar Anita, walau pun Anita tidak melihat Tuan Mahesa membuka mata nya, Anita terus saja bicara.


Anita melihat tangan kanan Tuan Mahesa, sedang memegang perut nya erat, dan Anita melihat ke arah wajah Tuan Mahesa, yang di basahi oleh keringat, dan Wajah menjadi pucat.


Anita sontak membenar kan posisi duduk nya, dan mulai menyentuh kening Tuan Mahesa. Kening Tuan Mahesa panas, namun lengan Tuan Mahesa dingin.


"Ya Ampun Tuan ... Anda demam !! " Ucap anita panik, sampil memegang pipi Tuan Mahesa.


Anita sontak berdiri dari posisi jongkok nya, Hingga punggung nya terkena pinghiran meja, sungguh rasa sakit yang luar biasa, karna mengenai tulang punggung Anita.


"Awww .... !! " Teriak Anita sambil menyentuh pinggung nya.


Teriakan Anita, mampu membuat mata Tuan Mahesa terbuka, karna Mahesa memang sesang menahan rasa sakit di perut nya, Mahesa tidak sempat sarapan, hingga di lambung nya terasa perih, di tambah suasana hati nya yang sedang tidak bersahabat, tambah menghilangkan selera makan pada diri Mahesa.


"Kenpa Ann ?? " Tanya Tuan Mahesa, bangkit dari tidur nya,


Tuan Mahesa memegang lengan Anita, yang masih memegang punggung nya yang sakit, dan tatapan nya tertuju pada punggung Anita. Anita memandang wajah Tuan Mahesa, di wajah Tuan Mahesa tersirat kecemasan yang begitu dalam, walau pun Anita tau, kini Tuan Mahesa sedang merasakan sakit di tubuh nya.


Mahesa tidak mendapat kan jawaban juga dari Anita, lalu tatapan Tuan Mahesa beralih pada wajah Anita, dan akhir nya tatapan mereka saling bertaut.


"Kenapa ?? " Tanya Mahesa pelan namun terlihat lemas.


Anita tersenyum. " Tidak Tuan !! hanya tergores sedikit saja. " Anita masih menatap mata Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa menarik tubuh Anita, untuk duduk di samping nya, Saat Anita sudah duduk, Tuan Mahesa membalikan posisi tidur nya, hingga kini Tuan Mahesa membaringkan tubuh nya dengan menggunakan lahunan Anita sebagai sandaran kepala nya.


Anita di buat Mati kutu oleh sikap Tuan Mahesa, sedang kan Tuan Mahesa memejamkan kembali mata nya. Tuan Mahesa merasa Anita menjadi kaku.


Anita menjadi tersentuh hati nya, Anita bisa merasakan sakit saat Anita melihat Tuan Mahesa mengeratkan tangan pada bagian perut nya.


Anita menambahkan sentuhan pada Lengan Tuan Mahesa dengan tangan kanan nya, dengan ikut menyentuh perut Tuan Mahesa, tentu nya di atas lengan Mahesa.


Sehingga Anita kini sedang menyentuh lengan Tuan Mahesa, dan Lengn kiri nya mengelus kening sampai rambut Tuan Mahesa.


Mahesa merasakan sentuhan tulus, namun Mahesa terus menahan sakit yang begitu perih sampai pada ulu hati nya.


"Tuan !! Makan dulu, walau pun hanya satu suap saja, setelah itu Tuan minum Obat, atau nanti saya akan antar Tuan ke dokter, tubuh Tuan demam !! atau saya hubungi Tuan Rama saja ?? " Bisik Anita pada wajah Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa hanya meringis kesakitan, dan menggelangkan kepala nya.


Anita berpikir, bagai mana cara nya supaya Tuan Mahesa mau memasukan makanan ke dalam mulut nya. Anita tidak mengatakan kalau Mahesa manja atau hanya ingin mencari perhatian pada Anita.


Anita pun sama, jika perut nya perih jangan kan makan untuk minum pun rasa nya tidak mau. Anita terus mengelus rambut Tuan Mahesa, dan mengerat kan pegangan nya pada telapak tangan Tuan Mahesa.


"Taun, Makan dulu ya sedikit saja !! lakukan ini seakan-akan Tuan sudah memberikan bukti pada saya, atas ucapan Tuan tadi di ruangan saya. " Bisik Anita.


Mahesa langsung membuka mata nya, lalu bangkit dari tidur nya di bantu oleh Anita. karna Mahesa terus saja menekan perut nya.


Kini Tuan Mahesa sudah duduk di samping Anita, Anita tersenyum lega. lalu tangan Mahesa ingin meraih makanan di meja, namun di cegah oleh Anita.


"Biar saya, ambil kan Tuan !! " Ucap Anita.


"Jangan panggil saya Tuan !! terdengar nya sangat kaku. " Ucap Mahesa, sambil meringis.


Anita berpikir, kali ini Anita tidak mau berdebat, karna Tuan Mahesa harus segera makan lalu meminum obat, agar rasa sakit nya sedikit mereda.


Anita mengambil makanan, lalu Anita menyuapi Tuan Mahesa. " Mas .... Makan dulu ya !! Biar aku suapi. " Ucap anita lembut, tanpa berani melihat mata Tuan Mahesa, karna Anita meras gugup, dan bergetar.


Tuan Mahesa tersenyum, sungguh sejuk mendengar perkataan Anita, suasana hati Mahesa yang tadi nya kalut kini mereda dan sangat tenang.


Mahesa melihat lengan Anita gemetar, Mahesa dengan lembut menenangkan lengan Anita untuk memasuki makanan ke dalam mulut nya.


"Satu suap saja, sudah ya ?? " Ucap Mahesa, seperti Anak kecil, dan terus meringis.


"Kurang Mas, Makan lagi ya !! " Bujuk Ania lembut.


Mahesa mengangguk pelan, Mahesa terus menatap Anita, namun Anita tidak mau menatap mata Mahesa.


"Ann .... Mas sayang kamu !! " Ucap Mahesa di sela-sela rasa sakit nya.


Anita hanya tersenyum dan mengangguk. " Mas kenapa bandel sih, jangan telat makan. kalau sakit gini. Kan Mas juga yang tersiksa !! " Ucap Anita lembut, sambil terus menyuapi Tuan Mahesa.


"Lagi-lagi kamu tidak menjawab ucapan ku Ann !! " Ucap Mahesa Lemas.


Anita tersenyum. " Mas kan hanya mengungkap kan, bukan bertanya !! " Jawab Anita, sambil memgambil kan minum untuk Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa tertawa kecil. " Ann !! Mas cinta sama kamu, bagaimana ?? Apa kamu mau menerima cinta Mas ini ?? " Tanya Mahesa, membuat Anita bingung dan salah tingkah.


Mahesa menarik wajah Anita untuk menatap nya. " A-aku Sayang sama Tu-tuan maksud saya Mas. Ta-tapi !! " Jawab Anita gugup.


"Mas akan membantu kamu, untuk meyakinkan perasaan kamu terhadap Mas. " Sambung Mahesa, berhasil membuat Anita terharu.