
BAB 112.
"Sudah lah sayang !! Nikmati saja perjalanan nya ... Ok, dan siap kan diri mu. Agar saat mengetahui Rahasia itu, kamu tidak Syok ... ok !! " Timpal Mahesa, sambil tersenyum.
Anita menghela nafas panjang, Anita menyerah karna sungguh Mahesa tidak sedikit pun memberikan bocoran tentang Rahasia yang ia simpan untuk diri nya nanti.
Dalam perjalanan tidak ada yang Mahesa dan Anita lakukan selain menunjukan rasa sayang yang mereka miliki dalam Hati nya Masing-masing.
"Mas ?? Emm ... Mas sudah bisa merasakan kasih sayang ku belum sih ?? " Tanya Anita Tiba-tiba saat melihat wajah tampan Tuan Mahesa.
"Emm ... belum !! " Jawab Mahesa dengan cepat nya.
Dengan Ekspresi datar Mahesa menahan rasa ingin ketawa nya karna melihat ekspresi wajah Anita.
"Oh ... Maaf ya Mas, jangan berpikiran yang Macam-macam, A-aku .... !! " Ucap dan sikap Anita sangat membuat Mahesa yakin, bahwa Anita sudah berusaha keras untuk melupakan masa lalu nya, untuk mencintai Mahesa.
Mahesa menggenggam lengan Anita, dengan Tangan kanan masih memegang kemudi.
"Mas hanya bercanda, Mas tidak akan mengingat Masa lalu karna itu tidak akan ada habis nya, Mas sudah merasakan kasih sayang mu Ann, tapi Mas belum melihat nya !! " Jawab Mahesa, mampu membuat Anita sedikit tenang. Namun Anita berpikir keras, bagaimana Cara nya supaya Mahesa bisa melihat nya juga.
Anita terdiam dalam lamunan memikirkan cara dari apa yang Mahesa katakan.
"Hey .... Sayang !! ko ngelamun, Lagi mikirin bagaimana Mas bisa melihat nya ya ?? " Tanya Mahesa, entah kenapa hari itu Anita tidak Fokus, dan sering bertingkah polos
Anita hanya menganggukan kepala nya sedikit. Mahesa tertawa geli melihat Anita, Seperti Anak SD yang sedang memikirkan jawaban dari soal Matematika yang sangat sulit.
Mahesa tertawa terbahak. " Ya ampun Ann, kenapa kamu bertingkah sepolos ini sih ?? Apa benar kau memikirkan itu ?? " Tanya Mahesa terus tertawa.
Anita menatap dengan dalam wajah Mahesa, dengan wajah yang berseri-seri Anita menatap terus wajah Mahesa yang sedang tertawa lepas.
Mahesa melirik Anita di sela-selah ketawa nya. "Eh .. Ma-maaf sayang !! Bukan niat Mas untuk menertawakan mu. " Ucap Mahesa sambil mencubit lembut pipi Anita.
"Tidak Apa-apa Mas, setidak nya hari ini aku melihat mu tertawa bahagia. Teruslah bahagia Mas, dan semoga aku terus bisa membuat mu tertawa. " Jawab Anita seketika menghentikan Mahesa yang sedang tertawa lepas.
Mahesa menatap Anita, dan pandangan mereka terpaut satu dengan yang lain nya.
"Terima kasih sayang ?? " Ucap Mahesa, dan di balas senyuman penuh makna oleh Anita.
Perjalanan pun sudah sampai di tujuan, Mahesa sampai di tujuan nya yang pertama yaitu di sebuah Hotel berbintang yang berpusat di Kota bandung.
Anita melihat apa yang bisa dia lihat di sekitar nya, sungguh Hotel yang Asri namun terlihat hotel itu bukan lah hotel biasa.
"Mas, kenapa kesini ?? Kita kan bisa cari tempat yang lebih ekonimis dari ini. " Ucap Anita tanpa memalingkan pandangan nya dari penampakan hotel mewah itu.
"Semua penuh sayang, ada yang kosong tapi cuma ada satu kamar, Mau ?? " Tanya Mahesa datar.
"Ya gak Papa, lagian kan kita tidak akan menginap, cuma buat istirahat saja kan setelah itu kita pulang !! " jawab Anita.
"Stttttt ... Yuk kita turun, Kita harus Siap-siap untuk menghadiri pesta itu. " Ucap Mahesa memasang wajah datar.
Anita menarik tangan Mahesa, yang hendak keluar dari mobil nya.
"Sayang ?? Jika menurut kamu ini tidak perlu, Aku gak Papa !! Aku lebih baik nemenin kamu liburan di bandung, dari pada menghadiri pesta itu. " Ucap Anita dengan Sungguh-sungguh.
"Ya sudah, Bagaimana Pak Bos saja Lah kalau begitu !! " Ucap Anita tersenyum bahagia.
"Sebagai calon Ibu Bos, sebaik nya lebih baik begitu !! " Sambung Mahesa. dengan senyuman Maskulin nya.
Anita sangat bahagia mendengar perkataan Mahesa, setidak nya Mahesa sudah ada niatan untuk menikahi diri nya.
Sesampai nya di dalam hotel, Anita di antar oleh Mahesa ke dalam kamar nya. Setelah sampai Anita masuk ke dalam kamar lalu di ikuti oleh Mahesa di belakang nya.
"Andai ini hari bahagia kita sayang !! " Ucap Mahesa, memeluk Anita dari belakang secara Tiba-tiba.
Anita menarik nafas perlahan dan menghembuskan nya, saat kedua tangan Mahesa melingkar lembut di pinggang milik nya.
"Sayang ... Mas sangat mencintai mu !! " Bisik Mahesa lembut di daun telinga milik nya.
Deruan Nafas Mahesa sangat jelas terasa oleh Anita.
"Sayang ... jangan begini !! " Ucap Anita perlahan.
Mahesa dengan cepat membalikan badan Anita, hingga kini Anita berada tepat di di hadapan wajah Mahesa.
Mahesa menyatukan kening nya pada kening Anita, Mahesa menuntun tubuh Anita untuk mendekat ke sudut ruangan.
Mahesa merasakan deruan nafas Anita sangat lah hangat, Aliran hangat pun mulai terasa di Tubuh Masing-masing.
Mahesa memegang tengkuk leher Anita, Anita hanya menahan getaran di dalam tubuh nya. Sungguh Anita gugup saat Tangan Mahesa terus saja menekan tubuh nya untuk tetap mendekat pada tubuh Mahesa.
"Mas, jangan lakukan ini !! " Bisik Anita pada Mahesa.
Mahesa tidak memperdulikan penolakan yang di lontarkan oleh Anita, Mahesa semakin mendekat pada wajah Anita.
Sehingga Bi**r nya pun berhasil menyentuh Bi**r mungil Anita, Anita berharap cumbuan mesra hanya sampai Bi**r nya saja.
Anita memejamkan Mata nya, saat Anita merasa Bi**r Mahesa sudah menguasai Bi**r nya.
Keadaan semakin memanas, mana kala kedua nya sedang menikmati cumbuan mesra dari kedua nya.
Mahesa melepaskan sentuhan Bi**r itu, dengan Nafas yang tersengal Mahesa mengecup bagian wajah Anita.
Anita masih memejamkan Mata nya.
"Sayang, kita lanjutkan setelah halal nanti ya ?? " Ucap Mahesa sambil mengelus lembut bibir Anita dengan Ibu jari nya.
Anita membuka mata nya perlahan, lalu memeluk tubuh kekar Mahesa.
"Terima kasih Sayang. " Jawab Anita dalam pelukan nya.
"Maaf kan Mas, jika Mas barusan terlalu keras, Mas sangat susah payah menahan nya sayang !! " Bisik Mahesa pada Anita.
Anita hanya memeluk Tubuh Mahesa, dan Mahesa pun memeluk erat tubuh Anita.
Beberapa menit Anita dan Mahesa menumpahkan rasa cinta yang mereka miliki satu sama lain, dan kedua nya memutuskan untuk beristirahat di kamar Masing-masing, sebelum acara pesta itu di mulai.